MATA SANG PEWARIS

MATA SANG PEWARIS
9. KOMPETISI


__ADS_3

Sasargun menghampiri Luke yang setia menunggu Asera untuk bangun, Luke menggenggam tangan Asera dan selalu memanjatkan doa agar Asera bisa melewati masa sulit itu


Kemudian Sasargun datang dengan membawa kabar jika kekaisaran Armos mengadakan sayembara


"Luke"


Sang empu mendongak ketika namanya disebut, kemudian Sasargun duduk di sampingnya


"Kenapa?"


"Kau tahu, Vorgon mengadakan sayembara dengan pedang keluarga Armos sebagai hadiahnya" Sasargun menghela nafas berat


Luke mengernyitkan dahinya, kemudian mengusap wajahnya gusar


"Usaha Vorgon mencari Asera sudah sejauh ini. Cepat atau lambat, mereka pasti akan menemukannya" Ucap Sasargun


Luke berdiri dan memegang pundak Sasargun


"Jangan khawatir, aku akan melindunginya, Ayah"


'deg'


Sasargun membatu ketika mendengar kata Ayah dari mulut Luke, sudah lama sekali sejak terakhir kalinya Luke memanggilnya dengan sebutan ayah, biasanya Luke memanggilnya dengan guru


Luke meninggalkan Sasargun dan Asera yang masih belum sadar, kemudian Luke tersenyum dan menghilang dari pintu


Sasargun tersenyum bahagia, sampai air matanya menetes ke pipinya karena merasakan sesuatu yang luar biasa. Ikatan Ayah dan anak


Kemudian Sasargun beralih ke Asera yang sedang lelap, wajahnya sangat damai, walaupun disana Asera harus bertahan hidup dan melawan sisi gelapnya sendiri, dan yang pasti sangat sulit


"Asera, kau pasti bisa" Gumam Sasargun


Asera mendengar gumaman Sasargun, dia tersenyum dan seakan mendapatkan semangatnya lagi


...****************...


Suasana di Kekaisaran Armos sangat ramai dan riuh, sorak sorai penonton menggelegar dimana-mana, Vorgon mengadakan sayembara dengan hadiah pedang keluarga Armos


Banyak pendekar dan para pejuang dari berbagai negara mengikuti sayembara tersebut, karena pedang keluarga Armos terkenal sakti dan memiliki kekuatan yang besar


"Perhatian Semuanya, kaisar Armos, Vorgon Armos telah tiba" Ucap pengawal dengan lantangnya, Karena Vorgon sang kaisar kekaisaran Armos telah datang


Semua yang ada disana diam dan terlihat sangat menghormati Vorgon, mereka menundukkan kepala ketika Vorgon lewat didepan mereka


Pengawal pun membacakan tata tertib sayembara, kemudian gong dipukul oleh Vorgon tanda pentandingan sudah dimulai

__ADS_1


Pertandingan berlangsung selama lima jam, tetapi belum ada yang bisa mengalahkan Vorgon, Vorgon sangat bahagia karena pedang itu tidak akan jatuh ke tangan orang lain, tetapi disisi lain, Vorgon kesal karena dia tidak berhasil menemukan orang yang dia cari, yaitu keturunan Louis Armos


"Sial" decih Vorgon


Hingga tiba saat peserta terakhir turun ke arena, Vorgon merasa ada yang aneh dengan peserta terakhir itu, dia merasa pernah bertemu dengannya


pria dengan jubah hitam yang menutupi wajahnya, dengan pedang yang mengkilap dan tajam, Vorgon memicingkan matanya, dia mempunyai asumsi bahwa yang didepannya itu adalah Asera Armos


Vorgon tersenyum, jiwa membunuhnya berkobar dan ingin secepatnya membunuh orang didepannya


Vorgon mulai menyerang dan melancarkan strateginya, lawannya menepis dengan mudah, dan membalas serangan Vorgon dengan mudah juga


Luke ikut melihat pertandingan itu, dia melihat dengan tatapan berharap


"Ayolah, kumohon" Gumam Luke


Pertarungan di arena semakin sengit, mereka sama-sama kuatnya, hingga Vorgon melihat tanda di tangan orang itu, lambang mata kecil milik keturunan Armos, Vorgon juga mempunyai tanda seperti itu


Vorgon semakin gencar melancarkan serangannya ketika tahu bahwa dugaannya sembilan puluh sembilan persen benar


...****************...


