Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Siska ditarik hingga terjatuh


__ADS_3

Semenjak Siska dikasih uang 25 sudah satu Minggu masih ditanyakanlagi, sudsh habis tapi masih ditanyak ,selalu bertanya dan dibuat apa?. Masasa cepet bngtt segitu sudsh habis?


masa segitu masih kurang bener.


Sedangkan dikasih 25 ribu kalau sudah dibelanjakan malah seringnya tambah dari saku Siska , tapi dikira Fendi uang segitu lebih banyak.


Ahirnya Siska malas dan meminta agar Fendi yang belanja sendiri.


Bukan nya merasa bersalah, Fendi malah suka belanja sendiri. Dia berfikir akan lebih mudah mengendalikan uang itu.


Siska pun semakin tidak peduli, entah belanja apa tidak, yang penting Siska tau ada barang.


tidak peduli hargnya berapa.


yuurrr


sayurr


Suara tukang sayur , menawarkan dagangannya.


karena banyak daganganya. tapi Siska tetap santai karena Siska tidak diberi uang.


Siska cukup hanya memilih saja, nanti yang membayar Fendi. tapi tak setiap hari begitu.


Mungkin ini karena hari weekend jadi Fendi dirumah, Kakak iparnya yg dirumah langsung milih milih kira kira apa yang akan memasak.


Dengan cepatnya kakak ipar memilih apa aja, apa aja dibeli.buat Persiapan beberpaa hari.


beda dengan Siska yang hanya membeli bahan makanan hari itu saja.

__ADS_1


Siska lebih nyaman jadi dia tidak disangka sangka menghabiskan uang yang diberi untuk belanja.


Walaupun memberikannya hanya seberapa.


Siska harus menerima itu, tidak bisa membandingkan kehidupannya dengan kakak ipar sendiri atau orang lain.


Belanja sayuran sudah Siska lanjut masak, dia memasak apa yang sudah dibelinya, sederhana yang penting tidak kelaparan.


Selesai masak Siska langsung menaruh masakan dimeja makan, dan mempersilahkan untuk Fendi makan. Fendi makan dengan lahap, karena Fendi sebenernya lebih suka masakan istrinya dari pada masakan beli.


Selesai mengerjakan tugas masak , Siska mengerjakan tugas rumah lainya, dilanjutkan dengan mengikuti kegiatan lain.


selain mengajar anak anak Siska menghabiskan waktu nya untuk kegiatan diluar rumah.


Walaupun tidak menghasilkan uang setidaknya hatinya bisa terhibur, tidak hanya memikirkan keadaan saja tapi memikirkan Organisasi.


Disela sela kesibukannya Siska juga menjadi Aktivis suatu Organisasi sehingga, bisa menjadi penghibur, banyak teman , banyak tugas dan lain lain.


Dia hanya berharap walaupun semua dikerjakan sosial tapi dia yakin suatu saat nanti akan ada saatnya kebahagiaan menyertai dirinya.


Saat ini Siska hanya ingin membahagiakan diri sendiri. dia memikirkan suami tapi suami tidak memikirkan dirinya. Apalagi semenjak suaminya menjadi Sarjana suaminya semakin bangga dengan gelarnya.


Tiba tiba Fendi memukul meja dengan terdengar suara begitu kerasnya, Siska yang massih tiduran langsung ditarik aja dari tempat tidur hingga terjatuh.


Meskipun tidak ada yang luka, tapi melihat kekasarannya rasanya sedih.


Siska mendengar rasanya ada yg bunyi Kreek dari pinggangnya.


Siska yang sedikit kesakitan tidak langsung berdiri tapi langsung meneteskan air mata.

__ADS_1


sambil ia mencoba berdiri.


"Kamu kenapa mencabuti rumput yang didepan rumah?" tanya Fendi sambil menunjuk kemuka Siska.


Siska yang meneteskan air mata karena sedikit kesakitan, belum langsung menjawabnya.


Hanya mengusap air mata terlebih dahulu, sambil membenarkan dia berdiri.


Fendi pun mengulangi pertanyaan yang di ucapkan dia tadi.


"Siska dengan kesakitan berusaha menjawab, rumput didepan rumah Deket sekali, ya di bereskan biar tidak dikira hutan!" jawab Siska dengan lemes seperti masih menahan sakit.


"Itu merusak pemandangan, biarkan dia tumbuh hijau."


"Ya klu di kebun ini, Ini didekat rumah!" Apa tidak malu rasanya? tanya Siska


"Buat apa malu, mereka aja yang tidak tau kalua rumput itu semua berzikir memintakan ampunan kepada Allah , kalau daun yang kau bakar itu bisa menjadi pupuk kompos.


"itu kalau di kebun, klu di deket rumah ya Aneh deh" jawab Siska.


Walaupun tidak mungkin menang setidaknya sudah berusaha meluruskan, tapi tidak bisa lurus ya sudah.


Fendi egois, dia mau sesuka hatinya walaupun dilihat orang berantakan tidak peduli.


Dia mau sesuka hatinya, dan dikala ditegur orangpun gk peduli. Yang penting maunya dia seperti itu harus dituruti.


Siska langsung mengabaikan debat itu, seperti biasa Siska langsung pergi. karena kalaupun dilanjutin tidak akan menang sampai kapanpun Fendi tidak mau mengalah. Justru semakin dilawan akan semakin tinggi nada bicaranya.


Sampai kapan Fendi akan seperti itu...tunggu cerita cerita selanjutnya.

__ADS_1


Trimakasih sudah mendukung Author jangan lupa like Coment dan Subscribe 💚❤️💚❤️🤗


__ADS_2