
Sejak saat pertama kali Azlan mendapatkan no WA Rini dirinya selalu rajin mengirimkan pesan kepada Rini. Sekedar memberi semangat, mengingatkan makan, dan mengingatkan Rini jika sudah memasuki waktu sholat. Meskipun Rini hanya membalasnya dengan singkat tapi hal itu tidak membuat Azlan kecil. Azlan terus saja mngirimkan pesan kepada Rini setiap hari.
*******
Seminggu telah berlalu sejak tawaran Ustad Sofyan kepada Abi Hidayat hari ini Nisya kembali ke kampung halamannya. Malam ini keluarga Azlan diundang oleh Ustad Sofyan untuk makan malam.
Nisya Shafana Almahyra gadis cantik berusia 23 tahun. Kulit putih mata belo, hidung mancung, dan bibirnya yang tebal. Gadis berparas ayu yang dijuluki kembang desa oleh masyarakat sekitar. Nisya juga berprofesi sebagai guru sama seperti Azlan bedanya hanya jika Azlan menjadi guru agama di sekolah Nisya menjadi guru di pondok pesantren.
Ibu Nisya sudah meninggal sejak usianya 17 tahun tepatnya 6 tahun yang lalu. Nisya memiliki satu kakak laki-laki yang sudah berumah tangga dan kakaknya memilih untuk tinggal di kota karena pekerjaannya.
Nisya dulunya juga merupakan teman masa kecil Azlan dan Rini. Tapi saat usianya memasuki jenjang pendidikan sekolah dasar Ustad Sofyan memasukan Nisya ke pondok pesantren. Jadilah Nisya jarang berada dirumah.
Hari ini Ustad Sofyan menyuruh Nisya untuk pulang kerumah. Ustad Sofyan juga sudah mengutarakan niatnya untuk menjodohkan Nisya dengan Azlan. Apakah Nisya setuju? Tentu saja dengan senang hati Nisya menyetujui tawaran Ustad Sofyan.
Nisya memang sudah lama kagum dengan sosok Azlan. Dirinya selalu memantau akun sosial media milik Azlan untuk mengetahui kabar terkini tentang Azlan. Tidak banyak foto wajah Azlan hanya ada beberapa lebih banyak postingan yang berisi motivasi dan inspirasi.
Setelah perpisahannya dengan Azlan waktu kecil kini Nisya kembali akan bertemu dengan Azlan. Bahkan Abahnya Ustad Sofyan malah menjodohakn mereka berdua. Hanya dengan melihat foto Azlan saja sudah membuat Nisya jatuh hati apalagi jika bertemu langsung.
Keluarga Alzan sudah berada di depan kediaman Ustad Sofyan setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk Azlan dan orangtuanya masuk kedalam rumah. Rumahnya tidak terlalu besar tapi semua barang-barang yang ada di dalam rumah disusun dengan rapi.
Setelah jamuan makan semua penghuni rumah dan tamunya itu mengobrol ringan di ruang keluarga. Nisya sejak tadi terus saja memperhatikan Azlan tapi Azlan hanya cuek saja. Kini di hati dan pikiran Alzan hanya ada nama Rini Pramudita saja.
Setelah banyak obrolan basa basi Ustad Sofyan mengutarakan niatnya untuk menjadikan Azlan sebagai menantunya. Dengan tegas Ustad Sofyan bertanya kepada Alzan apakah dirinya setuju menikah dengan Nisya.
"Jadi bagaimana keputusannya nak Azlan?? Apakah kamu bersedia??" tanya Ustad Sufyan
__ADS_1
"Maaf pak Ustad sebelumnya tapi saya sudah jatuh hati kepada gadis lain. Saya tidak bisa memenuhi permintaan pak Ustad untuk menikah dengan Nisya" jawab Azlan tanpa ada keraguan
Kecewa? Tentu saja Nisya kecewa. Sedih? Sudah pasti Nisya bersedih Nisya benar-benar berharap untuk bisa menjadi pendamping hidup Alzan. Ingin sekali Nisya menangis tapi sebisa mungkin Nisya menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Maafkan saya Ustad Sofyan tapi saya tidak bisa memaksa Azlan untuk menerima perjodohan ini" ucap Abi hidayat merasa sungkan dengan teman lamanya itu
"Ahh tidak apa-apa jangan terlalu difikirkan kita memang tidak bisa memaksakan kehendak kita sesuka hati kita" sahut Ustad Sofyan dengan sedikit kecewa
Suasana hening sejenak tidak ada obrolan dari kedua keluarga tersebut.
