Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Entah apa mau mu?


__ADS_3

Tidak satu atau dua kali Fendi mengeluh tentang permasalah dikantornya.


Perbedaan pendapat, perselisihan pemikiran yang berbeda, biasanya di ceritakan dirumah.


Bukan Siska tidak mau menanggapi, tetapi sudah tau bagaimana sifat asli Fendi, sehingga Siska tidak heran jika sering terjadi permasalahan, atau perbedaan pendapat.


Siska sudah sering mengingatkan, tetapi dia merasa paling benar, paling canggih, sehingga sulit untuk di ingatkan.


Jika Fendi bercerita tentang keadaan di kantor, Siska hanya mendengarkan tidak mau coment apa apa.


Suasana di kantor dan dikelas akan mengajukan akreditasi maka harus banyak yang dikerjakan. karena sama sama capek di kantor, banyak perbedaan pendapat sehingga yang tidak bisa menyadari hal itu bisa menjadi konflik antar pendidik. Tetapi walaupun diajak curhat semua itu oleh Fendi, Siska berusaha menyemangati kepada Fendi.


Bagaimanapun Siska tetap berusaha menutup suaminya.


Suasana sore yang begitu sejuk, Siska tak lupa menyuapi anak didepan Televisi.


"Ayo makan sayang" ajak Siska ke anak nya


Sambil Siska menyuapi anaknya, sambil berkata "Makan yang bnyak ya sayang biar cepet gede," ucapnya.


Ketika Siska asyik menyuapi anaknya, Fendi pergi ke dapur langsung membuka tudung saji.


"Hari ini kamu masak apa dek." tanya Fendi

__ADS_1


"Lihat saja mas" ujar Siska


" Hemm Masa cuman masak ini.aku kan capek masa hanya makan Ama tempe saja."


"Walaupun dengan tempe harus kita syukuri mas, kita bisa makan, lihat orang orang di luaran sana masih banyak yang belum makan.


Saya hanya masak stok yang ada dirumah aja mas , soale AQ tidak tau uang perolehan kamu selama ini.


"Maksudmu??"


"Ya kan benar."


"Lagian mau buat apa kamu pegang uang?"


"Gak berguna kamu pegang uang kenapa dipegangi, yang penting itu bisa makan." ucap Fendi masih ngeyel jawab sesuka hati.


Huumttt...


Siska menarik nafas dalam dalam. memang selama ini Fendi tidak memberikan pembebasan memberikan uang kepada Siska, mngkin dikira tidak berguna.


"istighfar mas, masa kepada istri kamu seperti itu, bukankah menafkahi anak istrimu itu adalah ke wajibanmu." ucap Siska


"Tidak usah ceramahi saya kamu,"

__ADS_1


"Buatkan aku Nasi goreng, aku lagi pingin Nasi goreng jangan cuman seperti ini" ucap Fendi


Sakit sebenernya Hati Siska setiap Hari harus mendengar kata kata hinaan dari Fendi, walaupun Siska sudah berusaha memperbaiki setiap tingkah laku nya dan menuruti semua kemauan Fendi.


Siska langsung pergi ke dapur untuk membuatkan nasi goreng Fendi,seperti permintaanya.


'mungkin dikira AQ ini pembantu apa ya?' batin dalam hati Siska


Yang harus mau menjalankan setiap perintah perintahnya.


Sudah menjalankan perintahnya saja tetap salah dimatanya, apa lagi kalau tidak menjalankan perintahnya.


Ya mungkin memang sudah Nasib Siska rasanya jauh dari kata bahagia.


Siska berusaha menjalani semua ini dengan iklas, walau hati Siska capek, entah sampai kapan akan seperti ini? rasa yang selalu muncul dalam hati Siska.


Yaa Allah kuatkan hatiku, tabah kan hatiku, semoga Aku bisa menjalani ujian mu ini semua.sehingga suatu saat nanti bisa mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Malam telah tiba, Siska menuju kamarnya dan menidurkan si kecil setelah si kecil tertidur pulas. Siska istirahat sendiri setelah semua pekerjaan rumah selesai.


Biarlah begini dijalani oleh Siska, hingga Siska bener bener siap menjadi wanita yang kuat dan Sukses nantinya.


Jangan lupa selalu dukung Author yaach

__ADS_1


__ADS_2