
Hari itu, dipagi hari yang cukup cerah, Luke berusaha mencari seseorang yang berhasil mengalahkan Vorgon, Luke juga hendak pergi ke arena di Wasera untuk melatih Squawk yang terlihat kesepian karena sudah berhari-hari tidak bersama Asera
"Hei, burung!, diamlah!!" Jengkel Luke saat Squawk terus saja mengoceh tanpa henti di sepanjang perjalanan
Squawk terbang kesana kemari di atas kepala Luke dan itu membuatnya ingin menebas burung itu dengan pedangnya. Squawk terus saja mengganggu Luke, sampai akhirnya Luke terpaksa memukul Squawk sampai terjatuh
Luke yang melihat itu puas dan tertawa, kemudian dia berjongkok
"Sudah ku bilang kan? jangan menggangguku, dasar pengganggu" Luke semakin menertawakan Squawk. Hingga beberapa detik kemudian, dia tersadar bahwa Squawk adalah burung kesayangan Asera
Luke seketika berdiri dan panik, pasalnya, Squawk terluka dibagian kaki kirinya karena hantaman Luke yang cukup kuat
"Bagaimana ini" Gumam Luke
"Qwakk qwakk qwakk" Squawk terus saja bersuara seakan-akan mengejek Luke yang terlihat panik
"shh, diam!!" Luke mengangkat Squawk yang masih terluka kemudian mengelus bulu Squawk yang lembut
"Dengar!! jangan mengatakan apapun pada Asera saat dia bangun nanti, atau aku akan--" Luke memposisikan tangannya di depan leher seperti memotong leher. Luke mengancam Squawk dan memintanya tutup mulut, jika tidak, Luke pasti habis di tangan Asera karena melukainya
Squawk yang melihat itu pun berusaha lepas dari genggaman Luke, kemudian bertengger di bahu Luke
"Baiklah, Ayo" Luke melanjutkan perjalanannya menuju arena
Perjalanan menuruni tebing cukup memakan waktu, hingga mereka tiba di desa Asera yang damai
Tidak, kali ini yang dilihat Luke bukan kedamaian, Luke sempat terkejut karena mendengar suara tangisan dan pemaksaan yang begitu jelas terdengar di telinga Luke
Luke segera berlari ke tengah desa, dan memang benar apa yang Luke duga, prajurit kekaisaran berusaha merampas harta benda penduduk Wasera dengan alasan mereka tidak mampu membayar pajak
Vorgon mengeluarkan perintah untuk penduduknya agar membayar pajak tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya, tentu saja penduduk desa tidak punya uang sebanyak itu
Prajurit kekaisaran terus saja merampas harta benda penduduk tanpa belas kasihan, hingga mata Luke menangkap seorang prajurit yang merampas semua bahan makanan milik seorang wanita yang miskin, prajurit itu terus memaksa walaupun si wanita terus saja menolak untuk memberikannya
Luke segera menghampiri dan menghalangi prajurit untuk melakukan tindakan biadab itu, tetapi prajurit itu malah mendorong Luke dan melukai si wanita dengan mendorongnya sampai terbentur ke dinding
__ADS_1
Luke merasa kesal atas apa yang di lakukan prajurit itu, karena itu membuatnya teringat akan sesuatu yang benar-benar membuat Luke mengubah hidupnya seratus persen
Amarah Luke memuncak, lalu mengeluarkan pedangnya dan menebas kepala prajurit itu, Nafas Luke tersengal-sengal akibat menahan amarah
"PANTASKAH KAU MELAKUKAN ITU PADA WANITA SAAT IBUMU JUGA SEORANG WANITA???!!!" Luke berteriak kepada kepala yang sudah terlepas dari tubuhnya, kemudian Luke menyelamatkan wanita itu dan membawanya masuk ke rumah
Luke bertarung melawan semua prajurit yang di utus oleh Vorgon. Penduduk Wasera yang melihat itu pun merasa mereka menempatkan Luke dalam bahaya, maka mereka melakukan sebisa mereka untuk membantu Luke melawan prajurit Armos
Pertarungan itu terjadi sampai matahari meninggi, sampai bayangan mereka tidak terlihat, penduduk Wasera berterima kasih kepada Luke karena menyelamatkan mereka, Sebaliknya, mereka membenci kekaisaran Armos yang telah menempatkan mereka dalam kegelisahan
"Nak, kami berterima kasih kepadamu, kami tidak tahu bagaimana nasib keluarga kami jika kau tidak datang" Ucap salah satu penduduk
Luke tersenyum dan mengangguk
"Tidak apa-apa, aku akan datang ketika kalian dalam bahaya, aku akan sering ke desa" Luke kemudian pergi dari hadapan para penduduk dengan perasaan senang karena bisa membantu mereka
...****************...
