Membuka Hati Yang Beku

Membuka Hati Yang Beku
eps 13


__ADS_3

Dengan langkah gontai Rini memasuki kamarnya kemudian berbersih diri dibawah guyuran shower selama kurang lebih 2 jam. Rini keluar dari kamar mandi hanya menggunakan jubah mandinya langsung berbaring dikasur. Sebelum berbaring Rini meminum obat tidurnya.


Rini memutuskan untuk langsung tidur melewatkan ibadah sholat dan makan malam. Pikirannya sangat kalut apa yang harus dia lakukan kedepannya. Rini juga memiliki perasaan yang sama dengan Azlan. Rini tidak bisa membohongi dirinya lagi di lubuk hatinya sudah terukir nama Azlan. Tapi Rini sadar diri dirinya tidak pantas untuk Azlan.


*******


Di rumah Azlan


Setelah makan malam bersama Azlan kembali ke kamarnya. Azlan langsung mengistirahatkan tubuhnya di atas kasur. Pikirannya melanyang memikirkan Rini.


*Semenderitakah hidupmu selama ini Rin? Aku akan berusaha meyakinkan kamu Rin bahwa tidak semua laki-laki sama. Aku akan berusaha meyakinkan kamu bahwa aku tidak akan menyakitimu. Aku akan berusaha menyembuhkan luka hati kamu Rin*


Lama memikirkan Rini membuat Azlan tanpa sadar sudah terlelap.


*******


Matahari sudah terbit Rini sudah siap untuk berangkat ke kantor. Rini memutuskan untuk berangkat lebih awal melewatkan sarapannya. Terlarut memikirkan Azlan membuatnya tidak nafsu makan. Rini bingung apa yang harus dia lakukan kedepannya. Dia tidak mungkin terus menghindar dan lari dari Azlan.


Rini bingung bagaimana caranya untuk menyampaikan kepada Azlan bahwa dia tidak pantas untuknya. Tidak mungkin Rini terus menerus membuat Azlan menunggu kepastian darinya.


Setelah 30 menit menempuh perjalanan Rini sampai di kantor. Rini duduk di mejanya tanpa melakukan apa-apa hanya melamun memikirkan jalan keluar untuk masalahnya.


"Rin"


"Rin"


"Rini Pramudhita...mikirin apa sih? Daritadi aku panggil nggak denger" panggil Mia yang sudah dari tadi duduk di samping Rini


"Kapan datengnya Mi??" tanya Rini karena asyik melamun sampai tidak sadar Mia sudah duduk disampingnya


"Udah daritadi Rini, kamu lagi mikirin apa sih sampe aku panggil nggak denger"


"Enggak mikirin apa-apa kok"


"Cerita deh Rin sama aku siyapa tahu aku bisa bantu masalah kamu"


"Aku nggak apa-apa Mi lagi capek aja makanya melamun tadi"


"Kamu yakin Rin?? Muka kamu juga pucet banget kamu sakit Rin??"

__ADS_1


"Enggak cuman kecapekan aja"


Jarum jam terus berputar jam istirahat sudah menyapa. Rini tidak berminat untuk menyantap makanan yang sudah dia pesan. Setelah 2 suap Rini sudah tidak sanggup menelan lagi. Rini memutuskan untuk pergi meninggalkan Mia dan Tama. Mia daritadi tak hentinya menanyakan ada apa dengan Rini karena dari tadi hanya diam saja tapi Rini terus menjawab bahwa dia baik-baik saja.


Terlihat Azlan sudah setengah jam berdiri menunggu Rini keluar kantor. Azlan bertanya kepada satpam bahwa Rini belum keluar jadilah Azlan menunggu Rini.


Azlan khawatir dengan Rini perasaanya tidak enak sejak pagi tadi. Azlan bingung kenapa Rini masih mengabaikannya pesannya tidak ada yang dibalas bahkan kini nomor Azlan diblokir.


"Rini..." panggil Azlan menghampiri Rini yang sudah keluar dari dalam kantor.


"Mas Azlan" ucap Rini lirih hampir tidak terdengar


"Kenapa muka kamu pucet Rin?? Apa kam........." belum selesai Azlan mengatakan kalimatnya Rini sudah jatuh pingsan dipelukan Azlan.


Azlan, Mia dan Tama langsung panik melihat Rini pingsan. Tanpa menunggu lagi Azlan langsung menggendong Rini ke mobilnya untuk menuju rumah sakit terdekat.


