Masuk Ke Dunia Novel

Masuk Ke Dunia Novel
Tim Patah Hati


__ADS_3

"Ayo Kita berjalan-jalan ke kebun mawar juga, Pinky, Kakak ingin tahu di mana Edward berkelahi," Sabrina merasa penasaran.


Sabrina merasa tidak betah, terlalu lama berada dalam satu ruangan dengan Mellisa. Apalagi melihat Mellisa mengandung anak dari Aidan. Masih ada sedikit rasa iri didalam hati Sabrina. Bagaimana pun Dia sudah bersama Aidan sejak kecil, tidak mudah menghilangkan rasa cinta yang masih tertinggal di hatinya walaupun sekarang ada Omar.


Airin melihat perubahan wajah Sabrina yang terlihat sedih setelah melirik kandungan Mellisa. Airin menghela nafas.


Ternyata Kak Sabrina masih menyimpan perasaan pada Kakakku Aidan. Baiklah karena Kita tim patah hati, mari Kita bersenang-senang.


Airin melirik ke arah jam dinding yang menunjukan pukul tiga sore.


"Ok, setelah itu, Kita nonton film di atas, Ok," Airin mengajak Sabrina menonton film di mini bioskop yang terdapat di sebelah kamarnya.


"Ok, Ayo," Sabrina mengacungkan jempol nya. Mereka bergegas menuju taman mawar.


"Woah, udara nya segar sekali," Sabrina merasa senang, ia merentangkan tangannya dan berputar.


"Jadi disini Ed dan Alex berkelahi, ck ... ck ...,"


"Dia untukku, bukan untukmu ...Dia milikku, bukan milikmu, pergilah Kamu jangan Kau ganggu, biarkan Aku mendekatinya," Sabrina bernyanyi dan berakting.


"Apaan sih Kak Sabrina," Airin cemberut, lalu berjalan menuju bangku kecil di gajebo


"Hahaha ... Kakak sedang membayangkan Alex dan Edward berkelahi karena Kamu," Sabrina merasa puas meledek Airin.


"Tapi, Kamu hebat juga ya, bisa membuat dua Ice Prince jadi bucin begitu sama Kamu, sampai rela babak belur demi Kamu," Sabrina memberikan standing applause pada Airin.


"Ice prince dari mana? yang satu play boy yang satu raja gombal," Airin bicara perlahan,mengalihkan pandanganya pada pohon mawar putih di samping nya.


"Jadi siapa yang playboy dan siapa yang raja gombal, pinky?" tanya Sabrina yang tiba-tiba melompat di depan Airin, penasaran.


"Woah, Ka Sabrina, kaget tahu" Airin terkejut.


"Hahaha ...," Sabrina tertawa.


"Playboy nya ya Adik Kak Sabrina dan raja gombalnya ya Alex, siapa lagi," Airin menjelaskan.


"Yang Kakak tahu mereka belum pernah dekat dengan perempuan selain Kamu," Sabrina meragukan penilaian Airin.


"Berarti Kakak main nya kurang jauh," Airin kesal.


"Hei, apa maksudmu ...?" Sabrina tidak terima.


"Kakak tahu Irene, perempuan yang menculik ku itu terobsesi pada Edward, Dia bilang Edward memberinya harapan," Airin mengingat kata-kata Irene yang dulu.


"Dan ini bukti yang kedua, Adik Kakak tersayang selingkuh saat Kami masih bertunangan," Airin memperlihatkan video Edward dan Mia.


"Itu ... itu ... Mellisa?" tanya Mellisa tidak percaya.


"Bukan, Kak Sabrina, itu orang lain, Mellisa kan sekarang rambutnya pendek, hamil lagi," Airin menjelaskan.


"Perempuan itu rambutnya panjang dan beda juga pembawaan nya," Airin menambahkan.

__ADS_1


"Ya benar, tetapi mirip sekali dengan Mellisa," Sabrina tertegun.


"Inti nya bukan itu, Kak, inti nya Edward itu playboy, selingkuh," Airin cemberut.


Sabrina menggeleng kan kepalanya.


Aih, Edward bodoh ... pantas saja Pinky membatalkan pertunangan nya.


"Itu mungkin salah paham, Pinky, Edward benar-benar mencintaimu," Sabrina membela Adiknya.


"Tapi mengapa dia menggenggam tangan nya dan begitu akrab dengan perempuan itu?" Airin bertanya, tidak terima.


"Edward juga manusia Pinky, kadang melakukan kesalahan, tapi Kakak yakinkan Kamu, di hatinya hanya ada Kamu," Sabrina membela Edward.


"Entahlah, Kak," Airin menatap kosong ke depan.


Sabrina terdiam, menatap Airin.


Kamu cemburu pada Edward, berarti tidak salah lagi, Kamu memang mencintai Edward ...Pinky.


"Terus Alex? Dia memang ramah, tapi Kakak tidak pernah melihatnya menggombal pada perempuan manapun," tanya Sabrina, mengalihkan pembicaraan. melihat Airin bersedih.


"Masa? Kakak mau tahu apa kata-kata apa yang Dia ucapkan saat Kami pertama kali bertemu sepuluh bulan yang lalu," tanya Airin.


"Apa?" tanya Sabrina.


