
Malam hari pun tiba, Sasargun mulai melakukan perjalanan bersama Asera dan Luke untuk menemui Thoros, Guru besar yang akan membantu Asera dan Luke. Malam itu adalah malam yang akan menjadi saksi dimulainya perjuangan Asera untuk mendamaikan negeri
Asera menyusul Luke pergi ke kandang kuda, mereka akan menaiki kuda kali ini, karena rumah Thoros yang lumayan jauh. Asera menghampiri kudanya, mengelusnya dengan lembut
"Dukung aku untuk mengalahkan Vorgon" Ucap Asera pada kuda itu
"Qwakk, qwakk, qwakk" Squawk bersuara tanda mengiyakan permintaan Asera, padahal Asera berkata pada kuda didepannya, bukan pada Squawk
Asera tersenyum dan memukul Squawk pelan, "Aku berbicara pada kudaku" Ucap Asera lagi
"Hei, sudahlah, hewan itu tidak bisa berbicara, jangan buang-buang waktu" Tukas Luke yang tiba-tiba menjadi menjengkelkan
Asera membalikkan badan, memberi tatapan tajam pada Luke
"Oh iya, maaf" Ucap Luke kemudian langsung menaiki kudanya
Sasargun sudah siap dengan perjalanan mengantar Asera dan Luke untuk proses revolusi yang besar
"Anak-anak, kalian sudah siap?"
Asera mengangguk, kemudian Sasargun menjalankan kudanya diikuti Asera dan Luke
Malam yang cerah itu mengiringi perjalanan mereka dan bulan memberi penerangan, serta suara hewan yang membuat mereka selalu merasa aman
...****************...
Setengah perjalanan, mereka merasa ada yang berubah dengan suasana disekitar mereka, mereka merasa ada yang mengawasi, malam itu berubah menjadi waktu yang mencekam.
Asera sudah menyadari terlebih dahulu daripada Luke, sedangkan, Sasargun sudah menyadari sedari mereka melangkah beberapa dari perbatasan
Asera dan Sasargun bersamaan menghadap kebelakang, Luke yang melihat itu pun memasang wajah bingung
"Ada apa?" Tanya Luke dengan wajah bingungnya
Asera menatap Luke sambil menaruh telunjuk didepan mulutnya, Luke memajukan dagunya
Tetapi, Luke bermaksud lain, sehingga Asera menoyor kepala Luke sampai dia mundur beberapa senti
"Mesum" Ucap Asera
Luke terkekeh, kemudian kembali bertanya pada Asera
"Ada apa?" Tanya Luke dengan berbisik
"Ada yang mengikuti" Jawab Asera tak kalah pelan
Luke segera menoleh kebelakang "Apa harus ku atasi?"
"Tidak, biarkan saja, kita akan tau nanti"
__ADS_1
...****************...
Sasargun mengetok pintu rumah Thoros, hingga memunculkan sang pemilik rumah. Tidak biasanya Thoros lama untuk membuka pintu. Mereka sempat berpikir jika Thoros tidak ada di rumah, karena hampir satu jam mereka berdiri didepan pintu
Tak lama kemudian, terdengar suara pintu terbuka.
"Thoros!" Sasargun segera memeluk Thoros,
"Sasargun, lama tidak bertemu" Mereka berdua saling berpelukan hingga membuat Asera terharu
Lain dengan Luke yang malah muak dengan adegan didepannya
"Sudahlah, ayo masuk" Luke segera menarik tangan Asera untuk masuk ke rumah, sebelum memperoleh persetujuan dari sang pemilik rumah
"Hei, kalian!! dasar tidak sopan" Teriak Sasargun yang tidak dihiraukan oleh Luke
"Sudahlah Sasargun biarkan saja" Ucap Thoros menenangkan
Mereka semua duduk dikursi panjang dengan teh hangat sebagai hidangan
"Jadi, apa kalian punya beberapa rencana? sebelum aku akan memberikan sebuah saran?" Thoros membuka percakapan
Sasargun memelototi Luke yang hanya makan biskuit dengan lahap. Luke yang menyadari itu gelagapan dan segera menjawab pertanyaan Thoros
"I-iya, jadi kami akan mencari beberapa pasukan dari negara tetangga, dan kami akan membayar untuk itu, lalu, kami membaginya menjadi beberapa kelompok untuk memulai penyergapan, membuat jalan bawah tanah untuk membebaskan para tahanan"
"Baiklah, itu rencana yang bagus, tetapi, terlalu mudah untuk ditebak" Tukas Thoros
"Lalu bagaimana?"
