Membuka Hati Yang Beku

Membuka Hati Yang Beku
eps 7


__ADS_3

Ding...


Satu pesan masuk di HP Rini terlihat nomor tidak di kenal. Rini tidak menanggapi pesan itu sudah menjadi kebiasaan Rini yang tidak pernah membalas pesan ataupun menerima panggilan dari nomor tidak di kenal.


Ding


Ding


Ding


Pesan berturut-turut masuk di HP Rini menggugah dirinya untuk mengecek HPnya. Dari foto profilnya Rini sudah bisa mengenali yang mengirim pesan adalah Azlan.



~Assalamualaikum Rini~


~Kok nggak di bales??~


~Kamu udah sampai rumah kan Rin?~


~Kamu nggak kenapa-kenapa dijalan kan Rin?~


Terlihat semburat senyum menghiasi bibir Rini rasa bahagia menjalar ke seluruh bagian hatinya. Hanya dengan sebuah pesan berhasil menciptakan senyum indah di bibir Rini.


~Walaikumsallam Mas Azlan~


~Sudah sampai rumah dan selamat~

__ADS_1


Setelah membalas pesan Rini meletakkan HPnya di atas meja kecil dekat tempat tidurnya. Baru saja Rini berdiri ingin mengambil air minum di dapur HPnya kembali berbunyi.


Ding


~Alhamdullilah...lagi apa sekarang Rin?~


~Mau ke dapur ambil minum~


~Belum tidur Rin udah malem hluw kamu pasti capek kan seharian kerja berangkat petang pulang petang~


~Ini mau tidur~


~Yaudah Rin aku nggak mau mengganggu istirahatmu, selamat malam Rin jangan lupa berdoa semoga mimpi indah~


~Iya makasih~


Saat itu Rini pulang kerja seperti biasa Rini selalu pulang terlambat jarang sekali bisa pulang cepat. Rini melihat rumah Azlan yang sudah lama ditinggal itu kembali berpenghuni. Rini melihat Abi Hidayat dan Umi Ayya dirinya masih bisa mengenali kedua orangtua Azlan. Tapi Rini di buat penasaran dengan sosok laki-laki dengan wajah yang tampan, badan tinggi tegap, dan kulitnya putih bersih.


Untuk menghilangkan rasa penasarannya setelah sampai dirumah Rini menanyakan perihal keluarga Azlan pada mamahnya. Dan ya laki-laki yang dilihatnya tadi adalah Azlan. Selama 3 bulan Rini hanya melihatnya dari kejauhan mengagumi wajah tampan Azlan. Sampai saat beberapa waktu lalu Azlan datang ke rumahnya sambil menggendong Risya.


Sungguh pandangan yang indah bahkan Rini hampir tidak kedip melihatnya. Lamunannya terhenti saat melihat Risya yang menangis di gendongan Azlan. Sungguh dengan gugup Rini melangkahkan kakinya mendekat ke arah Azlan. Setelah mengambil Risya dari gendongan Azlan dan mengucapkan terima kasih Rini melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Bisa meledak jantungnya jika terus berada di dekat Azlan.


Memorinya kembali terekam saat malam harinya Rini bertemu dengan Azlan dan Om Hidayat. Sebenarnya Rini tidak ingin bersikap dingin waktu itu tapi entah kenapa mulut dan lidahnya tidak bisa dikondisikan. Setelah pagi tiba saat berangkat kerja Rini kembali bertemu dengan Azlan. Kali ini dengan jarak yang cukup dekat lagi-lagi Rini hanya bisa bersikap dingin saat menjawab pertanyaan Azlan rasa gugup menguasai dirinya membuatnya hanya bisa menjawab "apa, iya, dan minggir". Sungguh Rini tidak berniat untuk bersikap sedingin itu bahkan Rini merasa sangat kesal pada dirinya dan sedikit rasa kesal pada Azlan karena sudah membuat jantung Rini seakan ingin lompat dari tempatnya. Bagaimana bisa dia segugup itu bahkan Rini merasa bersalah karena jawaban singkatnya atas pertanyaan Azlan dan pastinya Rini menyinggung perasaan Azlan.


