
"Tumben Rin nyampenya molor biyasanya gak pernah molor" tanya Mia melihat sahabatnya yang datang tidak seperti biasanya raut wajahnya juga terlihat tidak bersahabat.
"Iya tadi ada urusan dijalan" jawab Rini dengan ketus
"Urusan apaan?? Muka kamu tumben nggak enak diliat biasanya kan datar banget tapi kali ini muka kamu bener-bener nggak enak diliat"
"Udah deh Mi jangan banyak nanya dulu aku lagi kesel, aku nggak mau kamu jadi imbasnya pliss jangan nanya dulu" pinta Rini yang tidak ingin sahabatnya terkena imbas rasa kesalnya
"Okedeh tapi kalo udah nggak kesel cerita sama aku, oke!!"
Rini hanya membuat simbol OK dengan tangannya. Jam kerja dimulai semua karyawan bank bersibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Rini memang tidak terlalu dekat dengan teman-temannya yang lain meskipun begitu Rini tetap bertegur sapa dengan teman-temannya yang lain. Bahkan Rini dijuluki Introvert karena Rini selalu menutup diri. Karyawan bank lainnya bahkan tidak tahu bahwa Rini memiliki Ayah tiri dan Adik tiri hanya Mia yang tahu, Rini melarang Mia untuk menceritakan tentang dirinya kepada Tama ataupun yang lainnya.
Jam makan siang telah tiba hari ini Rini membawa bekal sendiri tapi tidak ada niatan untuk Rini menyantap makanannya moodnya benar-benar hancur hari ini. Mia dan Tama pergi keluar untuk mencari makan siang. Rini duduk di rest room bersama karyawan lainnya. Tidak ada percakapan antara Rini dan karyawan lain karena memang Rini hanya akrab dengan Mia dan juga Tama
.
__ADS_1
"Rin nggak di makan itu?" tanya Arka supervisor bank. Arka sudah berusia 32 tahun tetapi dia belum menikah dan Arka memendam perasaan pada Rini.
"Enggak pak lagi males, maaf saya permisi ke toilet" jawab Rini yang langsung pergi ke toilet Rini sudah tahu jika dia tetap ditempatnya pasti Arka akan terus bertanya.
Sudah berbagai cara Arka lakukan untuk bisa dekat dengan Rini tetapi tetap saja tidak berhasil. Arka sudah pernah menyatakan perasaannya pada Rini, apa jawabannya? Tentu saja ditolak. Tidak hanya sekali dua kali bahkan sudah berkali-kali Arka ditolak namun tetap saja jawaban Rini adalah Tidak. Arka ingin menyerah dan membuka hatinya untuk wanita lain tapi tetap saja tidak bisa. Jika ditanya apa yang membuat Arka jatuh cinta pada Rini? Entahlah hanya Arka yang tahu. Rini selama ini cuek, dingin, dan judes padanya bahkan pada semua karyawan yang ingin mengenalnya lebih jauh.
**********
Di SMA Negeri 1
Setelah jam istirahat selesai Azlan mulai mengajar para siswa kelas 11 IPA I. Selama jam pelajaran Azlan dibuat tidak fokus pikirannya melayang pada Rini. Baru setengah jam mengajar Azlan menyuruh para siswa untuk mengerjakan tugas Azlan tidak mau karena pikirannya yang tidak fokus malah salah memberikan materi. Azlan tetap di ruang kelas sambil menunggu murid-muridnya menyelesaikan tugas yang dia berikan.
"Emang pak Azlan punya pacar ya?? yahh patah hati deh aku hu hu hu" ucap salah satu siswi yang merasa kecewa
"Tidak!! Sudah cepat selesaikan tugas kalian dan jangan ribut" bantah Azlan yang tidak mau urusan pribadinya menjadi konsumsi publik.
"Saya mau kok pak jadi pacar bapak" sahut siswi lainnya
__ADS_1
"Saya jadi istri bapak aja" sahut siswi lain
"Ta'arufan sama saya aja gimana pak?" sahut siswi yang lain
"Pak Azlan yang nggak mau sama kalian dasar centil" ucap salah satu siswa yang merasa iri
"Kalian sudah dibilangin jangan ribut kenapa malah ribut, sudah cepat kalian kerjakan setelah selesai kita koreksi bersama saya mau ambil nilai"
"Baik pak" ucap para siswi tadi kompak
Siyapa yang tidak mengenal Azlan seluruh siswa siswi dan guru semuanya mengenal Azlan. Parasnya yang tampan senyumnya yang menggoda iman dan sikapnya yang ramah membuat siyapa saja klekpek-klepek. Banyak siswi yang antre untuk menjadi kekasih Azlan, mereka tidak masalah dengan jarak usia yang cukup jauh. Bagi mereka Azlan adalah sosok calon imam yang sempurna, banyak siswi yang halu ingin menjadi istri Azlan. Bahkan saat Azlan lewat di depan kelas banyak siswi yang berhamburan hanya untuk sekedar melihat dan menyapa.
Walaupun banyak siswi yang mendekatinya tapi Azlan tidak pernah menggubrisnya. Jika ada siswi yang menyatakan perasaannya Azlan akan menjawab "belajar dulu yang benar baru mikirin jodoh...". Meski sedikit menganggu Azlan tetap ramah kepada semua siswinya. Bahkan para siswa dibuat iri karena seluruh siswi dari kelas 10 sampai kelas 12 semuanya mengidolakan Azlan. Azlan berfikir bahwa sungguh tidak etis jika guru menikah dengan muridnya sendiri, walaupun di dunia ini ada juga guru yang menikah dengan muridnya.
Setelah selesai mengajar kelas 11 IPA I Azlan kembali mengajar di kelas 12 IPS II. Azlan dibuat kewalahan dan pusing mengajar kelas 12 apalagi jurusan IPS. Butuh tenaga ekstra untuk menertibkan siswi yang mencoba menggodanya. Untung setelah ini Azlan sudah tidak ada jam mengajar jika ada mungkin kepalanya akan pecah.
Sore telah tiba Azlan sekaliyan menunaikan ibadah sholat ashar di mushola sekolah, setelah itu bersiap untuk pulang tepat pukul setengah 4 sore dan berganti profesi menjadi guru ngaji bagi anak anak TPA. Gaji guru memang tidak terlalu besar tapi cukup untuk kebutuhan Azlan dan masih sisa juga untuk ditabung. Azlan tidak ingin menjadi polisi karena melihat Abinya yang kadang tidak pulang karena sedang bertugas, dan sering meninggalkan dirinya dan Uminya. Kadang Abinya terluka saat pulang dan tentu saja itu membuat Azlan dan Umi Ayya sedih. Bahkan saat hari raya Abinya bertugas untuk menjaga keamanan warga.
Menurut Azlan masih ada cara lain untuk berbakti kepada negara dan juga agama salah satunya menjadi guru. Azlan juga tidak ingin seperti Abinya yang jarang berada dirumah. Azlan ingin saat menikah nanti dia bisa bersama terus dengan istrinya dan juga anak-anaknya nanti. Keinginan Azlan tentu saja didukung oleh orangtuanya. Azlan adalah anak yang penurut tapi jika menurut Azlan dia tidak suka maka Azlan akan menentang keinginan orangtuanya.
__ADS_1
~Selamat Membaca~
Semoga readers suka dengan ceritaku.