MATA SANG PEWARIS

MATA SANG PEWARIS
7.TIDAK MUDAH DIKETAHUI


__ADS_3

Asera bergegas datang ke desa ketika mendengar Vorgon berkelahi dengan seorang pemuda, Vorgon marah besar dan hendak melukai siapa saja yang ada disana


Kabarnya, pemuda itu memancing kemarahan Vorgon dengan membunuh salah satu kuda kekaisaran.


Asera melihat pertarungan mereka dari balik rumah salah satu penduduk, dia sempat mengeluarkan kabut putih saat datang, tetapi tidak sebanyak kemarin. Terlihat sosok lelaki itu memakai jubah putih, dengan bilah pedang yang terlihat berkilau dan tajam


"Siapa kau? ganti rugi dengan nyawamu!!!" Marah Vorgon sambil mengacungkan pedangnya


Lelaki itu terlihat tersenyum mengejek


"Seharusnya kau menawarkan ganti rugi yang lebih berat lagi" Kata lelaki itu


"Tetapi, bukankah ini adalah bagian dari ganti rugimu? Vorgon?"


Kemudian lelaki itu menyerangnya dan menimbulkan banyak percikan api karena pedang mereka yang saling bergesek


Pertarungan itu sangat sengit, terlihat lelaki itu sangat lincah dan gesit, juga Vorgon yang mahir dengan kemampuan berpedangnya


"Luke?" Asera menebak bahwa yang bertarung dengan Vorgon adalah Luke, karena Luke tidak terlihat di rumah Sasargun, juga sekilas, postur badan lelaki itu juga hampir sama seperti Luke


Tiba-tiba terlihat seorang anak kecil yang terlihat ketakutan disamping pertarungan itu, Asera yang melihatnya mulai kasihan, Asera terkejut dan berusaha menyelamatkan anak itu, tetapi resikonya adalah dia pasti akan ketahuan dan terlibat disana


Asera tidak akan ceroboh, dia berpikir keras bagaimana caranya menyelamatkan anak itu tanpa diketahui Vorgon, Asera yakin lawan Vorgon adalah orang yang menentang Vorgon, dan itu artinya dia orang baik


Asera mencoba memutar ke jalan dibelakang rumah penduduk, dia mengendap-endap, sebelum itu, dia menutup sebagian wajahnya dengan kain


"Mereka kejam sekali" Gumam Asera ketika melihat batas rumah warga yang terlihat sangat berdekatan, yang artinya Vorgon hanya memberi tempat tinggal penduduk desa dengan tanah yang sempit, padahal kekaisaran Armos adalah kekaisaran besar


Lalu Asera langsung menuju ke arah dimana anak kecil tadi menangis ketakutan


'Srett' Asera langsung saja menyeret sedikit anak kecil itu di antara rumah penduduk,


"Kau, kau tidak apa-apa kan?" Asera berusaha menenangkan anak itu


"Akan aku antar pulang, dimana rumahmu?"


Setelah mengetahui rumah anak itu, Asera segera mengantarnya pulang


Diperjalanan, Asera kembali melihat Vorgon dan lelaki misterius itu masih berkelahi, dan buruknya, Asera terlibat didalamnya


Karena tadi Asera sempat menyelamatkan lelaki itu saat terdesak dan hampir ditikam oleh Vorgon, Vorgon akan menyerang saat musuhnya lalai, dan itu yang dilakukannya tadi. Untung saja Asera melihatnya, jika tidak, lelaki itu pasti sudah mati


Saat Asera menghadang serangan Vorgon, lelaki itu menghilang, dan Asera terpaksa melawan Vorgon sendirian.


'Dasar tidak tahu balas budi' Umpat Asera dalam hati

__ADS_1


Asera terus menyumpah serapah i lelaki itu,


"Aku tidak tahu kalian siapa, tapi pasti ini ada kaitannya dengan Louis Armos" Ucap Vorgon


Asera seketika tahu jika Vorgon mengincar dirinya


'jangan sampai dia tahu jika aku anaknya Louis' Batin Asera.


Karena kelalaiannya, tangan Asera tergores oleh pedang Vorgon, disamping itu, Asera terpental, dan terbentur batu, seketika Asera pingsan


...****************...


Luke sedang diserang oleh seseorang yang tidak dikenal, terlihat pertarungan itu sudah berlangsung lama, karena melihat luka Luke cukup banyak dan nafasnya tersengal-sengal. Orang itu memakai tudung hitam yang membuat Luke sulit mengenalinya


"Jangan bantu anak Louis, jika kau ingin selamat"


"Asera itu temanku, aku tidak peduli ucapanmu" Ujar Luke dengan amarahnya


"Perasaanmu pada Anak Louis akan membunuh dirimu sendiri"


Ucapan orang itu semakin membuat amarah Luke memuncak, Luke memberi serangan pada orang itu tanpa ampun, kepala Luke hampir terpenggal, tetapi dia bisa mengatasinya.