Sore tadi Rini berusaha mati-matian untuk tidak terlihat gugup di depan Azlan. Berusaha untuk mengendalikan mulut dan lidahnya agar tidak berkata dingin. Dan berhasil Rini berhasil mengendalikan dirinya, berhasil menekan rasa gugupnya walaupun hanya sedikit. Detak jantungnya berdebar sangat kencang dari supermarket tadi sampai saat ini Rini terlelap dalam tidurnya karena efek obat tidur yang dia minum sudah bekerja.


*******

__ADS_1


Di kamar Azlan


*Kenapa dia begitu menggemaskan seperti itu? Ingin sekali mencubit pipinya yang chubby itu. Setelah belasan tahun tidak bertemu kenapa dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik. Matanya yang sipit itu tidak berubah. Bahkan dulu dirinya sering di ejek karena mempunyai mata yang sipit tapi kenapa matanya malah membuatnya semakin cantik. Sepertinya aku sudah jatuh hati padamu Rini Pramudhita apa kamu juga merasakan hal yang sama denganku?. Aku akan berdoa kepada Allah semoga Allah menjodohkan kita...Aamiin*


Setelah berkelana dengan pikirannya sambil senyum-senyum sendiri Azlan kembali membuka HPnya dibaca berulang kali pesan dari Rini. Rasa bahagia memenuhi hatinya. Azlan membuka foto profil Rini terlihat Rini tersenyum sangat manis, rambutnya yang panjang dia kepang. Azlan tak berhenti memandangi foto Rini.



*Iishhhh kenapa dia sangat cantik? Ingin sekali rasanya aku membawanya kedalam dekapanku. Tapi kenapa dia selalu bersikap dingin padaku? atau jangan-jangan dia sudah memiliki pacar?. coba aku cek sosial medianya.*


Dan benar saja Azlan langsung berselunjur ke sosial media Rini. Dicarinya akun Rini banyak sekali akun yang bernama Rini. Azlan membuka satu persatu akun tersebut sampai akhirnya dirinya menemukan akun sosial media milik Rini. Hanya ada 2 unggahan foto di akunnya. Foto yang pertama adalah foto bunya matahari yang dia ambil di pekarangan depan rumahnya dengan caption "Sunflower" disertai emoticon bunya matahari. Foto yang kedua adalah foto dirinya bersama kucingnya yang terlihat sangat manis dan sangat imut. Kucing yang diberi nama Milly itu terlihat sangat lucu dan menggemaskan tapi bukan kucingnya yang jadi tujuan Azlan melainkan foto Rini yang lebih manis, lebih imut, lebih lucu, dan lebih menggemaskan.



*Izinkan hambamu memiliki ciptaanmu yang indah ini Ya Allah hamba mohon kepadamu. Rini Pramudhita kamu telah berhasil mencuri hatiku saat pertama kali aku kembali ke desa ini. Aku akan menjadikanmu milikku, aku akan menjadikanmu satu-satunya wanita untukku. Aishh... kenapa aku merasa saat ini aku menjadi budak cinta*


Azlan kembali berseluncur di akun sosial media Rini. Azlan menemukan Mia sering sekali men-tag akun Rini terdapat banyak foto Rini dari masa SMA hingga Rini bekerja. Banyak juga foto candid yang diambil Mia. Azlan langsung menyimpan semua foto Rini ke galerinya.


*Kenapa dia hanya mengunggah satu foto dirinya dan malah banyak fotonya diberanda milik Mia. Siayapa Mia? apa dia teman Rini? sepertinya begitu bahkan banyak foto-foto dari zaman SMA*


Karena penasaran dengan Mia, Azlan memutuskan untuk mampir ke beranda Mia. Azlan sempat terkejut melihat Rini tampak berpose bersama seorang laki-laki dan tampak akrab. Tapi setelah Azlan menscroll lebih jauh Azlan mengetahui bahwa laki-laki itu adalah Tama kekasih Mia sekaligus rekan kerja mereka.


*Huft...aku kira dia kekasihmu Rin baguslah kalau dia bukan kekasihmu, karena aku akan membuatmu menjadi kekasih ku di dunia dan di akhirat nanti*


Setelah puas dengan rasa penasarannya Azlan memutuskan untuk tidur karena malam sudah semakin larut. Azlan meletakkan HPnya di meja kecil di sebelah kasurnya. Azlan kemudian menarik selimutnya dan membaca doa sebelum tidur.


"Selamat tidur Rini semoga mimpi indah" ucap Azlan sebelum ia memasuki dunia mimpi.

__ADS_1


~Selamat Membaca~


__ADS_2