Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Tanda-Tanda melahirkan


__ADS_3

Siska Semakin Bingung, Bukannya Cemburu tanda Cinta tapi kenapa Siska tidak boleh cemburu..??


Sudah laah tak usah dipikirkan, Dalam hati Siska berkata.


Dreettt....Drettt...Hp pun bunyi setelah membaca SMS dari kakaknya dia langsung pergi.


Tak mengatakan apapun, Siska juga berusaha biasa sudah laah dari pada memendam rasa Sakit dihati.


Setelah sore pulang, Rasanya Siska malaz bertanya apapun, kalaupun ditanya juga mungkin jawabannya sama sangat menyakitkan.


Malam itu dengar dengar kakak Fendi Suami kakak iparnya mau ada kerjaan di luar kota.


Jadi kakaknya meminta, Setiap ada apa apa "Fendi yang mengantar kesana kemari".


"Fendi juga meng iyakan, yang penting ada cicis nya..."


"Oke siap " Ucap kakak Laki laki Fendi


Kakak Fendi kerja diluar kota, Kakak iparnya tidak berani dirumah sendirian hanya dengan anak anaknya. Dia meminta Siska untuk menemaninya di rumah.


Siska yang hamil sudah beberapa bulan harus kesana kemarin. Naik turun jalan yang sangat susah dilewati.


Berngkat dari rumah malam setelah Isya dan pulang sebelum sholat subuh. Agar dia tetep bisa melaksanakan kewajibannya dirumah.


Seperti itu dilakukan Siska Naik turun dengan keadaan Perut yang sudah Hampir memasuki 9 Bulan.


Walaupun kadang ada rasa yang tidak suka tapi Siska berusaha tutupi dan berusaha biasa dimana pun berada.


Fendi semakin sering Kesana kemari.


Suatu ketika Kakak ipar Fendi main kerumah yang ditempati Siska dan Fendi.


Kakak iparnya dan anak anaknya Naik untuk main ketempat Rumah yang ditempati Siska dan Fendi.


Jarak dari tempat kakak ipar ke tempat Fendi dan Siska lumayan jauh.


Mereka berjalan Naik di pagi hari karena matahari belum terlalu panas.


Setelah sampai dirumah Fendi dan Siska mereka istirahat tiduran Hingga sore menjelang.


Setelah sore tiba, Kakak ipar Fendi merengek agar diantar Pulang Fendi.


"Hemmmmmm Siska menarik Nafas Panjang panjang".

__ADS_1


Heranya Fendi langsung mau aja walaupun sangat banyak pekerjaan.


Entahlah ada apa dengan mereka, Hanya mereka yang tau.


Perut Siska yang semakin membesar, Dia tetep harus menunggu kakak ipar Fendi yang sendirian dirumah, Karena sang suami kerja diluar kota dan kakak iparnya katanya tidak berani dirumah sendiri.


Banyak orang sekitar yang berkomentar kenapa Siska mau, kesana kemari keadaan perutnya sudah besar. Apa dia tidak takut dengan keadaan kesehatan kehamilannya.


Siska abaikan omongan - Omongan orang. Dia berusaha abaikan biar tidak menjadi beban pikirannya. Walaupun misalkan dipikir capek memang Capek, Sakit memang sakit, Tapi apa daya kalau dia tidak mau. akan menjadi masalah baginya.


Malam itu dia menemani kakak ipar Fendi, Sebenernya Perut sudah terasa tidak enak, Tapi dia tahankan. Dan pagi dia pulang Naik untuk masak dan beres beres rumah.


Setelah sampai dirumah, Siska membereskan rumah, Serta membuat sarapan untuk mertuanya.


Menjelang siang


Dreettt......Dretttt...Hp Fendi berbunyi...


Fendi membuka hp nya, Dan langsung pergi.


Rasa curiga Siska muncul, Pasti itu dari dia, apalagi maunya.


Tapi sudah laaah, "Aku tidak ingin berburuk sangka" Ucap Siska dalam hati.


Fendi pergi mengantar kakak iparnya Ke bank.


Agar Fendi menjemput kakak iparnya, Untuk mengantar dia ke bank.


Fendi dengan Cepatnya tanpa pamitan ke Istrinya.


Setelah ke bank, Mereka mampir ke pasar dan pulangnya main ke rumah Siska.


Sebenernya dirumah Siska tidak ngapa ngapain hanya tiduran diruang tengah, Nanti sorean dia pulang minta dianter Fendi.