Dia tidak akan mengeluarkan naga nya disaat seperti ini, karena itu bukan masalah besar, tetapi musuhnya yang sekarang ini sangat kuat.


'Siapa dia ini? sungguh merepotkan' Batin Luke


"Luke, kemari!" Pinta Sasargun


"Kemana kau tadi malam?" Tanyanya lagi


"Aku diserang oleh seseorang, tidak tahu siapa" Luke menjawab dengan mengedikkan bahu


"Dan, Luka itu?" Tuding Asera pada tubuh Luke yang penuh luka dan darahnya sendiri


"ini, hasil dari tadi malam"


Asera yakin jika lelaki yang bertarung dengan Vorgon itu bukan Luke, karena Asera ingat persis jika lelaki malam itu tidak mendapat luka gores sedikitpun


Luke ikut duduk bersama Asera dan Sasargun


"Apa Vorgon mempunyai banyak sekutu yang hebat?" Tanya Luke pada Sasargun


"Dia tidak hanya punya didalam, dari luar negara juga, ya, dan, ada kekuatan terlarang Armos yang mungkin akan bisa digunakan oleh Vorgon untuk dijadikan sekutu" Jawab Sasargun


"dan semua sekutunya mempunyai niat yang sama, yaitu balas dendam pada Louis Armos karena telah menaklukkan negara mereka dulu, tetapi ingat, mereka bisa melakukan penghianatan satu sama lain, gunakan kesempatan itu untuk menghancurkan mereka" Lanjut Sasargun

__ADS_1


Luke dan Asera mengangguk paham


"Kita harus lebih berhati-hati, karena kita tidak tahu berapa antek-antek Vorgon yang sedang mengintai kita" Ujar Luke dengan sorot mata yang menunjukkan semangat yang mulai berkobar dihatinya


...****************...


Malam harinya lagi, Asera bertekad menuju Kekaisaran Armos, dengan tujuan mencari celah untuk membuat strategi agar Vorgon mendapatkan penyerangan tanpa persiapan


Asera hanya berangkat sendirian, karena Luke sedang memulihkan energinya yang terkuras


Sesampainya di depan kekaisaran, Asera mulai melihat dan mengamati sekeliling kekaisaran, dia berniat untuk mencari celah untuk mendapatkan kesempatan masuk kesana


Kemudian disana juga terdapat dua batu besar yang dapat digunakan untuk melompati gerbang kekaisaran yang cukup tinggi


Tiba-tiba, Guladril si pedagang kemarin muncul dibelakangnya


"Jangan mengusik kekaisaran ini jika kau tidak ingin mendapatkan masalah" Tutur Guladril


"Aku suka masalah" Jawab Asera dengan asal


Luke hanya tersenyum mendengar jawaban Asera, Luke mengikuti kemana saja Asera pergi, dan dia melakukannya secara sembunyi-sembunyi


"Vorgon Armos" Gumam Asera


"Apa kau tahu tentang Louis Armos?" Lanjutnya


"Ya, itu kaisar sebelum Tuan Vorgon" Ucap Guladril


Setelah kepergian Guladril, Asera masih saja mengintai kekaisaran, dia masih ingin menemukan letak kelemahan dinding kekaisaran yang tebal itu.


Asera melanjutkan misinya sampai larut malam, hingga akhirnya dia pulang dan melihat Luke sedang duduk di depan rumah sendirian


"Seharusnya kau tidak mengorbankan dirimu karena ikut campur masalahku, Luke" Ucap Asera yang ikut duduk disamping Luke


"Apa maksudmu Asera, itu juga masalahku, Vorgon tidak bisa dibiarkan, dia akan melukai semua orang perlahan-lahan"


"Kau tahu Luke, kita bisa melakukannya, oh, bagaimana naga mu?"


"Naga? ya, naga ku tidak mau keluar akhir-akhir ini, mungkin karena energiku yang selalu tidak cukup untuk menggunakannya" Ujar Luke


Asera melihat Luke dengan tatapan bersalah


"Kau sudah bekerja keras Luke, terima kasih"


Manik mata keduanya bertemu, suasana malam itu sangat damai, walaupun keadaan sedang menekan mereka dan kejahatan yang selalu mengintai.

__ADS_1


Luke tersenyum kepada Asera, begitu pula sebaliknya, malam itu cukup indah, langit yang cerah dan bintang-bintang yang terlihat jelas, mereka berpikir, itu adalah pertama kalinya mereka menatap langit setelah sekian lama


__ADS_2