MATA SANG PEWARIS

MATA SANG PEWARIS
6.MALAPETAKA UNTUK VORGON


__ADS_3

Memberi satu kantong emas setiap tahun, itulah cara Vorgon Armos, kaisar dari kekaisaran Armos untuk merayakan hari ulang tahun kekaisaran


Malam hari di Desa Wasera, seruan memuji Vorgon terdengar dimana-mana, penduduk juga menyalakan sebuah lentera yang indah, pertanda kebahagiaan mereka


"Rakyatku, terus berpihak lah padaku, kalian akan mendapat emas setiap bulan" Ucap Vorgon di depan beratus-ratus rakyatnya


"Vorgon, Vorgon, Vorgon" Ya, mungkin seperti itulah sorakan kegembiraan penduduk yang ditujukan pada Vorgon, dengan menyebut nama dan mengagungkannya


Tiba-tiba, kabut tebal datang dan menyelimuti seluruh desa, kabut itu diketahui berasal dari belakang gunung Agora yang terkenal keramat. Suasana disana menjadi hening, dan menegangkan, bahkan raut wajah Vorgon terlihat berubah.


"Apa itu dia?" Ucap salah satu penduduk


"Celakalah kita" Sahut yang lain


Vorgon terlihat menyadari sesuatu, dia segera pergi dari sana dengan marah, tidak tahu apa yang dipikirkan Vorgon sekarang, tetapi dia seperti tidak terlihat tenang


"Asera Armos, sudah kuduga kau belum mati" Gumam Vorgon sambil menahan amarah


Sesampainya di kekaisaran, Vorgon langsung menuju ke kamarnya setelah beberapa menit, kekaisaran Armos memang besar dan megah, tidak ada kesengsaraan disana, hanya saja, jika ada yang berbuat kesalahan, maka akan dihukum sangat berat


Vorgon terlihat berpikir


"Anak itu sudah mati, aku ingat, dia sudah tidak bernafas lagi"


"atau mungkin bukan, apa yang satunya?"


Vorgon sempat menepis pikirannya tentang keturunan Louis yang masih hidup, tetapi, berbagai kemungkinan terus menerus masuk ke pikirannya, membuat Vorgon sangat tidak tenang


"Kumara!!!!" Vorgon berteriak memanggil istrinya


"Ada apa Kaisar?"


"Anak Louis masih hidup, perintahkan prajurit untuk menaikkan pajak pada warga untuk memancingnya"


Kumara terlihat bahagia ketika mendengar kabar itu, walaupun dia tidak pernah tahu bagaimana keluarga Louis Armos, tetapi Kumara sendiri tidak menyukai perbuatan suaminya


"Baik kaisarku, dan, hari ini ada satu pelayan baru, dia baru kami bawa dari desa, dia butuh pekerjaan" Tukas Kumara, Istri kaisar satu ini memang baik hati, dia tidak pernah melakukan hal yang buruk, berbeda dengan Vorgon yang berhati Iblis yang memakai topeng kelinci


"Hm baiklah" Vorgon mulai memijit keningnya dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kabut putih seperti milik Louis, Vorgon merasa terancam, dia yakin jika apa yang ada pikirannya benar, maka anak Louis pasti akan balas dendam


...****************...


"Kakak, itu milikku?"


Vorgon menangis ketika melihat mainan kesayangannya diambil Louis, saat mereka masih berumur lima dan empat tahun, di depan aula kekaisaran, mereka bersama ayah dan ibu mereka, Lobert Armos dan Aviane,

__ADS_1


"Sayang, ini bukan milikmu, kau harus mengembalikannya," Ucap Aviane pada Louis kecil


"Tidak, aku tidak mau ibu, ini milik kami beldua" Mata Louis kecil mulai berkaca-kaca


"Kemari nak" Lobert menyuruh mereka berdua datang kepadanya


"Dengarkan ayah nak, mainan itu, untuk kalian berdua, kalian harus berbagi, karena kalian saudara" Ucap Lobert seraya menunjuk mainan yang dipegang Louis


"Tetapi, jika milik kalian diambil oleh orang lain, tanpa sepengetahuan kalian, maka kalian harus mengambilnya kembali, itu hak kalian" Lanjutnya


"Hak?apa itu hak, ayah?" Tanya Vorgon kecil dengan polosnya


"Hak itu, sesuatu yang menjadi milik kita, dan harus kita pertahankan, hak kita tidak boleh diambil oleh orang lain"


Aviane mendekat dan memeluk mereka berdua


"Kalian harus selalu melindungi satu sama lain, banyak ancaman diluar sana, apa kalian mengerti?"


Vorgon dan Louis mengangguk kecil, dan membalas pelukan ibunya


"Kalian akan mempertahankan Armos, itu harapan ibu"


...****************...


"Aaaaa" Asera kecil berteriak ketakutan sambil memeluk Ibunya. Terjadi pemberontakan di kekaisaran yang dilakukan oleh Vorgon. Saat itu Louis sedang ada tugas di perbatasan negara


"Kenapa Kalian ini?"