Kakak Fendi tidak betah kalau dirumah sendiri, soalnya tidak ada yang diajak main di tetangga sekitar, Entah apa masalahnya.


Hari semakin Sore dan cuaca terasa mendung, Fendi pun memboncengkan kakak iparnya serta kedua anaknya menuju rumah kakak iparnya.


Malam itu perut Siska terasa tidak enak, Apa ini yang namanya mau melahirkan...??? Batin Siska


Tetapi Siska tahankan dia hanya mengusap -usap perutnya. Sabar ya sayang anak mama...dia ucapkan sambil mengusap perutnya.


Dia memberanikan memberi tau Fendi kalau perutnya terasa sakit.

__ADS_1


"Mas, Perutku terasa gimana gitu,," Ucap Siska terhadap Fendi


"Trus kenapa " Jawab Fendi Dengan mudahnya


"Ya tidak kenapa, Malam ini katanya kamu mau kemana ?? Terus kan seperti ini keadaanya, Jadi ku minta kamu dirumah saja tidak usah kemana -mana.


"Ya tidak bisa" Jawab Fendi Dengan cepat


"Trus AQ bagaimana kalau aku tiba tiba melahirkan dirumah sendirian" Siska sambil menangis


Bukan karena apa, Tapi entah hati Siska rasanya ingin menangis, Sudah tau istri dalam keadaan darurat, Tapi Fendi kekeh mau pergi kataya ada tugas.


Dia lebih menomer 1 kan tugasnya dari pada istrinya dan calon Anaknya.


Setelah sama Siska tidak diperbolehkan Fendi untuk pergi, tapi dia kekeh pergi Ahirnya Siska memberanikan meminta menjemput bibinya Fendi.


Dan meminta agar bermalam di rumah Siska, menemani Siska malam itu.


Dan bibi pun bermalam disitu. walaupun bibi nya juga sedang menunggui orang sakit dirumah nya sendiri. Setelah sampai dirumah Siska. Melihat Siska yang benar mungkin akan melahirkan bibi ketakutan.


Apabila Nanti melahirkan dirumah tidak ada orang gimana..??dirumah hanya berdua


Ahirnya bibi menyarankan akan mengabari ibu bidan desa. Ahirnya tiba tiba bidan desa datang membawa mobil, Ahirnya Siska dibawa turun kebawah, Kerumah ibu bidan desa bersama bibi Fendi.


Sesampainya disana sudah ada dukun urut Bayi, Ternyata Fendi yang mengabarinya dan membawanya kesitu, Sebenernya Siska belum ingin semua orang tau, Karena dia malu masa melahirkan banyak orang, Tapi Fendi sudah membawa orang banyak, Fendi pun tidak ada entah Fendi dimana, dirumah juga tidak ada. Hanya ada dukun bayi yang di situ yang katanya Fendi yang jemput dan dibawa kesitu.


Tak beberapa Fendi pun datang bersama orang, Ya dia adalah mertua sambung. Atau Ibu Tiri Fendi, yaa Jadi tambah ramai aja disitu.


ada beberapa orang yang nungguin. Siska bersama bibi, Mbah Dukun, Ibu Mertua Tiri, Bu bidan, Belum lagi nanti Fendi.


Ehhh....Misal nunguin Istrinya Melahirkan siih......


Kira- kira Fendi Nungguin istrinya Melahirkan tidak yaaach... Tunggu Cerita selanjutnya 🤗🤗


💞💞💞


Hai Guys, sambil menunggu update selanjutnya, mampir dulu yuk ke Novel bestie aku.


Menikah Dengan Musuhku : Luka Dalam Pernikahan


Author: R.angela


Tujuan hidup Rain LaLuka hanya satu, membalas dendam. Demi mewujudkan rencana nya, dia terpaksa menikahi gadis yang menjadi penyebab adiknya bunuh diri. Siapa sangka ketika hari dimana dia menikah dengan Dara, saat itu pula dia bertemu dengan wanita yang sudah meninggalkan ayah, adik dan juga dirinya bertahun-tahun lamu, yang tidak lain adalah ibunya.

__ADS_1


Mendapati dirinya dan Dara adalah saudara, Rain bimbang sesaat apakah ingin melanjutkan pernikahan itu, tapi demi balas dendam, dia pun menikahi gadis yang ternyata putri dari ibu kandungnya sendiri.



__ADS_2