"Hai, kamu suka anak-anak? Mau jadi Ibu dari anak-anak ku tidak? Itu yang pertama kali Alex katakan padaku, dan Dia selalu mengeluarkan seribu gombalan setiap kali Kami bertemu," Airin mengingat masa lalu.


"Alex, seperti itu?" tanya Sabrina terkejut.


"Wah tidak bisa di percaya," Sabrina masih terkejut mendengar Alex yang hanya bicara seperlunya pada perempuan bisa berubah menjadi laki-laki penggoda di depan Airin.


"Hahaha ... wah Pinky hidupmu benar-benar menyenangkan," Sabrina tertawa.


"Apanya yang menyenangkan?" tanya Airin cemberut.


"Kanan Edward, kiri Alex, haih ... Kakak iri padamu, Pinky," Sabrina menopang kan dagunya di meja dan menerawang.


"Kakak kan punya Omar yang tak kalah Tampan nya dari Kakakku Aidan," Airin tidak mau kalah.


"Tetapi Omar bukan Aidan," ucap Sabrina perlahan, Dia menatap kosong pada bunga-bunga mawar di depannya. Hatinya terasa pedih.


Airin terdiam melihat ekspresi sedih Sabrina.


Ah, sepertinya Aku salah bicara.


Dia mengalihkan pandangannya, tiba-tiba Dia merinding melihat tiang tempat Alex mengunci tubuhnya tadi siang, dan mengingat apa yang Alex lakukan. Dia mengusap-usap lehernya.


"Nonton film sekarang yuk Kak, setelah makan malam Aku akan pulang ke Asrama," Ajak Airin, mencairkan suasana.


"Ayo," Sabrina tersadar dari lamunannya dan tersenyum.

__ADS_1


Mereka kembali ke rumah dan menonton film komedi untuk menghilangkan rasa sedih karena patah hati.


Setelah makan malam, Oma menghampiri Airin yang sedang bermain Ayunan di halaman belakang.


"Sedang apa disini sendirian?" tanya Oma menghampiri Airin dan tersenyum.


"Eh, Oma, sedang melihat bintang," Airin berdiri menghampiri Oma, lalu mencium pipi nya dan memeluk Oma yang di balas oleh Oma.


"Aku, kangen," ucap Airin.


"Oma, juga kangen," memeluk Airin dengan erat, lalu duduk di ayunan di sebelah Airin.


"Maafkan Alex ya," Oma membuka percakapan, sekaligus mewakili Alex mengucapkan permintaan maaf.


Airin terdiam.


Apa Alex sudah mengatakan semua nya pada Oma?


"Selama hidupnya Alex selalu menyimpan semua kesedihannya sendiri, Dia tidak pernah mengeluh seberat apapun tanggung jawab dan tekanan yang Dia hadapi. Tetapi sejak bertemu dengan mu, Oma melihat Dia begitu bahagia dan mulai mengeluarkan berbagai macam ekspresi. Dia yatim piatu Airin, Dia hanya takut kehilanganmu, seperti Dia kehilangan orangtua nya," Oma bercerita panjang lebar.


Airin terdiam, Dia merasa dilema.


"Aku sudah mencoba memilih Alex dan ingin belajar mencintai nya tetapi ternyata Aku tidak bisa melawan hatiku sendiri, Oma. Aku tidak mencintai Alex, dan tidak ingin lebih menyakitinya dengan terus membiarkan nya bersamaku," Airin tertunduk.


"Aku benar-benar meminta maaf, Oma," Airin masih tertunduk. Dia benar-benar ingin memilih Alex, tetapi hatinya menolak.


"Hahhhh ... Alex tidak beruntung, mau bagaimana lagi, hati memang tidak bisa di paksakan," Oma menghela napas, Dia merasa sedih cinta cucu nya yang begitu besar pada Airin tidak berbalas.


"Datang lah sesekali dengan Nenek mu ke Negara P, walaupun Alex dan Kamu tidak bersama. Oma merasa kesepian disana sendiri, karena Alex sangat sibuk," Oma menatap penuh harap pada Airin.


"Baik, Oma," Airin tersenyum.


"Ya sudah, Oma pulang dulu ya, sampai bertemu lagi," Oma berdiri. Mereka saling berpelukan, kemudian Airin mengantar Oma dan Alex sampai di depan rumahnya.


"Hati-hati di jalan dan sampai jumpa lagi ya Oma," Airin melambai kan tangannya.


"Iya," Oma tersenyum, membalas lambaian tangan Airin dan masuk ke dalam mobil.


"Maafkan tindakanku tadi siang ya Airin, Aku khilaf," ucap Alex menyesal.


"Aku memaafkan mu Alex, hati-hati di jalan ya," Airin tersenyum.


"Aku -," Kata-kata Alex terpotong karena di panggil oleh Oma.


"Alex, ayo cepat," Oma memanggil.


"Iya, ...," jawab Alex


"Bye, Airin," Alex merasa sedikit kecewa, karena belum puas berbicara dengan Airin. Seharian ini Dia di tahan oleh Om Agung dan Paman Andrew yang terus berbicara mengenai bisnis.


"Bye, Alex," Airin tersenyum.

__ADS_1


*******


...Terima kasih untuk semua Readers 🤗...


__ADS_2