Membuka Hati Yang Beku

Membuka Hati Yang Beku
eps 8


__ADS_3

Pagi yang cerah menyingsing matahari sudah menampakkan dirinya. Tetes embun perlahan memudar seiring dengan matahari yang terus naik dari ufuk barat. Hari ini adalah hari minggu hari yang libur yang ditunggu-tunggu untuk para pelajar dan pekerja.


Rini masih belum keluar dari kamarnya walaupun sudah bangun pagi-pagi sekali. Entah kenapa saat adzan subuh berkumandang saat itulah Rini terbangun. Hari libur dimanfaatkannya untuk bermalas-malasan mengistirahatkan tubuh dan pikirannya yang lelah.


Rebahan di kasur seharian tidak usah mandi menjadi rutinitas sejuta umat manusia di hari minggu. Sama halnya dengan Rini hari ini rencananya adalah menonton drama korea, membaca novel online, dan tentunya fangirling.


Setelah mamahnya menikah Rini sudah tidak lagi menjadi tulang punggung keluarga. Bebannya seakan sudah terangkat. Saat kuliah dulu Rini masih sambil bekerja tapi sebagian hasil kerjanya akan dikasihkan ke mamahnya. Setelah mamahnya menikah uang hasil kerjanya dia simpan sendiri atas perintah mamahnya. Rini juga mendapatkan uang saku dari ayah tirinya sebenarnya Rini menolak tapi ayahnya beralasan jika itu adalah tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga akhirnya Rini terima.


Rumah Rini nampak sepi hanya ada Rini dan Rois adiknya sementara penghuni rumah yang lain sudah berpamitan sejak pagi tadi.


Panggilan masuk merusak aktifitas Rini saat tengah asyik menonton drama It's OK not to be OK. Panggilan tersebut berasal dari nomor Mia sahabatnya.


~Assalamualaikum Rin....~


~Walaikumsallam.... Ada apa Mi? Pagi-pagi udah nelfon aja~


~ Hari minggu nih hang out yuk bosen nih dirumah dan ini udah gak pagi lagi Rin udah jam 9 lewat~


~ Emang mamas Tama kamu kemana Mi?? Tumben ngajakin aku~


~ Ayolah Rin kita ke time zone yuk karokean biar nggak stress.... Gimana mau nggak??~


~ Ennn.... Gimana ya Mi aku lagi males keluar pengen kelarin nonton drakor aku~


~ Ayolah Rin kitakan udah jarang jalan bareng.... Mau ya pliiiiissss Rinn~


~ Yaudah deh tapi kamu kesini dulu ya berangkat dari ini aja~


~ OK aku siap-siap dulu.... Asslamualaikum~


~ Walaikumssalam~


Seperti yang sudah disepakati tepat jam setengah 11 siang Rini dan Mia berangkat untuk hang out. Karena jarak yang cukup jauh Rini dan Mia sepakat untuk naik mobil. Kebetulah mobil ayah Rini dirumah jadi bisa dipinjam. Ya kehidupan Rini berubah saat mamahnya menikah lagi rumahnya sudah diperbesar dan direnovasi. Usaha ayah tirinya dibilang cukup sukses dan kini dirumahnya ada 2 mobil yang satu mobil sedan dan satunya lagi mobil cebek yang digunakan ayah Rini untuk bekerja.

__ADS_1



Karena di desa Rini tidak terdapat mall akhirnya Rini dan Mia harus menuju ke kota terdekat dari desanya. Setelah 1 jam perjalanan Rini dan Mia sampai di mall yang tidak terlalu besar tapi memiliki fasilitas time zone dan bioskop.


Rini dan Mia memasuki mall dengan langkah yang ringan apalagi Mia sejak tadi senyumnya tidak luntur dari wajahnya. Rini dan Mia menyewa satu bilik tempat karaoke untuk berdua selama 1 jam. Mia memainkan semua lagu dari Denny Caknan yang sedang memang hits. Setelah puas berkaraoke ria Rini dan Mia memutuskan untuk bermain sebentar di time zone. Seperti ABG yang berusia belasan tahun Rini dan Mia nampak jingkrak-jingkrak saat bermain.


Ada satu permainan yang menarik perhatian Rini dan Mia yaitu mesin capit boneka. Sudah berkali-kali mencoba tapi tetap saja gagal dan saat hampir berhasil boneka yang dicapit malah terjatuh. Tersisa satu koin untuk mereka mencoba artinya hanya tinggal satu kali kesempatan. Rini memusatkan perhatian dan konsentrasinya pada mesin capit tersebut. Tanpa mereka sadari sedari tadi ada yang memperhatikan dan mengikuti mereka dari awal masuk mall.