"Asera Armos, salah satu matamu memiliki kekuatan kan?" Asera mengangguk mengiyakan
"Ada tiga senjata yang ampuh, dan matamu,Itu adalah senjata utamanya"
"Dan juga, Naga milikmu, Luke" Ucap Thoros yang membuat Asera dan Luke seketika terkejut
Thoros memberi banyak cara dan trik untuk mengalahkan Vorgon, Asera, Luke dan Sasargun memperhatikannya dengan seksama
Hingga Asera merasa aneh, dia merasa diawasi lagi, dan kali ini, itu berasal dari dalam rumah Sasargun
Asera berpikir bahwa rencana yang akan dilancarkannya ini akan berhasil, dia harus mempersiapkannya dengan matang, karena Vorgon mempunyai pasukan yang besar, Vorgon yang licik itu akan segera menemui ajalnya, mungkin begitu perasaan Asera saat ini,
Tetapi, Asera merasa ada yang janggal selama ini, dia merasa tidak sendirian, dia merasa terikat dengan seseorang, tetapi ikatan itu adalah, ikatan keluarga
"Guru Thoros, apakah Keturunan Armos hanya berakhir padaku?"
Pertanyaan Asera membuat suasana disana menjadi hening
Tebakan Asera benar, selama ini, pasti ada sesuatu yang disembunyikan dari Asera, Asera tidak tahu pasti, tetapi dia yakij jika itu mengenai keluarganya
__ADS_1
Asera tidak menanyakan panjang lebar, karena di tahu mereka tidak akan buka mulut, dan Asera terpaksa akan mencari tahu sendiri
...****************...
Asera, Luke dan Sasargun bergegas pergi ke desa untuk menyelamatkan para penduduk dari perbuatan Vorgon yang kian menjadi-jadi
Vorgon menghanguskan rumah warga tanpa alasan yang jelas, prajurit kekaisaran dengan kejamnya menangkap beberapa penduduk yang sempat menentang, mereka hendak memisahkan ibu dari anaknya
Tidak memakan waktu lama, Mereka bertiga sampai di Wasera, Sasargun berusaha menyembuhkan dan menyelamatkannya penduduk yang terdesak, sementara Asera dan Luke melawan prajurit Armos
Mereka terkejut ketika melihat jumlah prajurit yang dikerahkan oleh Vorgon. Sekitar tiga ratus pasukan yang telah dikerahkan, itu jumlah yang cukup gila untuk diatasi dua orang
"Asera, Bersiaplah" Perintah Luke seraya membuat kuda-kuda, bersiap melawan prajurit Armos
Luke mulai melawan, diikuti oleh Asera yang sangat lincah dalam bertarung, Asera berpikir jika kemampuannya meningkatkan setelah dia keluar dari tempat aneh kemarin
Tak lama kemudian, Asera bertemu pada sosok yang tidak asing baginya, dia keluar dari asap api yang cukup panas
Asera membelalakkan matanya, Itu Vorgon. dengan baju zirah yang tahan api, Asera bergidik ngeri melihatnya. Tetapi Asera yakin dia akan menang
Asera berlari menjauh dari wilayah desa, sesuai keinginan Asera, Vorgon mulai mengikutinya, Vorgon mengetahui jika itu adalah Asera
Asera berharap Luke bisa mengatasi prajurit di desa
Sampailah mereka di bibir hutan
"HAHAHAH!! ASERA ARMOS, KEPONAKANKU, AKHIRNYA KAU MUNCUL JUGA" Vorgon berucap dengan lantang, berusaha mengeluarkan aura membunuh kepada Asera
Tetapi Asera tidak gentar, hanya saja memorinya sedikit kembali, saat ketika pembantaian itu, kepala Asera sakit
Asera memilih untuk tidak menghiraukan rasa sakitnya, yang dia utamakan hanya bagaimana caranya mengalahkan Vorgon saat ini
Asera menyerang terlebih dahulu, kemudian dihadang oleh Vorgon, duel antara dua keturunan Armos itu berlangsung lama, sampai Asera mendapatkan luka luka yang cukup parah
Kemudian Luke datang
"HAHAHA!! PAHLAWANMU DATANG, NONA ASERA"
"Dasar brengsek" Luke marah ketika melihat kondisi Asera
"Aku tidak apa-apa Luke"
Asera berusaha bangkit, Luke yang mulai kehabisan tenaga pun mengalami penurunan kemampuan, mereka berdua tergores dan hampir tertikam. Saat keduanya mulai sekarat, sosok misterius datang secepat kilat
Asera tidak sadarkan diri karena luka-lukanya, sedangkan Luke tersenyum pada seseorang yang telah menolong mereka
Vorgon dipukul mundur oleh orang itu, dengan melukai pergelangan tangan Vorgon dan menghancurkan zirahnya, Luke segera menggendong Asera untuk menjauh dari sana
Kali ini Asera semakin dibuat trauma oleh kekejaman Vorgon, tetapi, Asera bersumpah akan mengalahkan Vorgon dan mendamaikan negeri dibawah kekaisaran Armos yang dipimpin olehnya
__ADS_1