
Setelah memasak dan sarapan bersama Rini melangkahkan kakinya untuk berangkat bekerja. Rini terlihat rapi mengenakan sragamnya penampilannya hari ini sangat perfect sangat cantik sama seperti biasanya. Menjadi karyawan bank memang dituntut untuk selalu berpenampilan rapi.
Setelah 30 menit perjalanan Rini sudah sampai di bank tempatnya bekerja. Sialnya saat diparkiran Rini bertemu dengan Arka. Rini sangat tidak suka jika bertemu dengan Arka karena Arka akan selalu mencoba untuk mendekatinya.
"Pagi Rin kamu cantik banget hari ini" sapa Arka
"hemmm..." jawabnya singkat saat hendak berlalu pergi tangan Rini ditahan oleh Arka sontak hal itu membuat Rini memelototkan matanya pada Arka. Arka yang melihat tatapan Rini langsung saja melepaskan tangannya
"Rin kamu kenapa sih jutek mulu sama saya?" tanya Arka
"Maaf pak sudah berkali-kali saya bilang saya tidak tertarik untuk menjalin hubungan apapun dengan bapak. Tolong bapak berhenti mengganggu saya" jawab Rini dengan nada dinginnya
"Setidaknya kalaupun kita tidak bisa menjadi pasangan kita bisa berteman Rin"
"Maaf pak saya tidak bisa saya permisi" ucap Rini lalu beranjak dari tempatnya berdiri meninggalkan Arka
*Sudah 8 bulan aku mencoba mendekatinya tapi kenapa Rini terus menolak? Apa yang salah??*
Saat Rini sampai di mejanya disana sudah terlihat Mia sahabatnya sekaligus rekannya. Mia sangat penasaran dengan Rini kenapa hari ini Rini terlihat tidak bersemangat.
"Rin kamu kenapa? Ada masalah apa cerita sama aku" tanya Mia yang tidak bisa menahan rasa penasarannya
Rini tidak menjawab pertanyaaan Mia dirinya justru menghela nafas panjang.
"Aku tahu pasti kamu disuruh cepet-cepet nikah kan sama mamahmu, iya kan??"
"Iya Mi, aku nggak pingin menikah tapi mamah selalu memaksaku bahkan mamah bilang kalo mamah bakalan bahagia jika aku menikah" ucap Rini sambil membenturkan kepalanya di meja saat ini Rini merasa sangat frustasi
"Rin bukan cuman mamah kamu aja yang bahagia aku sebagai sabahat kamu juga pasti bahagia kalo kamu nikah. Tidak semua laki-laki sama Rin kamu hanya perlu membuka hatimu"
"Kamu tahu sendiri Mia bagaimana kehidupanku dulu, semua laki-laki hanya baik di awalnya saja aku tidak ingin terjebak dengan cinta dan rumah tangga"
__ADS_1
"Itu karena kamu menutup hatimu Rin mamah kamu juga bakalan sedih kalo tahu anak kesayangannya ini nggak pingin menikah"
"Tapi sungguh aku benar-benar tidak ingin menikah"
"Coba kamu buka hati kamu yang beku itu Rin, biarkan seseorang masuk dan menghangatkannya, kamu bisa mencoba dengan pak Arka dia kan dari dulu ngejar-ngejar kamu"
"Jangan bahas pak Arka aku muak dengannya tiap hari selalu saja mengangguku"
"Ya udah pokoknya kamu harus belajar membuka hatimu oke!"
Rini hanya menjawab dengan bedehem. Mia sahabatnya itu memang menjadi tempat curhatnya dan Mia juga yang membantu Rini untuk tetap tegar menjalani cobaan hidupnya. Mia memang mengetahui bahwa Rini trauma dan depresi tapi seperti mamahnya Mia tidak mengetahui bahwa Rini mengonsumsi obat tidur.