"Kami mendapat perintah"


Hanya itu saja yang dikatakan prajurit, membuat sang permaisuri tidak habis pikir, siapa yang melakukan hal seperti ini, tirai-tirai dibakar habis, semua yang ada di kekaisaran sudah tidak beraturan


Sang permaisuri dan Anaknya, Asera Armos yang masih kecil berhasil dibunuh oleh prajuritnya atas perintah Vorgon


disisi lain, Vorgon melakukan pembunuhan pada Louis, Vorgon menyusul Louis ke tempatnya bertugas, dengan berbagai perlawanan yang sudah dilakukan oleh Louis, tetapi dia masih bisa dibunuh dengan tusukan pedang tepat di jantungnya


Hari itu, adalah runtuhnya pemerintahan Louis Armos sebagai kaisar, juga pembantaian yang dilakukan Vorgon pada keluarga Louis


Vorgon berteriak sambil memegangi kepalanya yang terasa nyeri saat mengingat masa itu, masa dimana dia melakukan pembantaian pada keluarga kakaknya, bodohnya dia, mengapa dia tidak memastikan keluarga itu benar-benar mati dulu


Vorgon merasa, ajalnya akan segera tiba, tetapi dia akan melakukan segala cara untuk menghindari itu. Dia pun segera mencari penasihat kekaisaran dan ingin mengetahui kunci dari kekuatan terlarang Armos.


...****************...


Vorgon memborgol tangan penasihat kekaisaran, memaksanya memberitahu kunci kekuatan itu. Kini mereka berada di aula kekaisaran dengan cahaya terang yang terpancar dari buku tebal ditengah-tengah mereka, suaranya menggema di setiap sudut aula

__ADS_1


Anor, itulah nama penasihat yang kini sedang dipaksa untuk mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakannya


Dengan segala cara, Vorgon berhasil membuat penasihat itu buka mulut dan memberitahu kunci dari kekuatan terlarang Armos


Akhirnya, Vorgon bisa membuka kekurangan terlarang dan akan menghidupkannya, sebuah malapetaka yang sudah disegel oleh para leluhur kekaisaran, akan muncul lagi. Makhluk yang mengerikan dan akan membunuh tanpa ampun


Disisi Lain....


"Apa yang kau lakukan Asera, itu hanya akan menguntungkan Vorgon" Luke mengomel pada Asera


"Aku hanya menjenguk keramaian itu, aku penasaran, tidak tahu jika kedatanganku akan membawa kabut tebal"


"Ya, kabut itu adalah dari pelatihan kemarin, kau harus waspada Asera, Vorgon pasti akan membunuhmu" Ujar Luke


"Kenapa aku harus waspada?"


"Karena Vorgon itu musuhmu, Vorgon adalah alasanmu hidup saat ini Asera, untuk balas dendam"


Asera mengernyitkan kening ketika mendengar kata balas dendam


"Balas dendam? aku tidak punya tujuan itu" Bantah Asera


"Kau punya, Asera, karena Vorgon telah membunuh orang tuamu, keluargamu, termasuk dirimu" Ucap Luke dengan penuh penekanan


Asera terkejut mendengar penuturan Luke, pembantaian, itu hal yang tidak beretika, dan sangat kejam. Asera tidak menyangka, selama ini dia tidak punya keluarga karena keluarganya habis terbantai


"Vorgon Armos, Armos? itu nama belakangku kan?" Tanya Asera dengan tatapan kosong, dia masih tidak percaya jika masa lalunya sebegitu kelam


"Kau tadi mengatakan Vorgon akan memburuku kan?" Lanjut Asera dengan dingin, dibalas anggukan oleh Luke


"Maka biarkan saja, aku akan menghadapinya, dan aku akan menunggunya


"Aku bersamamu, Asera, bawa negeri ini ke kedamaian dan ketenteraman, buatlah revolusi yang besar, Asera"


Malam harinya, Asera duduk sendirian di pinggir jurang yang curam, dia masih memikirkan perkataan Luke. Asera masih tidak percaya jika dirinya dulu adalah seorang putri dari seorang kaisar, dan dia dibunuh oleh Vorgon yang saat itu sebagai pamannya


"Asera" Sasargun menghampirinya


"Melawan atau tidak, itu pilihanmu nak, tetapi negeri ini harus dirubah, dan kekaisaran yang harus dipegang oleh pemimpin yang tepat, dan kau memiliki semua hak itu"


"Aku harus melawan Vorgon, Guru, bagaimanapun caranya"


"Akan ada banyak kejutan di setiap perjalananmu nanti, aku yakin itu, akan ada yang menolongmu saat kau jatuh, syaratnya, kau juga harus membantu orang lain" Sasargun menasihati Asera


"Baik Guru, aku akan berlatih dengan keras"

__ADS_1


Sasargun mengelus surai rambut Asera, Sasargun sudah menganggap Asera seperti anaknya sendiri


__ADS_2