"Mas Azlan bolehkan Nisya bertanya sesuatu??" ucap Nisya dengan suaranya yang lembut terdengar sangat indah ditelinga
"Silahkan" jawab Azlan mempersilahakan Nisya untuk bertanya
"Bolehkan Nisya tahu siyapa gadis yang Mas Azlan cintai??" tanya Nisya sungguh sangat penasaran
"Apakah Rini juga mencintai Mas Azlan??" tanya Nisya lagi
Deghh ... pertanyaaan Nisya membuat Azlan sedikit tercengang. Azlan juga belum yakin jika Rini memiliki perasaan yang sama terhadap dirinya.
"Saya belum bisa memastikannya tapi yang jelas saya mencintainya" jawab Azlan setelah berfikir agak lama
"Bolehkan Nisya mendapatkan kesempatan untuk bisa dekat dengan Mas Azlan?? setidaknya sampai Mas Azlan memastikan perasaan Rini terhadap Mas Azlan" tanya Nisya penuh harap
Lama Azlan berfirkir untuk menyetujui permintaan Nisya. Azlan tidak ingin membuat Nisya sakit hati dengan keputusannya nanti.
"Iya Azlan berilah Niysa kesempatan untuk dekat denganmu, kau juga belum tahu kan bagaimana perasaan Rini kepadamu" ucap Umi Ayya yang melihat Azlan tengah dilanda kebingungan
__ADS_1
"Iya nak apapun keputusanmu nanti Abi dan Umi akan mendukungnya" timpal Abi Hidayat
"Baiklah Abi Umi kalau begitu Azlan setuju" jawab Azlan agak sedikit lesu
"Makasih Mas Azlan" ucap Nisya senang dirinya masih mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hati Azlan
"Tapi apapun keputusan saya nanti saya harap kamu mampu menerimanya dengan ikhlas" sahut Azlan
"Baiklah Mas Azlan"
Setelah malam mulai larut Azlan dan keluarganya berpamitan untuk pulang. Azlan dan keluarganya hanya berjalan kaki karena memang jarak antar rumahnya dan rumah Nisya tidak terlalu jauh. Setelah sampai di kediamannya Azlan dan orangtuanya mengobrol sejenak di ruang tengah.
"Az kamu benar mencintai Rini?" tanya Umi Ayya
"Iya Umi, Azlan harap Umi dan Abi memberikan restu untuk Azlan"
"Siapapun yang kamu pilih nanti Umi dan Abi akan mendukung keputusan kamu, Rini sepertinya juga anak yang baik walaupun Rini tidak berhijab seperti Nisya"
"Kenapa Umi malah membandingkan Rini dengan Nisya, Umi??"
"Astaugfirullah ... maaf Az sebenarnya Umi tidak berniat untuk membandingkan Rini dengan Nisya. Jika pun nanti kamu menikah dengan Rini mungkin kamu bisa membantu Rini untuk bisa berhijab"
"Iya Umi" sahut Azlan. Setelah sedikit lama mengobrol Azlan pamit untuk segera beristirahat. Azlan melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya mengambil air wudhu dan bersiap untuk segera tidur. Kini Azlan sudah berbaring di tempat tidur. Azlan merogoh HPnya disaku mengirimkan pesan kepada Rini menanyakan apakah Rini sudah sholat atau belum dan mengucapkan selamat tidur.
Hanya dengan berbalas pesan dengan Rini membuat Azlan sangat senang dan melupakan persoalan perjodohannya dengan Nisya.
*Apakah kamu juga mempunyai rasa yang sama sepertiku Rin? Sejak saat pertama aku kembali ke desa ini aku langsung jatuh hati saat melihatmu. Huft... Tenang saja aku akan membuatmu jatuh hati padaku. Aku akan menjadikanmu pendampingku. Dan kalaupun nanti kamu menolakku, Apakah bisa aku berpaling? Sepertinya tidak akan bisa aku benar-benar telah jatuh hati padamu*
__ADS_1
~Selamat Membaca~