Waktu pulang telah tiba hari ini sama saperti biasa Rini pulang kerja pukul 5 sore. Sebelum pulang Rini melajukan motornya ke supermarket terbesar di daerah situ. Rini terpaksa mampir karena disuruh Rois adiknya untuk membelikannya cemilan karena besok teman-temannya akan belajar kelompok di rumah.
Saat hendak membayar Rini tampak mencari-cari dompetnya tapi tidak ada. Di dompet Rini hanya ada 3 lembar uang 50 ribuan, 3 atm dan beberapa kupon rumah makan tidak ada satupun kartu yang menunjukan identitasnya karena KTP dan SIM Rini selipkan pada silikon case HPnya. Rini ingin membayar menggunakan aplikasi pada HPnya tapi sayangnya HPnya mati. Ditengah kebingungannya tiba-tiba seorang malaikat penolong datang menghampirinya.
"Ini mbak disatuin" ucap malaikat penolong itu
"Eh...eemm...iya nggak papa kok" ucap Rini gugup campur malu
Setelah belanjaanya dihitung dan dibayar Azlan dan Rini melangkahkan kakinya keluar dari dalam supermarket. Azlan dan Rini duduk di salah satu bangku depan supermarket tersebut. Azlan mampir untuk membeli kopi sachet karena persediaan di rumahnya sudah habis. Azlan tidak sengaja melihat Rini yang kebingungan saat hendak membayar belanjaannya langsung saja menghampiri Rini.
"Eenn...itu...eenn makasih ya udah ditolongin tadi" ucap Rini sebenarnya Rini ingin cepat-cepat pulang tapi merasa tidak enak dengan Azlan akhirnya Rini memutuskan untuk tetap ditempat
"Sama-sama, kamu lupa bawa dompet ya Rin apa dompet kamu ilang??" tanya Azlan
"Kayaknya tadi ketinggalan pas makan siang di warung.... makasih ya sekali lagi besok aku ganti atau sekarang aja kamu kasih tau no rekening kamu nanti aku transfer kalo udah nyampe rumah HPku mati soalnya"
"Udah nggak papa Rin aku ikhlas kok sesama temen kan emang harus saling membantu"
"Tapi aku nggak enak sama kamu tadi kan belanjaan aku lumayan banyak"
__ADS_1
"Belanjaan kamu isinya cuman snack aja Rin nggak terlalu mahal juga"
"Tapi tetep aja kan Az... eh Mas aku nggak enak sama kamu" ucap Rini gugup sambil terbata-bata
*Mas Rini manggil aku mas oh Tuhan kenapa jantungku bedegup sangat kencang? Kenapa hanya dengan dia memanggilku mas membuatku sesenang ini* batin Azlan
"Mas kenapa malah melamun?? Terus senyum-senyum sendiri" tanya Rini membuyarkan lamuman Azlan
*Oh Tuhan Rini manggil aku mas lagi sungguh nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?*
"Oh Eh...Enn nggak papa kok, Rin aku boleh minta nomor WA kamu nggak?? Itung-itung aku udah nolongin kamu tadi, kamu nggak usah balikin uang aku nggak papa cukup dengan no WA kamu aja" ucap Azlan memberanikan diri untuk meminta kontak Rini awal yang bagus untuk dirinya bisa lebih dekat dengan Rini
"Tadi katanya ikhlas" sungut Rini
"Kan kamu yang maksa Rin katanya kamu ngerasa nggak enak sama aku"
"Okedeh catet 08195252xxxx itu no WA aku"
"Makasih ya Rin, yaudah pulang yukk keburu maghrib nanti"
"Iya"
Azlan dan Rini pulang kerumah masing-masing Rini mengendarai motornya dan Azlan dengan mobilnya. Sepanjang perjalanan pulang Azlan terus saja tersenyum lebar bahkan bersenandung kecil. Sama halnya dengan Azlan Rini juga terseyum tipis, senyum murni yang terukir dari dalam hatinya. Senyum yang tidak di buat-buat.
~Selamat membaca~
Disini ada yang Reveluv juga nggak??
__ADS_1