
"Edward, Kamu tahu Kita bukan anak-anak lagi, dan pinky swear ini tidak akan berefek apa-apa apabila Kamu selingkuh," Airin menatap tajam Edward.
"Aku tidak akan selingkuh, Sakura. Aku harus bagaimana lagi untuk meyakinkanmu?," tanya Edward pada Airin.
"Entahlah, sekarang Aku harus pulang ke asrama," Airin bangkit dari tempat duduknya.
"O, ya , jangan mengikuti ku atau menahan ku lagi sekarang, kalau tidak, Aku tidak mau bertemu denganmu lagi!" tegas Airin menatap tajam pada Edward lalu melangkah pergi.
"Jadi Aku di terima atau tidak?" Edward berteriak, menatap punggung Airin.
Langkah Airin terhenti lalu menoleh pada Edward.
"Sudah ku katakan Aku ingin seorang kekasih yang bisa memberikan rasa aman dan nyaman di hati dan hidupku, Kalau Kamu tidak bisa memberikan nya lebih baik mundur dan biarkan Aku sendiri, Kita hidup masing-masing dan jangan saling mengganggu," seru Airin, menjelaskan panjang lebar.
Aku sangat mencintaimu Ed, tetapi Aku ingin meyakinkan diriku sendiri dulu dan menginginkan pembuktian dari semua kata-kata mu hari ini.
Edward terdiam.
"Hahhh ...," Edward menghela napas nya dan kembali duduk di sofa, memperhatikan Airin pergi.
Sulit sekali meluluhkan hatimu Sakura.
Dia mengeluarkan telepon genggam nya lalu menghubungi Mark.
"Mark, panggil Kevin ke kantor sekarang, satu jam lagi Aku sampai di kantor!" tegas Edward pada asisten nya.
Setelah menelepon, Edward mengambil mobil nya dan mengikuti Airin diam-diam sampai ke asrama, memastikan perempuan yang di cintai nya selamat sampai tujuan.
Airin terlihat memarkirkan mobil nya lalu turun dan masuk ke asrama. Edward tersenyum.
Aku akan bersabar padamu Sakura seperti Kamu yang sudah bersabar menanti ku selama bertahun-tahun.
Edward tahu Sakura tidak pernah menerima cinta laki-laki manapun. Kasus pertunangan nya dengan Alex pun karena paksaan orangtua nya. Sejak dulu Sakura hanya menatap nya. Kebodohannya yang sudah mengabaikan Sakura selama bertahun-tahun adalah alasan yang membuatnya harus menempuh jalan yang sulit untuk mendapatkan kembali hati Sakura.
Aku harus segera meyakinkan Sakura, kalau tidak, di masa depan, entah siapa lagi yang akan menjadi sainganku selain Alex.
Edward sadar dengan kepribadian dan kecantikan Sakura yang sekarang, laki-laki manapun akan mudah jatuh cinta pada Sakura.
"Aaaagh," Edward memukul stir mobilnya, merasa stress menghadapi masa depan cintanya yang tidak pasti dengan Airin.
*****
Ketika Airin membuka pintu, kamar Asrama nya terlihat sepi, seperti nya teman-temannya sedang makan malam di luar. Dia lalu duduk di tempat tidurnya memikirkan kata-kata Edward.
Aku berjanji hanya Airin Suharja yang menjadi kekasihku selamanya.
__ADS_1
"Aih, Manis sekali, Edward" Senyum Airin merekah dan Dia merasa bahagia.
"Mari Kita buktikan Ed, apa benar Kamu bisa menahan godaan cinta Mia?" tanya nya pada diri sendiri, wajah Airin kembali serius.
*****
Mark adalah asisten Edward. Dia seorang yatim piatu yang di adopsi oleh Kakek nya Edward. Sejak kecil Dia di besarkan dan di didik untuk menjadi asisten dari pewaris utama Keluarga Adams. Pada usia dua belas tahun, Kakeknya Edward menyuruhnya menjadi asisten Edward yang baru datang dari Negara I.
Di mata Mark, Boss nya Edward orang yang sangat kompeten, workaholic dan jenius. Edward seperti memiliki jari emas. Apa yang di pegang nya akan menjadi uang dan sukses. Edward pun tidak banyak bicara dan sangat tegas. Dia tidak segan memecat seluruh manajemen dan mengganti nya dengan yang baru apabila terindikasi adanya korupsi.
Sikap Boss Edward berubah sejak satu tahun yang lalu. Dia sering melamun dan kadang tersenyum sendiri saat rapat. Dia semakin workaholic demi mendapatkan jabatan sebagai CEO Adams Corp untuk wilayah Asia. Dia mengatakannya itu satu-satunya jalan agar Dia bisa segera bertemu tunangan nya Nona Airin.
Bukankah Dia tidak menyukai nya?
