
Squawk
Itulah nama yang diberikan Asera kepada burung gagak yang dirawatnya, Asera menjadikan Squawk sebagai temannya, Asera juga meminta maaf kepada Squawk karena perbuatannya, Squawk hampir sekarat.
Hari ini adalah hari dimana Asera dan Luke akan pergi ke Gunung Es, sebagaimana yang dikatakan pedagang yang diketahui bernama Guladril, Asera sudah membicarakannya dengan Sasargun dan langsung disetujui
"Bawa ini saja, Asera, itu berat" Ujar Luke pada Asera
"Aku ini kuat" Asera mengucapkan sepatah kata dan tidak menghiraukan Luke, dia masih saja mengangkat dua bilah pedang yang sangat berat, tetapi bukan Asera namanya jika harus mendengarkan Luke yang seakan-akan menganggap dirinya lemah
"Asera! aku tidak akan ikut jika kau tidak mendengarkan" Ancam Luke
Asera tidak peduli dan malah berjalan menaiki tebing yang curam, sekarang yang dipedulikan Asera hanya bagaimana caranya mendapatkan kemampuan seperti yang dikatakan oleh Guladril, Gunung Es
Asera mengajak Squawk di perjalanan perdananya, dia berharap jika Squawk juga mendapatkan kemampuan baru, tetapi Asera tidak tahu pasti kemampuan dari Squawk
Luke berjalan mensejajarkan langkahnya dengan langkah Asera, kali ini Luke membawa satu bilah pedang, hanya itu saja, karena memang benar mereka tidak berniat camping
"Apa kau yakin? ini akan berat" Ujar Luke
"Tidak apa-apa, aku menginginkannya"
"Ya, dan aku menemanimu"
Asera beradu pandang dengan Luke, dia segera mengalihkan pandangannya, bagaimana tidak, Asera tidak tahan dengan paras Luke yang nyaris sempurna, Asera tidak mau memperjelas hal itu, hingga dia memilih mengabaikannya.
"Punya makanan?" Tanya Luke tanpa memandang Asera
Asera menggeleng, dia memainkan sayap Squawk, kemudian mereka terkejut ketika didepan mereka terdapat jurang yang dalam, mereka membutuhkan kemampuan Luke dalam situasi itu
"Mau naik?" Tawar Luke pada Asera
Asera menggeleng kuat, dia tidak ingin menguras tenaga Luke karena halangan sepele seperti itu.
"Kita cari cara lain" Ucap Asera, kemudian dia melirik Squawk, dia teringat bagaimana kekuatan Squawk, Asera mencoba meminta bantuan pada burung itu
"Squawk, bisakah kau membantuku" Ucap Asera lembut, Squawk hanya sibuk dengan makanan di pundak Asera, tanpa memperdulikan permintaan Asera, Squawk malah pergi, terbang menjauh dari mereka berdua. Luke menghela nafas berat
"Kenapa kau bisa memelihara burung tidak berguna itu, lihat! dia pergi," Luke mengomel pada Asera, kemudian dia menggunakan kemampuan berjalan di udara miliknya, dia menyebut itu fly kongqi
__ADS_1
Luke segera melangkahkan kakinya ke jurang yang tidak bertanah itu, Asera sempat ingin menarik Luke, tetapi dia percaya pada Luke
Tiba-tiba, Luke terjatuh, dia gagal melakukan kemampuan fly kongqinya, karena dia lupa untuk mengingat nama dewi langit, itu adalah bagian agar berhasil melakukan trik itu
"LUKEEEEE!!!!!!" Asera berteriak, dia segera menangkap tangan Luke yang masih sempat dijangkau, tetapi karena Luke lebih berat, maka pegangan tangan mereka terputus, sehingga Luke terjatuh
Tiba-tiba, Squawk datang dengan ukuran yang berbeda, dia cukup besar, burung itu segera menyusul Luke yang jatuh ke jurang, Asera kagum melihat perubahan Squawk, dia yakin dari awal jika Squawk itu berguna
...****************...
Gunung Es terlihat menjulang tinggi, dengan kilatan es nya, warna putih bercampur biru yang memiliki aura yang kuat, menyebabkan Asera dan Luke bersemangat untuk masuk ke dalam.
"Ayo Luke" Asera menyeret Luke untuk masuk ke dalam, disana, mereka melihat pahatan patung es raksasa yang benar-benar indah, disana sangat dingin, apalagi jika mereka semakin masuk ke dalam
sesampainya di perut gunung, mereka mendapati ada seorang pria tua yang terlihat serius mengotak atik bongkahan es yang terlihat berbeda, mereka pun menyapanya
"Permisi, apakah kau seorang guru?"
"Tidak, kalian langsung kebelakang saja, disana kalian bisa berlatih!"
