Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Mengantar Fendi Wisuda


__ADS_3

Siska bahagia bisa berbagi ilmu dengan orang lain. Walaupun gajinya tidak seberapa. Honor guru TK pertama masuk dulu 50.000/ bulan tapi Siska tidak melihat dari gajinya.


Dia hanya senang aja dikala dia bisa berbagi. Rasanya Siska belum bisa berbagi harta yang banyak, Yach....mngkin karena keadaan. Dari situ Siska tetap bisa berbagi walau hanya sedikit ilmu.


Rasanya semakin sibuk aja Siska, sebenernya bukan sibuk, hanya menyibukkan diri aja, agar dia bisa terhibur menikmati indahnya hidup.


Kita harus bicara indah ya,,walaupun bagaimanapun keadanya. Katanya ucapan itu doa, maka ucapkan yang baik baik, agar kebaikan selalu menyertai kita. ucap Siska sendiri menyemangati diri sendiri.


Saat ini Siska hanya tamatan SMA sedangkan menjadi guru sekarang harus linier, jadi Siska mau tidak mau harus memikirkan itu.


Fendi yang sudah lama kuliah saat ini sudah hampir selesai, tapi akankah mau gantian tinggal membiayai Siska?? Apakah itu mungkin terjadi ?


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Siska pulang dari sekolahan, saat disekolhann memang sudah di bilangin ibu kepala, Agar Siska bisa melanjutkan studi nya, tapi Siska masih bimbang untuk pembiayaan nanti bagaimana?


Setelah dipikir pikir ahirnya Siska nekat, Dia mendaftar Disalah satu universitas terbuka. Karena hanya disitulah Siska akan lebih mudah dalam menjalankannya, karena bisa di laksanakan diwaktu libur kerja, dan bisa dilaksanakan sambilan mengerjakan tugas lainya.


Siska membuka tabungan yang hanya beberapa, dan juga Siska menarik beberapa arisan uang yang dia ikuti , agar bisa dipakai untuk uang pangkal masuk kuliah.


Setelah dikumpul - kumpulan kan Alhamdulillah bisa untuk membayar pendaftaran kuliah.


Siska selalu optimis dan yakin pasti bisa membiayai kuliah. dia siap apabila Fendi tidak tanggung jawab untuk membiayai.


Pembayaran semester pertama dan kedua sudah siap dibayarkan. Siska tinggal fokus untuk mengikuti kuliah dengan benar benar semangat.


Setelah semester 2 sudah dijalani dia tinggal menempuh semester 3 dan diawal harus membayar Regestrasi, waktu itu pas sekalian akan ada pencairan Honor, karena honor di TK Siska dibayarkan 4 Bulan sekali langsung di dobel.


Dari situ Siska bisa menyisihkan untuk pembayaran kuliah.tetapi untuk kebutuhan kan tidak hanya kuliah.


Siska harus mengunakan uang dengan hati hati, agar dia bisa mencukupi kebutuhan kuliahnya.


Semester 3 telah dilalui, memasuki semester 4 ada kegiatan Praktek jadi membutuhkan anggaran 2 kali lipat.


Siska mulai bilang ke Fendi kalau Siska membutuhkan anggaran, untuk membayar kuliah, tapi Fendi seakan tidak peduli, karena Fendi sendiri membutuhkan uang untuk servis motor dan pembayaran kuliah semester Ahir.


"Mas, aku butuh uang untuk membayar Regestrasi kuliah", Siska memberanikan mengucap seperti ke Fendi.


"Memang berapa?, tanya fendi.

__ADS_1


Ya sekitar 4jt an karena pada semester ini ada Praktek."


"Yaa, gk bisa AQ sendiri butuh buat sendiri,"


"Trus aku bagaimana?" jawab Siska kepada Fendi.


"Yaa terserah kamu" jawab Fendi lagi seolah tak peduli.


Siska bingung sebenernya, disisi lain Siska hanya seorang perempuan dapat angaran dari mana untuk membayar itu semua.


Tapi Siska yakin akan bisa membayar itu semua dan akan tetap mengikuti kuliah.


Soalnya kalau tidak bayar kuliah, gak bisa mengikuti pembelajaran atau tidak bisa mengikuti ujian.


Siska yakin akan pasti bisa membayar, Siska sebenernya tidak tau dia akan dari mana membayarnya.


Siska, akan selalu optimis, yakin agar Siska bisa tetap bayar daftar ulang.


