
Seperti dugaan Azlan sudah berhari-hari Rini selalu mengabaikan Azlan. Rini juga tidak membalas pesan Azlan bahkan sama sekali tidak dibaca. Setiap ada kesempatan untuk Azlan berbicara pada Rini tapi Rini selalu menghindar. Azlan frustasi dengan keadaan ini sungguh Azlan sangat tidak menyukai jika Rini mengabaikannya.
Sudah tidak tahan dengan Rini yang selalu menghindar darinya siang ini Azlan memutuskan untuk datang ke kantor tempat Rini bekerja. Azlan harus segera meluruskan kesalahpahaman Rini. Azlan ingin mengatakan perasaannya yang sebenarnya pada Rini dan tentang perjodohannya dengan Nisya.
"Assalamualaikum Rin" sapa Azlan saat sudah di dekat Rini yang baru saja keluar dari dalam kantor bersama Mia dan Tama untuk istirahat makan siang
"Walaikumsallam Mas Azlan kenapa ada disini??" tanya bingung
"Aku ingin bicara sesuatu denganmu Rin, bisakah kita berbicara aku mohon jangan menghindar lagi Rin" pinta Azlan
"Mas Azlan ikut kita aja makan siang sekaliyan nanti kalian ngobrol disana" ajak Mia pada Azlan
"Kamu tidak keberatan kan Rin??" tanya Azlan pada Rini
Rini menjawab hanya dengan menganggukan kepalanya. Kemudian Azlan, Rini, Mia dan Tama pergi ke rumah makan yang tidak terlalu jauh dari kantor tempat Rini bekerja. Azlan meminta untuk bisa berdua dengan Rini. Akhirnya Azlan dan Rini duduk terpisah dengan Mia dan Tama.
Azlan dan Rini dengan khidmat menyantap makan siang mereka. Setelah selesai makan ekspresi wajah Azlan berubah menjadi serius.
"Rin aku ingin bicara serius denganmu" ucap Azlan mengawali percakapan
"Ada Apa??" tanya Rini
"Aku Mencintaimu Rini Pramudhita" ucapAzlan langsung tanpa basa basi. Rini masih diam saja mencoba mencerna kalimat yang barusan Azlan katakan
__ADS_1
"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang Rin, aku mengatakan aku mencintaimu tulus dari dalam hatiku Rin. Aku mohon jangan menghindar dariku lagi Rin aku tidak sanggup" ucap Azlan lagi
"A... a aku..." ucap Rini terbata masih belum bisa mencerna sepenuhnya apa yang dikatakan Azlan
"Aku akan menunggumu Rin berapapun waktu yang kamu butuhkan aku akan menunggumu Rin. Dan untuk masalah perjodohanku dan Nisya kamu jangan salah paham Rin aku sudah menolaknya. Tapi Nisya meminta padaku untuk bisa dekat denganku sampai aku mendapatkan kepastian tentang perasaanmu padaku Rin. Aku mengatakan ini agar kedepannya tidak salah paham dengan Nisya jika dia mencoba mendekatiku. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, yakinlah Rin hatiku telah kau miliki"
"A...a aku permisi Mas" ucap Rini langsung berdiri dari tempat duduk dan berlari keluar kembali ke kantornya
Waktu istirahat masih sisa setengah jam Rini memutuskan mengunci diri di kamar mandi untuk menenangkan pikirannya.
*Mas Azlan mencintaiku? Aku harus bagaimana? Tuhan tolong katakan padaku aku harus bagaimana? Meskipun aku juga mencintai Mas Azlan tapi sungguh aku sangat tidak pantas untuk Mas Azlan. Aku wanita yang kotor hiks..hiks..hiks* batin Rini air matanya jatuh tanpa diminta
*******
Di rumah makan
Mia memutuskan untuk menghampiri Azlan yang masih duduk berjarak 2 meja darinya dan Tama. Mia tidak bisa mendengarkan apa yang Azlan dan Rini bicarakan karena jaraknya yang terlalu jauh juga musik yang disetel di dalam rumah makan tersebut.
"Ada apa dengan Rini mas?? Kenapa Rini pergi begitu saja??" tanya Mia penasaran kini ia telah duduk berhadapan dengan Azlan
Terlihat Azlan menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan Mia.
