
ERINA GRAND
20.00
Erina Grand, adalah seorang siswi SMA yang terkenal pemberani dan percaya diri, dia memiliki paras yang cukup cantik, dengan tubuh mungil.
Malam itu, Erina akan dijemput oleh Rena temannya untuk menghadiri pesta Zahra, Erina bersiap-siap untuk berangkat, tetapi, ibunya menghalangi.
Memang sulit bagi Erina untuk keluar rumah, apalagi malam hari, begitulah keadaan anak yang strict parent, tetapi dengan berbagai alasan, Erina berhasil keluar dan menuju ke mobil Rena yang sudah terparkir dihalaman rumahnya
"Kok lama?" Tanya Rena pada Erina
"Biasa, Ibu tadi sempat melarangku lagi, tetapi aku membuat alasan yang sudah ku buat sejak tadi pagi, alasanku sudah terstruktur" Cengir Erina
Rena hanya menghela nafas, kemudian melajukan mobilnya
"Buktikan kepada ibumu kalau kau bisa menjaga diri dan akan berhati-hati"
"Aku sudah mencoba, tetapi aku selalu tidak bisa membuktikannya" Erina menopang dagu, lalu memutar bola mata malas, selama di perjalanan, hanya musik yang mengiringi suasana yang terasa dingin itu
Tak lama kemudian
__ADS_1
'Brakk'
Erina dan Rena terkejut saat ada yang tertabrak di bagian spionnya, mereka pun berhenti dan melihat keluar. Ternyata, mereka menabrak burung gagak hitam yang cukup besar
Karena terburu-buru, Rena yang menyetir tidak menghiraukan apa yang terjadi, dia kembali melajukan mobilnya sampai ke tempat tujuan
HOTEL SATURNUS 20:30
Erina turun lebih dulu, kakinya langsung menginjak karpet merah yang di susun cantik di depan pintu utama, Rena yang baru saja turun pun dibuat ternganga dengan kemewahan pesta itu, ternyata Zahra temannya itu orang kaya
Mereka langsung saja masuk, penjagaan disana tidak terlalu ketat, Erina sempat memikirkan hal itu, tetapi pasti keluarga Zahra sudah mempersiapkan sebaik mungkin
"ERINAAA!!" Teriak Zahra dari seberang mereka, gadis itu mengenakan dress kuning langsat yang mewah dan berkilauan, Zahra terlihat cantik sekali
"Hai kalian, apa kabar?" Ramah Zahra
"Kami baik, kamu sendiri?"
"I am always fine" Ucap Zahra kemudian tersenyum lebar
Kemudian datang seorang pelayan yang membawa satu nampan minuman
"Mau minum?" Tawar Zahra
__ADS_1
"boleh"
Kemudian mereka bertiga minum dan menikmati malam itu dengan menari dan bersulang.
Pesta itu berlangsung sampai larut malam, atau bahkan sampai pagi. Suasana pada malam itu sangat ramai dan meriah
Ya, jam menunjukkan pukul tiga pagi, dan mereka masih berlanjut, tetapi mereka sudah sedikit lemas, musik pun mulai pelan
Tiba-tiba, datang salah satu teman mereka yang berlari dengan panik, laki-laki itu hendak mengatakan sesuatu, tetapi ucapannya tidak jelas karena nafasnya tersengal-sengal dan ditambah panik
Sebelum bisa memahami apa yang dikatakan laki-laki itu, ledakan besar terjadi di aula
'Duarrrrrrrrrrrrr'
Semua yang ada disana berlari kalang kabut untuk menyelamatkan diri, begitu pula Erina dan teman-temannya, tetapi, karena posisi mereka saat ini sedang mabuk, maka tingkat kesadaran mereka menurun, dan tidak kuasa berlari dengan cepat
'Brakkk'
Patung di dalam hotel roboh, dan memakan banyak korban, darah berceceran dimana-mana, semua yang ada didalam hotel berlarian untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing
Kemudian tanah disana bergetar sangat kuat, atap-atap mulai roboh. Hanya dalam hitungan detik, Hotel Saturnus menjadi rata dengan tanah, begitu pula Erina, Rena dan Zahra, juga pengunjung disana yang tidak berhasil selamat, terkubur bersama puing-puing hotel itu.
...****************...
__ADS_1