Keesokannya Fendi bilang apabila dia akan mengikuti wisuda, Dengan senang hati Siska akan merayakan itu karena, merasa apabila sudah tak ada orang tua dari kecil.


sekarang bisa seperti itu, bisa lulus kuliah rasanya sangat sangat bersyukur.sehingga dalam wisudanya akan dipersiapkan dengan matang.


Siska menyiapkan bruklat dengan warna yang sudah ditentukan, dan kakanya jug sudah menyiapkan dengan baik.


Siska mencari dari toko ke toko satunya juga, walaupun kurang pas sudah tetapi Siska berusaha mencari dengan warna yang serasi.


Setelah semua persiapan selesai, Siska janjian bersama kakaknya juga agar pagi sebelum berangkat akan dihias.


Kita bertiga, Siska, kakak Fendi serta anak Siska.


Pagi pagi mereka harus berangkat ke tukang rias, karena harus mempersiapkan. dan mereka dirias dengan lebih baik dari pada dandanan hari hari biasa.


Usai merias, di tempat orang yang merias ,mereka berangkat mengunakan sepeda motor, walaupun jarak jauh antara rumah dan tempat yang akan digunakan untuk wisuda.


Tempat yang akan digunakan untuk wisuda adalah sah satu hotel di kabupaten sebelah, karena Fendi kuliahnya di kabupaten sebelah.


Siska sangat memikirkan bagaimana nanti acaranya, dan Siska berkeinginan agar bisa berjalan dengan lancar.


Setelah sampai di suatu acara, Siska bagi tugas dengan suami kakak Fendi.

__ADS_1


Karena yang bisa masuk mendampingi wisuda hanya 2 orang.yaitu Siska dsn kakak nya.


Yang lain menunggu diluar ruangan, dan keluar hingga acara selesai.


setelan selesai mereka keluar, tak lupa Siska yang sudah menyiapkan bunga yang akan dikasihkan ke Fendi.


Siska mengucapkan selamat kepada Fendi,Ahirnya perjuangannya selama ini bisa dilalui.


"Selamat ya mas Ahirnya bisa melalui semua,hingga kamu bisa wisuda. Panas hujan dilalui, semoga ilmunya bermanfaat." sambil Siska memberikan bunga ke Fendi


Fandi menerima dan mengucapkan terimakasih serta cipika cipiki, dilanjutkan kakaknya serta anaknya juga.


Usai mengucapkan selamat mereka lanjut foto foto bersama ditempat foto yang ada di daerah situ, yang sudah disediakan dari beberpaa panitia.


Usai foto bersama mereka pulang, menggunakan motor, saling berboncengan.


Karena jarak menuju rumah sangatlah lumayan jauh.


Tetapi sebelum sampai rumah mereka makan bersama dahulu, menghilangkan lapar dan dahaga.


Setelah selesai lanjut pulang kerumah sendiri,sendiri.


Sore menjelang Siska setelah pulang dari acara itu, dia beberes rumah mumpung ada waktu membereskan disekitar rumah, menyapu halaman dan samping samping rumah. semua selesai dan sampah daun kering sangatlah banyak.maklum karena rumahnya dikelilingi tumbuhan tumbuhan tinggi menjulang.


Setelah beres dijadikan satu, Siska dengan biasa langsung membakarnya, dikiranya agar tidak berantakan lagi. tetapi pemikiran orang sendiri sendiri.


Sampah sudah terbakar semua, karena daun daun an yang sudah kering, Apinya sangatlah besar, hingga tak sengaja terkena pohon didekat tempat yang di bakar tadi.


Semua sudah rapi dsn bersih, Mandi sore dan masuk rumah, seperti biasa dia masuk kerumah setelah sholat asyar, Siska menuju kamar, karena tempat ternyaman adalah kamar menurut Siska.


Malam mulai tiba, suasana masih cerah Fendi lewat samping rumah dan mengecek tumbuh tumbuhan. setelah lihat bekas ada Bakaran sampah Fendi langsung marah. Karena dia tidak suka ada sampah dibakar, mau nya dia daun agar dibiarkan berserakan tidak boleh dibereskan agar menjadi kompos.


Tetapi Siska risih kalau ada sampah berserakan, ahirnya membereskan dan membakarnya agar terlihat sedikit rapi.


Itu Semua tidak benar dihadapan Fendi, mending tidak usah dibereskan dan lebih baik berserakan.


Fendi marah dan langsung menarik Siska dari tempat tidur sampai jatuh kelantai.


Next ikuti terus kelanjutan kisahnya..

__ADS_1


__ADS_2