Sejak tinggal di Negara I, sikap Boss Edward sangat moody tergantung sikap Nona Airin padanya. Saat sedang bahagia, semua karyawan bisa pulang tepat waktu, kadang ada bonus khusus, tetapi bila sedang sedih atau kesal jangan berharap bisa pulang sebelum jam sembilan malam. Tetapi sebagai asisten pribadi jam kerja normal tidak berlaku bagi Mark, karena dia harus siap dua puluh empat jam.
Mark sedang menikmati affogato dingin nya sambil mendengarkan alunan musik klasik, ketika telepon genggam nya berbunyi.
"Mark, panggil Kevin ke kantor sekarang, satu jam lagi Aku sampai di kantor!" tegas Edward pada asisten nya.
"Baik, Boss,"
"Ada hal urgent apa sampai Boss, secara mendadak mencari Kevin di hari minggu," Mark penasaran karena Dia sudah memastikan urusan perusahaan sudah teratasi dengan baik. Dia mulai mencari nomor telepon Kevin.
"Hallo, Kev, Boss memintamu datang ke kantor, sekarang," seru Mark pada Kevin.
*****
"Boss, wajahnya?" tanya Mark terkejut melihat wajah babak belur Boss nya.
Kevin ikut terkejut tetapi tetap diam.
"Aku berkelahi dengan Alex," jawab Edward.
"Oh," Mark terdiam melihat tatapan kemarahan dan kesal dari Boss nya.
Ah, jadi masalah Airin lagi? Bukan nya mereka sudah putus kemarin? Apa mereka bertunangan lagi?
"Ada apa?" tanya Kevin berbisik pada Mark.
"Masalah tunangannya lagi," jawab Mark.
Kevin mengerti. Boss nya Edward sangat mencintai tunangan nya.
"Siapa Alex?" tanya Kevin, tetap berbisik.
__ADS_1
"Alex Mendoza, tunangan keduanya Non Airin," jawab Mark.
"Hah!" Kevin terkejut.
"Alex Mendoza dan Boss Edward berebut perempuan?" tanya Kevin, tidak mempercayai pendengaran nya.
"Ssssst ...," Mark memberi kode agar diam. Boss nya sedang badmood, Dia tidak mau jadi sasaran kemarahan Edward.
Kevin mengangguk.
Satu perempuan memiliki dua tunangan? pasti bukan perempuan baik-baik.
Kasihan sekali Boss Edward jatuh cinta pada perempuan yang tidak baik.
Pikiran Kevin berkelana.
Mark dan Kevin tidak mengerti jalan pikiran Boss mereka, sehingga bisa berebut seorang perempuan dan sampai rela babak belur begitu. Padahal banyak sekali super model, artis hingga putri-putri dari kalangan atas yang mengejar cinta Boss nya dan sangat ..sangat ... bersedia jatuh di pelukan Boss nya tanpa susah payah seperti ini.
Mark penasaran dengan apa yang terjadi tetapi mood Boss nya sedang tidak baik, bisa-bisa Dia di suruh lembur selama tiga hari tiga malam, kalau tetap bertanya.
"Kev, buatkan Aku surat perjanjian cinta," Edward duduk di kursi dan meluruskan kaki nya di atas meja.
"Surat perjanjian cinta?" tanya Kevin terkejut.
Apa Aku tidak salah dengar? Boss memanggilku pada hari libur hanya untuk membuat surat perjanjian cinta?
Sebenarnya Perempuan seperti apa Airin itu sehingga membuat Boss nya bersikap konyol seperti ini?
Kevin menjadi penasaran pada sosok perempuan yang bisa membuat dua pewaris utama keluarga Adams dan Mendoza bertekuk lutut, seperti ini.
"Iya, Kamu tidak bisa?" tanya Edward menatapnya tajam.
"Bisa ... Bisa ...," jawab Kevin mantap. Kevin adalah salah satu pengacara untuk Adams Corp wilayah Asia di Negara I.
"Ok, kuharap selesai malam ini, yang harus di jelaskan dalam surat itu yaitu bla .. bla ..bla ..," Edward menjelaskan secara terperinci.
Mark dan Kevin, saling berpandangan, merasa tidak percaya dengan apa yang mereka dengar. Boss Mereka benar-benar sudah tergila-gila pada Airin. Mereka menghela napas dan menggelengkan kepala nya serempak.
"Apa?" tanya Edward pada pengacara dan asistennya saat melihat Mereka menghela napas.
"Tidak apa-apa, Boss, Ayo Kita mulai," jawab Kevin mulai fokus mengetik.
"Jangan memandang ku seperti itu, Kalian pasti akan mengalami nya nanti, dan Aku ingin melihat, saat hari itu tiba, apa kalian masih punya Akal sehat," Edward terkekeh.
Mark dan Kevin merasa merinding. Mereka merasa kasihan pada Boss nya yang harus sengsara karena cinta, sehingga harus bertingkah konyol membuat perjanjian hitam di atas putih demi membuktikan cinta nya pada Airin.
__ADS_1
*******
...Terima kasih untuk semua Readers 🤗...