Masuk Ke Dunia Novel

Masuk Ke Dunia Novel
Toko Buku


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu, Airin merasa tenang karena tidak ada masalah selama satu Minggu ini.


"Airin, bagaimana tawaran Kami?" tanya Gina, mengedip-ngedip kan matanya.


Anna dan Noni menatap Airin penuh harap.


"Ish, Kalian tuh ya, apa Kalian tidak bisa mencari kost-kostan sendiri? mengapa harus merepotkan Aku?" tanya Airin kesal.


"Bisa, tetapi kost-kostan yang mewah hanya milikmu, kasihanilah Kami yang ingin merasakan sedikit aura orang kaya," ucap Noni.


"Ish, apa Kalian tidak tahu malu ya, memohon-mohon begitu padaku?" tanya Airin kesal.


"Tidak," Ketiga teman Airin berkata serempak


"Can you share ... can you share ... pleaseeee ...," ketiga teman Airin bernyanyi dan memperagakan adegan di video klip salah satu lagu nursery.


"Haha ... ya ampun ... ya sudah tetapi Kalian tetap bayar sewa ya," Airin akhir nya luluh setelah seminggu di bujuk oleh ketiga temannya.


Asrama tempat Airin dan ketiga teman nya hanya untuk mahasiswi baru, jadi setelah satu tahun, Mereka harus mencari kontrakan atau kost-kostan sendiri. Teman-teman Airin meminta Airin untuk mengajaknya tinggal bersama di apartemen Airin.


Setelah Mereka tahu Airin punya apartemen sendiri. Mereka dengan jujur mengatakan ingin merasakan menjadi putri konglomerat. Sebenarnya Mereka pun berasal dari keluarga menengah ke atas tetapi untuk memiliki apartemen sendiri keluarga mereka belum mampu.


"Jangan khawatir, Kami akan bayar sewa, membersihkan dan menjaga apartemen Kamu dengan baik," Anna meyakinkan.


"Hm percaya pada Kami, Airin," Gina meyakinkan lagi.


"Iya, Airin, Kami pasti kan semuanya bersih" Noni tidak mau kalah.


"Ya sudah, nanti sore Kita kesana, pagi ini Aku ada urusan,"


"Mau kemana?" tanya Anna.


"Pagi ini Aku mau jadi Charlie Angel," Airin tersenyum bangga, lalu berganti pakaian dengan celana jeans putih, kaus hitam, sneakers putih dan tas putih dan topi putih


"Jangan sampai pulang-pulang jadi gembel lagi ya," teriak Noni dari tempat tidurnya.


"Hei, gembel pun gembel cantik kali," Airin tidak terima.


"Haha ...," Anna tertawa.


"Pergi dulu ya," Airin pamit pada teman-temannya.


"Hati-hati dijalan," ucap Mereka bertiga.


"Ya," Airin menutup pintu kamar.


"Kasihan sekali ya Airin harus putus dengan kedua tunangan nya, Neneknya tega sekali," Anna merasa iba pada Airin.


Airin terpaksa bercerita tentang pembatalan pertunangan nya pada ketiga teman nya karena Mereka terkejut Airin tidak memakai kedua cincin pertunangan.


"Kata Mark, itu karena Oppa Presdir dan Alexander berkelahi di rumah Airin, sehingga Neneknya Airin marah," Gina menjelaskan. Dia tahu setelah setiap hari meneror Mark.


"Wah, hebat ya Airin sampai diperebutkan begitu, Mengapa Kita masih belum punya pacar yang tampan dan mapan ya?"


"Karena laki-laki tampan yang mapan carinya perempuan seperti Airin, yang kulitnya glowing, cantik dan berbakat, lah Kita?" tanya Gina pada kedua teman nya dan diri sendiri.


Mereka melihat pada diri mereka sendiri lalu membandingkan dengan foto Airin yang ada di meja belajar dan bayangan Airin di pesta ulangtahun nya.


"Miris ya," ucap Noni perlahan.


"Hu uh," Anna dan Gina mengangguk.


Mereka serempak menghela napas.


*****


Sudah seminggu Airin memulai pelatihan karate nya. Setiap hari setelah kuliahnya berakhir, Airin langsung menuju tempat pelatihan Karate. Aidan merekomendasikan salah satu Dojo milik teman nya pada Airin.

__ADS_1


"Berlari satu putaran lagi."


"Berdiri nya yang benar."


"Kuda-kuda nya yang benar."


"Pukulan nya lebih bertenaga."


Airin berlatih dengan keras, tetapi karena badan nya masih kaku sehingga Dia banyak melakukan kesalahan yang membuat guru karate nya kesal.


Galak sekali


Dua jam sudah berlalu, akhirnya latihan nya berakhir. Airin sedang memasang sepatunya saat guru karate nya duduk di sebelah nya.


"Aku heran, Airin, Kakakmu sangat hebat tetapi mengapa badan mu sangat kaku?" tanya nya.


"Mana ku tahu, terima kasih untuk hari ini Kancho, permisi saya pulang dulu," Airin memberi hormat lalu berlari keluar dari Dojo, tidak mau berurusan lebih lama dengan guru galak nya.


"Hei, mana boleh Kamu pergi begitu saja," Guru Airin berteriak kesal, di tinggal begitu saja oleh Airin.


"Gadis nakal," Guru nya Airin merasa geram.