Orang itu langsung mengatakan itu tanpa sambutan yang panjang dan pantas, pasti sudah banyak yang pernah berlatih disana
Tiba-tiba, tanah disana mulai bergetar, terlihat akan runtuh, Asera dan Luke terpaksa harus melompat ke bagian diseberang jurang agar selamat, mereka mencari cara, hingga menemukan ide, dengan cara dia harus belajar berjalan di udara, itu skill terhebat sejauh ini, karena biasanya itu dimiliki oleh seorang master
Luke dan Asera terjatuh ke dasar jurang, mereka selamat dari reruntuhan, tetapi mereka tidak yakin bisa kembali, hingga mereka mendapati taman bunga yang luas dan sebuah rumah kecil, mereka menebak jika sebelum mereka, sudah ada orang yang menempati dan masuk gunung ini
"Ayo, akan ku ajari cara menguasai udara" Ajak Luke,
...****************...
Luke yang sekarang sibuk duduk di bongkahan es yang besar, dia terlihat bersemedi, tetapi jiwa Luke sebenarnya ada di alam lain yang sekarang ini sedang beradu kemampuan dengan makhluk aneh yang menyeramkan
"Cari mati ya" Luke meninggikan suaranya, tatkala makhluk yang dikenal dengan Flupp Es itu menyerangnya dengan brutal, makhluk itu memiliki mulut bulat seperti gurita, dia tidak punya kaki ataupun tentakel, tetapi bagian bawahnya seperti slime berukuran raksasa
...FLUPP ES...
Luke terus saja menghindari serangan, sampai dia terpental akibat sambaran bagian tubuh makhluk itu, Luke sendiri tidak tahu bagian tubuh mana yang tadi mengenainya
__ADS_1
"Sial!!!" Luke berlari mendekat dengan menodong pedang, menggores bagian bawah Flupp Es, makhluk itu berusia seribu tahun, maka dari itu dia sangat kuat
Luke hanya membuatnya semakin marah, Flupp Es kemudian meruntuhkan semua Bongkahan es yang tergantung di langit-langit
Disisi lain, Asera berusaha menggabungkan dua bunga yang memiliki kemampuan bertolak belakang, yaitu Bunga Oil dan Bunga Air, yang dimana Bunga Oil dan Air berbahaya bagi siapapun yang berusaha menyatukan mereka
Asera duduk ditengah taman dengan fokus kepada apa yang dikerjakannya, dia terlihat serius
"Ashhh" Asera kesakitan karena efek kedua bunga yang mulai melebur, Asera menahan itu, dia berusaha menetralkan pernafasannya, jantungnya berdetak kencang
'Erina, apapun dan dimanapun kamu berada, jangan lupa untuk percaya pada dirimu sendiri, yakinlah jika kau pasti bisa'
Terlintas di benak Asera, perkataan yang pernah diucapkan oleh ibunya dulu, ya, ibunya Erina, dan sekaligus Asera
...****************...
Luke terlihat menancapkan pedangnya ke mata Flupp Es itu, cairan lengket keluar dari matanya, Luke berhasil mengalahkan makhluk itu
"Menjijikkan" Luke terlihat mencibir Flupp Es yang mati dengan cairan yang keluar dari matanya, kemudian dia memasukkan pedang ke tempatnya, mendekat pada Bangkai Flupp dan mencari cahaya
Setelah beberapa lama mengitarinya, sebuah cahaya keluar dari tubuh Flupp dan segera masuk ke tubuh Luke hingga membuatnya tersadar, jiwanya kembali menyatu pada raganya
Hingga manik mata Luke melihat Asera duduk ditengah taman dengan kesakitan, Luke panik dan segera berlari ke arah tersebut, dia melihat Asera yang tetap saja mempertahankan kedua bunga yang melebur ditangannya.
Tak lama kemudian, Bunga tersebut terbakar
"Aaaaaaaaaaaaashhh" Asera berteriak ketika tubuhnya serasa tersengat listrik dan terbakar api, memang benar bunga oil ditangannya terbakar, tetapi, bunga air di tangan kiri segera mengatasinya, hingga membuat tangannya mengeluarkan uap. Setelah itu Asera lemas
"Asera!!! kau tidak apa-apa?" Luke segera menopang tubuh Asera
"Aku baik-baik saja" Asera berusaha berdiri, kemudian cahaya masuk ke tubuhnya, cahaya itu berasal dari kedua bunga yang sudah bersatu
Keesokan harinya...
Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah, mereka akan melatih skill yang mereka dapat, diperjalanan, mereka bertemu dengan orang tua yang kemarin menyuruh mereka kebelakang
"Hal baru apa yang kalian dapat?" Ucapnya dengan suara yang pelan
"Kami memiliki skill menguasai udara dan mengubah naga menjadi transparan dan lebih luwes,"
__ADS_1
Ucap Luke yang dibalas anggukan, kemudian mereka diperbolehkan untuk pulang, mereka disana hanya satu malam, tidak lupa mereka juga membawa Squawk untuk pulang.