" Mau aku bantuin nggak??" ucapnya yang sedari tadi gemas memperhatikan Rini


"Mas Azlan kok bisa ada disini??" sahut Rini penasaran


"Iya...tadi kebetulan aku lagi nyari kado buat ponakan aku nggak sengaja liat kamu tadi jadi aku ikutin sampe sini ... mau dibantuin nggak aku jago hluw main ini"


"Boleh sih tapi koin kita udah habis" sahut Rini sambil tersenyum kikuk


"Tunggu sebentar"


"Cowok tadi siyapa Rin??" tanya Mia yang penasaran


"Azlan temen aku" jawab Rini


"Yakin cuman temen nih??" goda Mia yang melihat ekspresi gugup Rini serta wajahnya yang memerah


Bukannya menjawab Rini justru mencubit lengan Mia dengan sedikit kesal.


"Tapi aku kok nggak pernah tau Rin kalo kamu punya temen ganteng kayak dia" tanya Mia lagi sambil cekikian


"Soalnya dulu dia pindah pas masih umur 9 tahun dan waktu itu umurku baru 5 tahun terus balik lagi kesini udah sekitar 3 bulan lebih sih"


Saat Mia ingin bertanya lebih lanjut lagi terlihat Azlan berjalan menghampiri mereka dengan koin ditangannya.

__ADS_1


"Rin nggak mau ngenalin gitu ke aku nama pacar kamu ini siyapa??" goda Mia berhasil membuat wajah Rini semerah tomat. Azlan yang mendengar ucapan Mia tentunya senang bukan main bahkan daritadi Azlan terus tersenyum.


"Apaan sih Mi?? Jangan ngawur deh dia Mas Azlan temen aku" jawab Rini sambil terbata


"Mas Azlan dia Mia sahabat aku" ucap Rini lagi tapi kali ini Rini tujukan pada Azlan


"Hai Mia saya Azlan teman Rini" ucap Azlan sedikit kecewa tapi memang benar bawasanya dirinya bukanlah pacar Rini


"Hai juga aku Mia sahabatnya Rini"


Setelah perkenalan singkat Azlan melanjutkan niatnya untuk memenangkan mesin capit boneka itu. Dengan cekatan Azlan berhasil mendapatkan satu boneka teddy bear berwarna coklat dalam sekali percobaan. Rini dan Mia yang melihat Azlan berhasil memenangkan boneka itu sontak melompat senang sambil bertepuk tangan.


"Nih buat kamu Rin" ucap Azlan sambil menyodorkan boneka tersebut kepada Rini


"Makasih" jawab Rini singkat saat ini detak jantungnya seakan meningkat 2 kali lipat dari biasanya


"Kamu mau yang mana lagi?" tanya Azlan lagi


"Eh ...Enn udah ini aja" jawab Rini dengan gugup dan terbata


"Yakin??" tanya Azlan lagi Rini menanggapi dengan menganggukan kepalanya


"Kamu juga mau juga nggak Mi??"


"Enggak usah Mas, pantang bagi seorang Mia menerima pemberian dari pacar sahabatku sendiri" ucap Mia lagi-lagi menggoda Rini. Dengan geram Rini kembali mencubit sahabatnya itu.


"Maaf ya Mas Az temenku memang gitu kalo ngomong suka gajelas" ucap Rini kepada Azlan dirinya merasa sangat malu bahkan wajahnya tambah merah merona


*Mas Az itu panggilan masa kecil Rini dulu ternyata Rini masih ingat...oh Tuhan kenapa rasanya sesenang ini*


"Iya Rin santai aja, terus ini sisa koinnya gimana?"


"Kita main lagi aja yuk" ucap Mia yang langsung menyahut

__ADS_1


"Iya udah ayok" ajak Azlan kepada Rini dan Mia


Setelah puas bermain Azlan mengajak Rini dan Mia untuk sholat ashar terlebih dahulu karena waktu sudah menunjukkan pukul setangah 4 sore. Setelah sholat Azlan, Rini dan Mia memutuskan untuk makan bermain hingga lupa waktu membuat perut mereka lapar. Mereka makan dengan diselingi canda dan tawa apalagi sifat bobrok Mia membuat Azlan dan Rini tidak berhenti tertawa. Tepat pukul setengah 5 sore mereka kembali ke kediaaman masing-masing. Rini dan Mia pulang kerumah sementara Azlan pulang ke rumah pakdhenya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari mall tersebut untuk merayakan ulang tahun keponakannya.


__ADS_2