
Setelah Mia pergi dari toko buku itu, Airin melorot terduduk di lantai.
"Aku yang memata-matai, tetapi mengapa Aku yang ketakutan setengah mati," ucap Airin perlahan, mengusap-usap dada atas nya dan mulai mengatur irama jantung nya lagi yang sempat berlompatan tidak karuan.
"Edward tidak datang ke toko buku ini, baguslah, satu point untuk Kamu, Ed," bisik Airin, tersenyum.
"Sedang apa di lantai, ayo berdiri," laki-laki itu mengulurkan tangan kanan nya.
Airin berdiri sendiri tanpa bantuan laki-laki itu. lalu menepuk-nepuk baju belakangnya. Laki-laki itu merasa canggung uluran tangan nya di tolak lalu menarik nya perlahan.
"Ya sudah, Aku duluan ya, novel sebelah sana, dijamin bagus-bagus semua," Airin menunjuk ke arah best seller, lalu mengambil novel-novel yang akan di beli nya dan berjalan menuju kasir.
Laki-laki itu ingin mengejar Airin tetapi Dia ingat harus membeli beberapa buku. Dengan cepat Dia mengambil buku-buku yang ada di depan nya dan beberapa novel dengan judul yang sama dengan Airin, lalu berjalan cepat menuju kasir.
"Kita belum berkenalan, siapa nama mu?" tanya laki-laki itu pada Airin mengulurkan tangan kanan nya lagi.
"Huh," Airin sedikit terkejut karena laki-laki yang tadi sudah ada di samping nya dan mengulurkan tangan nya lagi.
"Aku? emm ... Angel, Charlie Angel," Airin menjawab asal, lalu melirik pada tangan laki-laki itu yang terulur di depannya.
Aku tidak ingin menyentuh tangan laki-laki ini.
Bagaimana kalau Edward ada di sekitar sini dan melihatku memegang tangan laki-laki ini?
Dia memikirkan cara untuk menolaknya secara halus.
Oh, iya topi
"Nama yang bagus," laki-laki itu tersenyum, tetap mengulurkan tangan nya
"Hehe ...," Airin hanya tersenyum
"Nama ku --," ucapan nya terpotong, saat melihat Airin mulai beranjak pergi.
"Ok, bye," ucap Airin setelah menyelesaikan pembayaran. Dia membuka topi dengan tangan kanan nya, melambaikan topi nya lalu berjalan dengan cepat keluar dari toko buku, setelah itu berlari, untuk menghindari laki-laki tadi.
Laki-laki itu mematung dengan tangan terulur, melihat rambut panjang halus Airin yang tergerai indah, mata hijau yang bersinar, lesung pipit dan senyuman manis yang terkembang, menggetarkan jiwa siapapun yang melihatnya.
Cantik, Apa Dia seorang peri?
Jantung nya berpacu semakin kencang.
"Semuanya lima ratus ribu, Kak," ucap Kasir toko buku.
__ADS_1
"Oh iya," Suara kasir membuyarkan lamunan nya. Dia mengeluarkan uang cash nya
"Cantik ya," Kasir toko buku itu melihat ke arah Airin pergi.
"Ya, cantik," Senyum laki-laki itu merekah menatap pada punggung Airin yang semakin menjauh.
Dia kemudian menoleh ke arah kasir dan membawa kantong belanja nya keluar dari toko buku.
Dia berlari mencari Airin ke sana ke mari, tidak perduli dengan tatapan aneh pengunjung Mall. Dia masih ingin mengobrol dengan Airin, tetapi tidak menemukan nya.
"Dia menghilang," laki-laki itu kecewa. Dia menyandarkan tangannya pada dinding Mall dan napasnya terengah-engah.
"Siapa nama nya tadi?" tanya nya pada diri sendiri, lalu mengingat-ingat.
"Ah ya, Angel, Charlie Angel."
