Membuka Hati Yang Beku

Membuka Hati Yang Beku
eps 11


__ADS_3

Rini terlihat sudah berada di meja kerjanya. Hari ini Rini memutuskan untuk berangkat lebih pagi karena ada berapa perkerjaan yang harus ia selesaikan terlebih dahulu. Saat tengah fokus terlihat Arka datang dan duduk di depan Rini.



"Tumben udah sampe Rin??" ucap Arka mengawali percakapan


"Iya" sahut Rini dengan dingin


"Nanti malam kamu ada waktu tidak Rin?" tanya Arka yang berniat untuk mengajak Rini makan malam bersama


"Tidak, Maaf"


"Baiklah tapi lain kali bisakah kamu tidak menolak?" pinta Arka


"Maaf"


"Apakah tidak ada kesempatan untukku sedikit saja Rin?"


"Bapak sudah tahu jawabannya" sahut Rini tanpa mengalihkan pandangannya masih fokus pada pekerjaannya


"Apakah karena laki-laki yang kemarin bersama kamu dan Mia di mall??"


"Apa maksud bapak?" tanya Rini kini pandangannya dia alihkan pada Arka


"Apakah karena laki-laki itu kamu selalu menolakku?"


"Maksud bapak Mas Azlan?" tanya balik Rini


"Jadi namanya Azlan, Apakah dia pacarmu? Apakah kamu menyukainya?" tanya Arka lagi


"Tidak Mas Azlan hanya temanku" jawab Rini

__ADS_1


"Benarkah dia hanya sekedar teman? Kamu benar tidak memiliki perasaan apapun padanya?"


"Tidak Mas Azlan hanya teman saya dan saya tidak memliki perasaan apapun padanya. Saya hanya kagum pada Mas Azlan dan jika saya menyukai Mas Azlan itu hanya sekedar sebagai teman"


"Benarkah kamu tidak menyukainya Rin? Hatimu mungkin mengatakan tidak tapi mata kamu tidak bisa berbohong Rin"


"Apa maksud bapak?"


"Daritadi saya mengajak kamu mengobrol kamu bahkan tidak menatap wajah saya Rin. Tapi saat saya menyinggung tentang Azlan kamu langsung menatap saya. Dan ini pertama kalinya kamu mengobrol banyak dengan saya diluar pekerjaan. Dan ini pertama kalinya kamu tidak menghindar saat saya mendekatimu. Karena Azlan kamu mengalihkan perhatian kamu dan karena Azlan juga kamu banyak bicara. Kemarin saya memperhatikan kalian dan sepertinya Azlan menyukaimu bahkan mungkin mencintaimu. Benarkah kamu tidak menyukainya Rin??"


"Saya..." belum selesai Rini bicara Arka sudah menyela


"Tanyakan itu pada hatimu Rin. Saya menyerah untuk mendapatkan kamu 2 minggu lagi saya akan menikah. Saya dijodohkan oleh orang tua saya. Saya memutuskan untuk menerima perjodohan ini karena kemarin saya melihat kamu tersenyum dengan bahagia saat bersama Azlan dan sepertinya kamu memiliki perasaan yang sama. Ini undangan pernikahan saya, saya harap kamu tidak keberatan untuk datang. Saya permisi dulu Rin..." ucap Arka menyodorkan undangan pernikahannya


"Eh iya pak, saya usahakan untuk datang"


Setelah mendapatkan jawaban Rini, Arka pergi meninggalkan meja Rini masuk ke ruangannya. Rini masih dibuat bingung dengan kata-kata Arka sampai melamun dan di kejutkan oleh Mia dan Tama yang terlihat datang bersama.


Waktu berjalan dengan cepat tak terasa sudah watunya untuk Rini dan rekan-rekan karyawan lainnya pulang. Rini memutuskan untuk pulang lebih awal ada sebagian karyawan yang pulang bareng dengannya, ada juga yang masih tetap tinggal di kantor.


Rini sampai dirumahnya saat jam menunjukkan pukul 16:45. Saat sampai dirumah Rini mendapatkan titah dari mamahnya untuk menjemput Risya, karena memang biasanya Risya pulang jam 5 sore. Setelah meletakkan tasnya Rini kembali melajukan motornya untuk menjemput Risya di tempat mengaji.


Rini menunggu sekitar 5 menit terlihat Risya sudah keluar dari kelasnya. Rini langsung menghampiri Risya dan menggendongnya. Azlan yang melihat Rini sontak saja langsung menghampirinya.


