
Sasargun melihat Asera dan Luke yang sedang bersama, dia tersenyum melihat kedua anak itu mau bekerja sama
"Ini yang dinantikan negeri ini, kedamaian pasti akan datang, Asera Armos, kau yang digariskan di dalam takdir sebagai penolong negeri" Sasargun meneteskan air mata ketika mengingat bagaimana keadaan negeri yang sedang kacau itu
Sasargun melangkah ke meja ramuannya, dan membuat beberapa ramuan, juga dia menempa beberapa senjata kecil yang dia pikir akan bermanfaat dan akan dibutuhkan di waktu yang mendesak
"Bagaimana cara membuatnya, Guru" Tiba-tiba Asera datang bersama Luke, dan menanyakan tentang senjata itu, Asera tertarik dengan apa yang ada di tangan Sasargun
"Ini? senjata yang aku buat sendiri" Sasargun menunjukkan senjata itu pada Asera
"Woah, ini keren, dan, tidak berat, bisakah kau mengajariku, guru?" Mata Asera berbinar setelah memegang benda itu, dia sangat tertarik, Senjata itu berbentuk seperti sarung tangan, tetapi itu lebih terbuka, dan terdapat lubang berisi jarum, dan akan berfungsi apabila di tekan dan di perintah oleh pemiliknya
"Baiklah, Aku akan mengajarimu, begitu juga Luke, kemarilah" Sasargun mulai mempraktikkan bagaimana cara membuatnya
"Apa itu aman?, Nanti aku harus mencobanya dulu sebelum Asera" Ucap Luke Dengan wajah tak berdosa setelah mengatakan itu,
"kenapa?" Asera mengernyitkan dahi
"Karena, em, karena aku laki-laki, dan, aku adalah, aku--aku murid pertamanya" Ucap Luke terbata-bata
Asera memicingkan matanya
"Lalu kenapa, lagipula aku akan membuat sendiri, dan akan ku coba sendiri" kemudian Asera melipat tangannya di dada dan berlalu dari samping Luke menuju ke meja Sasargun
Luke mendecak kesal lalu mengikuti Asera, mereka berdua duduk di kursi samping Sasargun
"Baiklah, akan aku mulai, ini adalah tanaman lyly hantu, tanaman ini berbahaya, dan hanya digunakan untuk bertarung dengan hewan, karena tanaman ini akan menimbulkan efek stun, dan ingat, ini hanya untuk hewan" Sasargun memulai dengan mengenalkan tanaman lyly hantu, agar Asera dan Luke tidak sembarangan menggunakannya
Asera mengangguk paham, sedangkan Luke yang sudah mengerti hanya diam, dan merasa jika itu adalah hal dasar yang semestinya sudah diketahui
"bagaimana jika terkena manusia?" Tanya Asera
"Tidak berfungsi untuk manusia" Jawab Sasargun
"Guru, apa tidak terlalu lama mengajarkan dari awal? Aku sudah cukup tau" Luke mendengus sebal ketika Sasargun hanya mementingkan Asera
Sasargun terlihat berpikir sejenak, benar juga ucapan Luke tadi. Setelah beberapa waktu berpikir, Sasargun kemudian beranjak pergi mengambil sebuah buku tebal yang kemudian dia berikan pada Asera
__ADS_1
Kini Asera memegang buku tebal yang cukup usang dengan judul " Magic Soul ". Asera terkekeh sebentar, dia berpikir judul buku itu seperti judul buku dongeng masa kecilnya
"Pelajari itu Asera, mungkin kau akan menemukan hal yang belum bisa aku lakukan" Ucap Sasargun penuh harapan
Asera mengangguk mengiyakan, kemudian membuka buku itu halaman demi halaman, buku itu berisi tentang bagaimana cara membangkitkan kekuatan tersembunyi dalam tubuh, pengetahuan tentang jiwa suci, reinkarnasi, transmigrasi, cara untuk membuat senjata dengan bantuan alam, jurus untuk meningkatkan kemampuan dan mengunci jiwa dalam tubuh, juga masih banyak lagi
Luke memicingkan mata pada Asera, menandakan jika dia akan lebih dulu belajar daripada Asera, itulah Luke yang selalu tidak jahil pada Asera
Asera melihat Luke, dan dia hanya memutar bola mata malas, dia tidak ingin meladeni Luke saat ini
Asera pergi keluar rumah dengan membawakan buku itu, tanpa sengaja, dia membuka pada halaman dimana kemampuan dapat ditingkatkan dari dalam diri sendiri, yaitu dengan konsentrasi dan menghubungkan kemampuan serta pikirannya dengan alam sekitar
Jangan tanyakan dimana Squawk, burung itu pergi dari pagi buta, dan akan datang sendiri ketika Asera membutuhkannya, memang terdengar jahat tapi begitulah cara mereka berdua berdampingan
Tak lama kemudian, Asera diminta oleh Luke pergi ke desa untuk mengambil Air suci, Alasanya, disana banyak wanita, dan Luke malu jika disana dia laki-laki sendiri
...****************...