"Ayolah, Asera, berpikir, berpikir, berpikir" Asera menepuk kepalanya cukup kuat, karena dia sudah mati cara untuk melawan dirinya sendiri yang sekarang menjadi musuhnya dengan wujud yang sama pula dengannya, tetapi agak menyeramkan


Nafas Asera tersengal-sengal akibat berlarian, dia kesal karena dia hanya bertarung dengan tangan kosong, dia selalu terluka, tetapi sejauh ini, kemampuan bertarungnya sudah lebih baik


Asera membuat kuda-kuda untuk bersiap menghalau serangan duplikatnya, Asera menyebutnya, Peniru


Akhirnya pertarungan dimulai, Asera sekuat tenaga menghalau dan membalas serangannya, kemudian Asera berhasil membuatnya terpental dan terluka parah, Asera menyerangnya bertubi-tubi


Seketika Asera terduduk dan terkulai lemas, kemudian Asera berbaring dan menikmati suasana didalam sana, penirunya sudah ia basmi dan sudah hilang menjadi abu


Enam hari Asera tertidur dan tinggal didalam tubuhnya sendiri, atau bisa dibilang Asera tidak tidur sama sekali karena sibuk bertarung


"Lalu bagaimana caranya aku keluar dari sini?"


...****************...


Vorgon sudah babak belur karena selalu gagal menghalau serangan dari lawannya, Vorgon berusaha keras bangkit, namun hitungan sudah sampai tiga, artinya, Vorgon harus menerima kekalahan, dan Pedang keluarga Armos harus diserahkan kepada sang pemenang


Vorgon berteriak tidak percaya jika dirinya dikalahkan oleh seseorang yang tidak jelas identitasnya, warga desa Wasera hendak menertawainya, tetapi, Vorgon tetap berusaha bersikap profesional dan menyerahkan pedang yang sudah dijanjikan kepada pemenangnya


mereka naik ke atas mimbar penghargaan, dan melakukan serah terima pedang keluarga Armos


Tanpa membuang waktu, orang itu langsung pergi tanpa aba-aba apapun, kemudian Vorgon masuk ke kekaisaran dengan amarah yang memuncak

__ADS_1


"PRAJURIT!! IKUTI DIAAA,!!!!!"


Rencananya ingin menangkap orang itu dan merantainya dipenjara, tetapi, orang itu pergi secepat kilat, membuat Vorgon terpaksa menyuruh prajuritnya untuk mengikuti orang itu


Luke yang melihat itupun tersenyum bahagia, kemudian dia pergi dari Arena pertarungan kekaisaran Armos yang menurutnya adalah salah satu tempat kotor yang seharusnya tidak diinjak siapapun


Kemudian Guladril datang dan menghampiri Luke sebelum Luke keluar dari gerbang kekaisaran


Luke terkejut akan kedatangan Guladril yang tiba-tiba


"Oh, ada apa?" Tanya Luke


"Em, dimana nona Asera?"


"Dia Sakit" Singkat Luke yang membuat Guladril mengernyitkan dahi


"Sakit? apa aku boleh menjenguk?"


"Terserah"


Suasana hati Luke sedang buruk, dia tidak ingin menanggapi siapapun dengan baik, yang dia khawatirkan hanyalah Asera


Disisi lain...


Prajurit Kekaisaran kalang kabut ketika orang misterius yang mereka kejar memiliki kekuatan supranatural yang tak terduga, mereka sempat mengepung orang itu dari segala arah, tetapi sepertinya mereka mengejar orang yang tidak seharusnya dikejar, mereka dililit oleh ular yang besar dan berjumlah banyak


mereka lupa bahwa yang mereka kejar adalah musuh Vorgon, yang sudah jelas adalah orang yang hebat, bahkan lebih hebat dari Vorgon


...****************...


Luke Sampai di rumah dan langsung menuju ke tempat dimana Asera dan Sasargun berada. Luke memberi hormat pada Sasargun


"Bagaimana keadaan Asera? apakah lebih baik?" Tanya Luke yang diangguki oleh Sasargun


"Bagaimana Luke? siapa yang mendapatkan pedang itu?" Sasargun melempar pertanyaan balik


"Pedang itu sudah berada ditangan yang tepat, sudah aman"


"Baguslah"


"Kemari Luke" Sasargun menepuk tempat duduk disampingnya


"Kau tahu? kau adalah satu satunya putra yang aku banggakan Luke, dan aku akan lebih bangga lagi, jika kau mau berjuang bersama Asera untuk menyatukan dan mendamaikan negeri ini"


Luke menatap lamat mata sang ayah kemudian memeluknya erat

__ADS_1


Hari itu adalah salah satu hari yang sedikit membuat Luke bahagia.


__ADS_2