*******


Di rumah sakit


"Kenapa Rini bisa pingsan seperti ini Mi??" tanya Azlan sangat khawatir


Setelah menunggu beberapa saat dokter yang menangani Rini keluar dari ruangan UGD. Dokter menjelaskan bahwa Rini demam ringan dan juga perutnya kosong karena itulah Rini pingsan. Dokter juga menyuruh untuk Rini dirawat selama semalam di rumah sakit.


Azlan meminta izin dokter untuk bisa melihat keadaan Rini setelah mendapatkan izin Azlan, Mia dan Tama masuk ke ruang perawatan Rini. Terlihat Rini lemah berbaring di atas ranjang pasien.


"Rin dimana yang sakit katakan padaku?? Apa sudah lebih baik sekarang??" tanya Azlan sangat khawatir


Rini hanya mengangguk ringan.


"Mi kamu nggak bilang mamahku kan kalo aku disini??" tanya Rini pada Mia dia tidak ingin mamahnya khawatir dan sedih melihatnya


"Iya Rin tenang aja aku tadi sudah ngirim pesan ke mamahmu kalau kamu nginep dirumahku" jawab Mia dia tahu bahwa seperti apapun keadaannya Rini tidak akan memberi tahu mamahnya Rini tidak ingin mamahnya bersedih lagi. Sudah cukup kesedihan yang mamahnya rasakan


"Makasih ya Mi" ucap Rini. Mia menganggukan kepalanya sebagai balasan


"Rin kata dokter kamu demam terus perut kamu kosong dan dokter juga menyuruh kamu dirawat malam ini. Kamu kenapa nggak makan Rin??" tanya Azlan


"Nggak nafsu aja Mas" jawab Rini

__ADS_1


"Kalian pulang saja aku baik-baik saja disini. Mas Tama tolong antarkan Mia pulang ya dan juga aku minta tolong untuk mengurus izin untukku besok" pinta Rini pada Tama


"Kamu tenang saja Rin istirahatlah dulu sampai kamu sembuh" balas Tama


"Enggak Rin aku bakalan nungguin kamu disini aku mana mungkin bisa pulang kalo kamu terbaring lemah kaya gini" ucap Mia yang sangat khawatir dengan keadaan Rini


"Makasih ya Mia kamu memang sahabat terbaikku" balas Rini


"Mas Azlan pulanglah makasih sudah bantuin aku tadi" ucap Rini pada Azlan


"Aku akan ikut menjaga kamu disini"


"Tidak perlu sudah ada Mia disini Mas Azlan pulanglah aku mohon" pinta Rini


"Baiklah aku tidak kamu merasa tidak nyaman tapi bisakah kita berbicara saat kamu sudah sembuh nanti"


"Baiklah" ucap Rini singkat


"Dan satu lagi jangan blokir nomorku"


"Ahhh... soal itu baiklah sekarang pulanglah"


"Kalau begitu aku pamit cepatlah sembuh dan jaga dirimu baik-baik jangan sakit lagi dan jangan pingsan di depanku lagi. Jantungku terasa mau copot saat kamu pingsan tadi. Satu lagi lain kali jangan melewatkan sarapan, makan siang dan makam malam"


*Ingin rasanya aku mendekapmu Rin menyalurkan kekuatanku untukmu. Aku yakin seiring berjalannya waktu kamu bisa membuka hatimu untukku Rin*


Setelah Azlan dan Tama pulang tersisa Rini dan Mia dalam ruangan tersebut.


"Aku suapin ya Rin" tawar Mia setelah perawat mengantarkan bubur untuk Rini


"Aku bukan anak kecil Mia aku bisa makan sendiri"


"Kalo kamu bisa makan sendiri kamu nggak bakalan pingsan karena nggak makan kayak gini Rin" ucap Mia sedikit ngegas


"Iya iya maaf aku cuman nggak nafsu makan aja. Siniin buburnya aku makan sendiri"


"Harus habis ya Rin kalo nggak habis kasian nanti buburnya nangis terus ayam kamu nanti mati" ucap Mia menghibur Rini


"Iya bawel ah siniin buburnya" ucap Rini sambil menyambar semangkok bubur dari tangan Mia

__ADS_1


Setelah menghabiskan buburnya Mia menyuruh Rini untuk minum obat dan segera tidur. Mia menjaga Rini sepanjang malam dan pamit untuk pulang saat sudah subuh karena harus bekerja tentunya.


__ADS_2