"Siapa kau?!!!" Asera meninggikan suaranya, dan bersiap menyerang ketika ada seseorang yang menghalangi jalannya
Asera baru saja pulang setelah mengambil Air suci, tanpa persiapan yang panjang, Asera dan orang itu bertarung dengan sengit, mengingat kemampuan berpedang Asera yang sudah cukup baik, membuat Asera senantiasa merasa aman dimanapun
Luke merasa tidak nyaman ketika menyuruh Asera, maka dari itu dia menyusulnya, tetapi jauh dari apa yang dibayangkan, Asera malah diserang dan tidak sadarkan diri, Luke merasa bersalah, kemudian dia membawa Asera pulang
Di rumah Sasargun...
Sasargun berusaha menyadarkan Asera dengan berbagai cara, namun tidak ada respon apapun, hampir tiga jam mereka berusaha menyadarkan Asera
Luke menggigit bibir bawahnya, tangannya mengepal, seakan-akan ingin memukul dirinya sendiri. Bagaimana bisa dia menyuruh Asera pergi sendirian malam malam
Disisi lain, Asera berteriak didalam tubuhnya sendiri, dia ada disana, dia mendengar semuanya, tetapi tidak bisa keluar, seperti jiwanya sedang disegel dalam tubuhnya sendiri
"Apa ada orang??" Asera bertanya disana
"Halo?"
"Apa ada orang?" Asera terus saja bertanya, walaupun tahu tidak akan ada yang menjawabnya
__ADS_1
Kemudian dia teringat jika dia telah diserang oleh seseorang, dan orang itu juga pasti yang sudah menyegel dirinya. Sejenak Asera berpikir, apakah itu adalah segel jiwa yang pernah dia baca di bukunya Sasargun?
Jika iya, pasti ada jalan keluarnya, tetapi---
Asera mendecak sebal dan sempat mengumpat ketika dia ingat bahwa kemarin dia tidak jadi membaca cara keluar dari segel jiwa, karena Luke yang menyuruhnya pergi mengambil Air suci kemarin
"Awas saja, bedebah sialan" Asera mengumpat Luke dan terus seperti itu
Tidak tahu harus bagaimana, Asera berjalan dan melihat disekitarnya. Ya, dia ada dalam tubuhnya sendiri, didalam sana terlihat kamampuan dan energi yang sangat campur aduk, itu berbentuk seperti gelombang frekuensi dengan berbagai warna, Asera merasa, energi ditubuhnya tidak tertata dengan rapi
"Mungkin aku harus banyak latihan ya" Ucap Asera yang merasa sedikit malu pada dirinya sendiri
'Duarrrrrr'
Tiba-tiba suara gemuruh terdengar, gelombang hitam terlihat di langit-langit, yang kemudian membentuk sebuah sosok misterius yang menyeramkan
Asera sempat takut, tetapi, Asera ingat bahwa ketakutan hanya akan menggagalkan rencananya
"Aku, Adalah Kau, Asera Armos" Ucap sosok hitam itu
Asera tercengang dan memutar otaknya dengan keras
"Aku? bagaimana? bagaimana?" Asera bersikap seperti orang bodoh disana, dia bingung sendiri dengan keadaannya saat ini. Mulai dari dirinya yang disegel dalam tubuhnya sendiri, dan sekarang sosok tidak jelas rupanya yang mengaku-ngaku sebagai dirinya
Sosok itu menyerang tanpa aba-aba, itu membuat Asera terkejut dan reflek menghindar, untung saja Asera masih sempat
Asera hendak mengambil pedangnya, tetapi betapa terkejutnya dia ketika menyadari jika pedangnya tidak ada, dia akan bertarung dengan tangan kosong? yang benar saja
Sosok itu mulai menyerangnya, Asera berusaha menghindari sambil mendekati sosok itu, berencana menyerang dari jarak dekat, Asera berusaha mati-matian untuk menghindari dan menyerang, tetapi sosok itu seperti kilat, sangat cepat, Hingga Asera mulai kelelahan dan terkena serangan sosok itu, dia terkena serangan dibagian tangan kirinya, dan seketika bagian itu tidak bisa digerakkan
Asera masih terduduk, dia kesulitan berdiri, Tiba-tiba, ada suara yang tidak asing terdengar dari luar
"Asera, kumohon sadarlah, aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian lagi, aku akan melakukan apapun, kumohon jangan pergi untuk kedua kalinya" Ucap Luke yang dengan mudahnya ditangkap oleh pendengaran Asera
"Kau tahu apa yang ingin aku ucapkan, Asera, jika kau ingin tahu, bangunlah" Tambah Luke lagi
Air mata Asera menetes ketika mendengar penuturan Luke, sejenak dia mengabaikan rasa sakitnya
__ADS_1
"Aku tahu kau menghawatirkanku Luke, dan selalu saja begitu"