Flashback
"APA!!??" Vorgon berdiri sambil melempar vas bunga disampingnya hingga hancur berkeping-keping
"Bagaimana bisa?? apa kalian melihat ciri-ciri tubuhnya secara detail?" Tanya Vorgon lagi
"Tidak Tuan, tetapi yang pasti dia adalah seorang laki-laki, bukan putri dari kaisar Louis" Jawab salah satu prajurit
"Hmm? Laki-laki ya" Vorgon terlihat berpikir keras
Dia berpikir jika dia membuat keributan, itu pasti akan memancingnya untuk keluar, maka Vorgon pun melakukan persis seperti apa yang ada dipikirannya
Kemudian Vorgon menyuruh beberapa prajuritnya untuk menarik pajak tiga kali lipat lebih banyak dari biasanya, dimana jumlahnya sama dengan harta kekayaan lima rumah penduduk desa
Beberapa saat setelah itu, setelah kepergian beberapa prajurit Vorgon, datanglah seseorang yang membuat Vorgon tersenyum
"Selamat datang, Guladril, informasi apa yang kau peroleh hari ini?"
__ADS_1
"Begini kaisar, seseorang yang anda cari, adalah Asera Armos, benar?" Ucap Guladril memastikan, yang kemudian diangguki oleh Vorgon
"sedangkan seseorang yang selalu muncul dihadapan kaisar bukanlah Asera Armos, tetapi anak laki-laki lain yang selalu saja kau jumpai" Vorgon terkejut ketika mendengar pernyataan Guladril
"tetapi, ada satu lagi, anehnya, anak itu ada di bawah arena ketika anda menyerahkan hadiah pedang"
"Maksudmu, ada dua anak laki-laki yang menghalangi aku?" Tanya Vorgon
"Ya, benar sekali"
Kemudian Vorgon tersenyum miring dan tertawa
"Ini akan seru, target kita bukan satu, Guladril, tetapi tiga"
"Baiklah kaisar, hamba pamit" Guladril pergi dari hadapan Vorgon
Vorgon mengubah senyumnya menjadi tatapan membunuh, dia menghadap lurus kedepan sembari mengucap kata
"Louis, aku akan menghabisi seluruh keturunanmu"
...****************...
Luke menceritakan pada Sasargun tentang apa yang telah terjadi karena perbuatan Vorgon, pasalnya, Vorgon sudah keterlaluan. Penduduk diancam untuk tutup mulut dan tidak boleh membocorkan perbuatan Vorgon ke luar wilayah, agar nama Vorgon tidak tercemar. Bagaimanapun, penduduk Wasera juga tidak ingin nama desa dan kekaisaran mereka tercemar
"Vorgon sudah benar-benar melampaui batas, jika tidak, penduduk akan sengsara, sebelum itu terjadi, bisakah kau mengawasi Desa Wasera sampai Asera bangun?, Luke?"
"Aku akan melakukannya, Ayah, tetapi, mereka pasti sudah curiga, mereka akan mengawasiku, bahkan, Vorgon bisa saja menyerbu dan mengepungku dengan pasukannya" Jelas Luke
"Tidak, mereka tidak akan melakukan itu, jika mereka sampai nekat, itu artinya mereka menggagalkan rencananya sendiri, tujuan mereka hanya Asera" Tukas Sasargun yang yakin dengan tebakannya
Luke mengangguk mengerti, benar juga apa yang Sasargun ucapkan, selama Asera belum bangun, Asera akan aman, dan Luke bisa membantu warga desa
Kemudian Luke masuk ke dalam rumah setelah berbincang dengan Sasargun, dan menuju ke tempat dimana Asera berbaring. Luke duduk di sampingnya
"Asera, bangunlah! kita satukan negeri ini, Bersama" Air mata Luke menetes di pipinya dan malam itu, menjadi saksi atas besarnya harapan dan doa Luke pada Asera
__ADS_1