"Charlie Angel?" tanya laki-laki itu pada diri sendiri, lalu mengerutkan keningnya mengingat salah satu judul film dari Hollywood.
"Angel Charlie sih sepertinya," Dia ragu-ragu.
"Ya, pasti Angel Charlie," Dia mengangguk dengan yakin.
"Aku akan menemukan mu nanti, Angel," Dia tersenyum lalu berjalan menuju ke sebuah Kafe
Di dalam Kafe, Dia mengedarkan pandangan nya lalu menghampiri dua pemuda yang sedang sibuk dengan laptopnya.
"Ini," Kevin, menyodorkan sekantong buku dan novel.
"Banyak sekali, Kev," ucap Mark membuka kantong nya dan mengatur nya agar di lihat Edward.
"Cara meluluhkan hati perempuan, Cara meluluhkan hati calon mertua, Langkah agar tidak sendirian lagi, twilight, bla .. bla ...," Mark membaca semua judulnya.
"Mengapa repot-repot beli buku, Boss, kan bisa mencarinya di google?" tanya Mark.
Edward terdiam. Dia pun tidak mengerti mengapa Dia ingin ke toko buku hari ini, tetapi saat akan masuk Mall, Dia melihat Mia turun dari mobil.
Edward teringat janji nya pada Airin sehingga Dia langsung masuk ke Kafe di depan nya dan menyuruh Kevin pergi ke toko buku.
Edward mengalihkan pandangan keluar jendela. Dia melihat Airin keluar dari toko milktea, terlihat kerepotan dengan dua kantong besarnya dan berjalan menuju taman.
Mengapa Kamu selalu menyusahkan diri sendiri, Sakura?
Edward menggelengkan kepala, lalu berdiri.
__ADS_1
"Mau kemana Boss?" tanya Mark, melihat Boss nya tiba-tiba berdiri.
"Ada Sakura disini," jawab Edward singkat. Dia mulai melangkah, tetapi teringat sesuatu, lalu menoleh pada Mark.
"Oh ya, Kamu rangkum semua dan berikan laporan nya besok pagi di apartemen ku," perintah Edward pada Mark, tanpa menghiraukan Mark yang terlihat kebingungan dengan banyak nya buku yang harus di baca dan di rangkum.
Edward berjalan dengan cepat menuju ke arah Airin berada.
"Mengapa Kamu membeli buku banyak sekali, Kev?" tanya Mark menatap tajam pada Kevin.
"Hehe ... maaf, itu karena Angel Charlie, membeli novelnya juga," jawab Kevin sambil mengusap leher belakang nya.
"Angel siapa?" tanya Mark bingung.
"Sudahlah ... Apa tunangan nya Boss ada di sini?" tanya Kevin penasaran.
"Hm," jawab Mark singkat.
"Yang mana, Mark?" tanya Kevin lagi.
Mark mengedarkan pandangan keluar mencari sosok Airin dan menemukan nya di taman.
"Yang berpakaian hitam di taman," Mark menunjuk ke arah taman.
Kevin melihat banyak perempuan di taman dan melihat Edward menuju ke arah perempuan yang memakai dress hitam ketat yang sangat pendek.
"Yang itu?" tanya Kevin.
"Iya," jawab Mark tanpa melihat, Dia sibuk mencari nomor kontak dua sekertaris nya untuk menyuruh mereka merangkum buku pesanan Boss nya.
Kevin menatap ke arah perempuan yang memakai dress hitam ketat tanpa lengan yang sangat pendek.
Ternyata selera Boss Edward dan Alex Medoza, perempuan yang seperti itu.
Dilihat dari manapun Angel jauh lebih cantik dari perempuan itu
Eh ? Apa yang kupikirkan.
Kevin menepuk-nepuk pipi nya. lalu berdiri.
"Mau kemana?" tanya Mark.
"Ke toko buku, beli novel," jawab Kevin lalu melangkah pergi.
__ADS_1
*******
...Terima kasih untuk semua Readers 🤗...