"Huft... Aku tadi mengatakan pada Rini bahwa aku mencintainya dan aku mengatakan padanya bahwa aku akan menunggunya. Aku juga mengatakan pada Rini bahwa aku tidak menerima perjodohanku dengan Nisya" jawab Azlan
__ADS_1
"Terus apa jawaban Rini?? tunggu tunggu tadi Mas Azlan bilang Mas Azlan dijodohkan dengan Nisya??" tanya Mia antusias
"Rini tidak mengatakan apapun malah dia langsung pergi begitu saja. Apa kau mengenal Nisya??"
"Aku tidak mengenalnya tapi Rini pernah bilang padaku bahwa dia sangat membenci Nisya tapi untuk alasannya aku tidak tahu pasti" ucap Mia
"Tapi Mas Azlan perlu tahu sesuatu tentang Rini" ucap Mia lagi
"Apa itu? Bisakah kau mengatakannya" pinta Azlan
"Rini memiliki trauma dengan laki-laki, Rini mengatakan padaku jika dia tidak ingin menikah. Rini takut jika dia menikah nasib pernikahannya akan sama dengan orangtuanya dulu. Dan Rini juga pernah depresi waktu dia kelas 2 SMA, aku tidak tahu apa penyebabnya tapi yang jelas dia banyak berubah. Rini menutup diri dari laki-laki dan dia juga bersikap sangat dingin dengan semua laki-laki yang mencoba mendekatinya. Bahkan dia tidak meresponku selama berminggu-minggu waktu itu. Sebenarnya Rini memintaku untuk merahasiakan hal ini dari siapapun bahkan kelurganya sendiri, tapi saat Mas Azlan bilang bahwa Mas Azlan mencintai Rini aku rasa Mas Azlan harus tahu" jawab Mia
"Bisakah kau ceritakan padaku lebih rinci lagi?? Aku tidak mengetahui kehidupan Rini saat aku pergi dulu" pinta Azlan
"Dari cerita Rini padaku orangtuanya bercerai karena papanya selingkuh dan bercerai dengan mamahnya saat umurnya 11 tahun. Sejak saat itu Rini membantu mamahnya untuk bekerja mencari nafkah. Setelah dia pulang sekolah Rini akan bekerja menjadi buruh cuci piring di warung di desa tetangga. Kehidupannya sangat keras bahkan dia tidak memiliki waktu untuk bermain waktunya dia gunakan untuk bekerja dan belajar. Saat SMA juga seperti itu Rini belajar sangat rajin supaya mendapatkan beasisiwa dan sepulang sekolah dia akan bekerja menjaga toko hingga malam. Rini sangat membenci papanya karena setelah berpisah dengan mamahnya pun papanya masih sering menyakiti hati Rini dan mamahnya. Bahkan papanya tidak bertanggungjawab padanya dan adiknya. Rini berjuang sendiri dengan mamahnya. Saat masuk kuliah Rini mengambil beasisiwa dan setelah satu tahun kuliah mamah Rini menikah lagi. Aku sangat bersyukur karena penderitaan Rini sudah berakhir tapi dampak dari perceraian orangtuanya membuat hati Rini menjadi beku. Mas Azlan aku mohon padamu tolong bukalah hati Rini aku ingin dia bisa terlepas dari traumanya dan hidup bahagia" jelas Mia panjang lebar
"Apakah sebesar itukah rasa sakit dan penderitaan Rini?? Huftt.... Tenang saja aku akan mencoba membuka hati Rini dan aku akan membahagiakannya sampai akhir hayatku nanti"
*Akan aku pastikan aku akan membahagiakanmu Rin itu janjiku pada diriku sendiri* batin Azlan
"Kalau begitu aku permisi kembali Mas jam istirahatku sudah hampir habis" pamit Mia
"Terima kasih Mia telah memberitahuku tentang Rini" ucap Azlan
__ADS_1
"Tidak perlu sungkang Mas Azlan ini nomor WAku jika Mas Azlan punya petanyaan tentang Rini lagi bisa bertanya padaku" jawab Mia sambil memberikan nomornya setelah itu pergi meninggalkan Azlan dan kembali ke kantor bersama Tama.