"Assalamualaikun Rin" sapa Azlan


"Walaikumsallam Mas Az" balas Rini


"Tumben udah pulang Rin?" tanya Arka


"Iya Mas tadi perkerjaanku selesai lebih cepat"

__ADS_1


Azlan ingin kembali bertanya kepada Rini tapi niatnya tidak tersampaikan karena Nisya menghampiri mereka. Nisya kini ikut membantu untuk mengajar anak-anak TPA


"Hai Rin kamu apa kabar??" sapa Nisya


"Baik" balas Rini sambil memutar bola matanya


"Aku juga baik dan kali ini aku bakalan lama di sini. Abah memintaku pulang karena Abah menjodohkan aku dengan Mas Azlan, jadi kita bakalan sering ketemu gimana kalau lain kali kita pergi jalan-jalan bareng??"


"Nggak nanya dan nggak mau" ucap Rini langsung pergi meninggalkan Azlan dan Nisya


Azlan dibuat heran dengan sikap Rini kenapa Rini bersikap sangat acuh pada Nisya. Nisya hanya memasang wajah biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa dengannya dan Rini.


"Saya tidak suka kamu berbicara tentang perjodohan kita kepada orang lain terlebih lagi kepada Rini" ucap Azlan yang sedikit kesal dia tidak ingin Rini salah paham dan menjauh dari Azlan


"Maaf Mas Azlan, Nisya tidak bermaksud seperti itu" ucap Nisya dengan sedikit menundukan kepalanya


"Saya tidak ingin kejadian seperti ini terulang lagi" tegas Azlan


"Iya Mas Azlan tapi Nisya heran dengan Rini kenapa dia sangat jutek pada Nisya. Nisya kan hanya ingin menanyakan kabarnya dan mengajaknya jalan-jalan bersama. Bahkan tadi Rini tidak menanyakan kabar Nisya"


"Dia pasti punya alasan kenapa dia bersikap seperti itu dan seharusnya kamu tahu apa alasannya" ucap Azlan membalas perkataan Nisya. Setelah itu Azlan pergi begitu saja meninggalkan Nisya yang tampak sedikit kesal.


******


Rini sudah berbaring dikasurnya bersiap untuk tidur. Semua kejadian hari ini berputar kembali di kepala Rini. Beberapa pesan masuk di ponsel Rini dengan malas Rini mengecek ponselnya. Ada ratusan chat dari grup alumni SMAnya ada juga pesan dari Mia dan dari Azlan tentunya. Rini membalas pesan Mia tapi tidak beniat untuk membuka dan membalas pesan Azlan. Setelah itu Rini meletakkan kembali ponselnya mengambil obat tidur dan meminumnya.


* Aishhh...kenapa Nisya pulang kesini sudah bagus dia di pesantren. Dan apa yang dia bilang tadi dijodohkan dengan Mas Azlan haahhh apa maksudnya? Apakah Mas Azlan menerima perjodohannya dengan Nisya? Nisya memang lebih cantik dariku, ibadahnya memang lebih baik dariku. Tapi sifatnya benar-benar berbeda jauh dengan wajah dan ibadahnya. Aku tidak mungkin menyuruh Mas Azlan untuk menolak perjodohan itu. Mas Azlan memang pantas mendapatkan yang lebih baik tapi tidak jika itu dengan Nisya*


* Kenapa Mas Azlan tidak bilang padaku jika dia dijodohkan dengan Nisya? Akhhh...Memangnya siyapa aku? Untuk apa juga Mas Azlan memberitahukan tentang perjodohannya dengan Nisya? Ingat Rini kamu bukan siyapa-siyapanya Mas Azlan tapi kenapa sikap Mas Azlan selalu membuatku bingung. Apa benar kalau Mas Azlan menyukaiku? Bahkah Mia dan Pak Arka bilang begitu. Ada apa denganku?? Kenapa aku sangat senang saat Mia dan Pak Arka mengatakan bahwa Mas Azlan menyukaiku??. Dan kenapa aku sangat kesal saat mengetahui perjodohan Mas Azlan dan Nisya??. Aishh .... kenapa ini begitu membingungkan?? Ingat Rini kamu tidak boleh jatuh cinta pada Mas Azlan ingat itu tidak boleh!*


~Selamat Membaca~

__ADS_1


__ADS_2