Airin melanjutkan les nya, kali ini Dia harus menghadiri pelajaran menembak lalu memanah. Nenek nya memotong jadwal les dansa, bahasa dan musik menjadi dua kali dalam sebulan. Sekarang Dia harus menghadiri les Karate, menembak dan memanah. Airin merasa seakan-akan dirinya sedang disiapkan untuk ikut pertandingan hunger games.


Setelah semua selesai, Airin beristirahat di kedai teh, Dia memesan Red Bean Miliktea kesukaan nya.


"Hahhhh ... cape sekali hari ini," Airin menghela napas.


Airin melirik pada jam tangan nya yang menunjukan pukul satu siang.


"Ah, Aku harus buru-buru, hari ini Edward akan bertemu Mia lagi," Airin dengan cepat menghabiskan Milktea nya lalu berlari keluar dari Kedai teh menuju toko buku.


Di toko buku Dia berkeliling lalu mencari spot terbaik untuk mengintip. Setelah itu Dia melihat-lihat buku di sana,ternyata Dia ada di corner buku cinta. Semua tentang cinta di bahas disini.


"Cara meluluhkan hati laki-laki."


"Cara meluluhkan hati calon mertua."


"Langkah agar tidak sendirian lagi."


"Tiga puluh hari mencari cinta."


"Weleh weleh bacaannya berat semua," Airin terkekeh membaca judul buku-buku di depan matanya.


Kemudian Dia menyusuri berbagai judul novel.


"Hopeless."


"Critical Eleven."


"Dilan 1990."


"Twilight."


"Love story."


"Eclipe."


"New Moon."


"Breaking dawn."


"Wah bagus-bagus ini," Airin memperhatikan setiap judul novel.


"Di dunia ku sana Aku sudah punya yang eclipe, new moon dan breaking dawn, tetapi tidak punya yang ini karena selalu habis, akhir nya lupa tidak beli. Ok, sekarang, Aku keep semua," Airin mengambil empat seri novel twilight, hopeless dan Critical Eleven.


Saat berbalik, Airin tidak sengaja beradu kepala dengan seseorang.

__ADS_1


"Aww," Airin meringis memegang kepalanya, buku-buku nya berjatuhan. Di mata nya seperti ada kertas kerlap-kerlip yang beterbangan.


"Ouch," seseorang meringis dan memegang kepalanya.


"Aduh maaf, tidak sengaja," Airin meminta maaf sambil memegang kepala nya.


"Tidak apa-apa, maaf, ini salahku juga, tadi Aku menunduk jadi tidak melihat ke depan," ucap Laki-laki di depan Airin.


"Kamu tidak apa-apa? lumayan sakit ya,," tanya laki-laki itu, lalu terkekeh sambil mengusap-usap kepalanya


"Iya, sakit hehe ...," jawab Airin, mengusap permukaan topi nya.


Bukan lumayan lagi tapi benar-benar sakit.


"Eh sebentar , coba menunduk..." pinta Airin pada laki-laki itu.


"Ada apa?" tanya nya tetapi menurut untuk menunduk.


Airin mendekati laki-laki itu lalu membenturkan kepala mereka sekali lagi perlahan.


Aroma buah yang segar bercampur vanilla memenuhi penciuman laki-laki itu membuat jantung nya berdebar lebih cepat. Dia membeku seketika.


Ada apa dengan jantung ku?


"Nah sudah, kata orang tua apabila terbentur sekali harus di benturkan sekali lagi agar tidak benjol dan kepala nya tidak menjadi batu," Airin menjelaskan.


"Huh?" laki-laki itu bingung, lalu terkekeh.


Dia Menatap gadis bertopi putih yang sedang berjongkok di depan nya


Gadis ini lucu juga.


"Kamu sedang mencari novel cinta?" tanya Airin yang sedang berjongkok memunguti novel-novel nya.


"Iya hehe ...," laki-laki itu menggaruk-garuk kepalanya.


"Pasti hadiah untuk pacarnya ya?" tanya Airin terkekeh.


"Hehe ...," Dia tersenyum.


Dia bermaksud berjongkok untuk membantu Airin, tetapi Airin sudah berdiri.


"Ini judul-judul novel yang bagus," Airin berjalan menunjukan sisi novel best seller. Kemudian Dia melihat Mia datang.


Bruuuuk


Airin menumpuk buku-buku novel yang akan dibelinya di antara novel best seller lalu buru-buru bersembunyi dibalik rak buku.


Ish Aku lupa, Aku ke sini kan untuk melihat Mia dan Edward, bukan membeli buku.


Airin menepuk kening nya perlahan.


Laki-laki itu merasa aneh dengan tingkah Airin, lalu menghampiri Airin.


"Ada apa?" tanya nya berbisik, penasaran. Dia ikut bersembunyi di balik rak buku.


"Ssssst ... Aku sedang memata-matai selingkuhan pacar temanku, yang pakai dress pink itu," jawab Airin menunjuk ke arah Mia.


"Oh," Laki-laki itu melihat ke arah yang ditunjukan oleh Airin.


Terlihat Mia menengok ke kanan dan ke kiri lalu berkeliling. Airin semakin menutupi wajah nya dengan topi saat Mia melewati nya, jantungnya berdetak dengan kencang. Laki-laki itu menunduk pura-pura membaca buku, ujung matanya mengawasi Mia.


Mengapa Aku ikut-ikutan berakting dengan gadis ini?


Laki-laki itu merasa bingung pada tindakan nya sendiri.


*******

__ADS_1


...Terima kasih kepada semua Readers 🤗...


__ADS_2