Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Buku Diary yang hilang


__ADS_3

Istri mana yang tak sakit Hati, Istri mana yang tak cemburu, menuju kesini bisa dengan jalan seperti itu, "kenapa waktu pulang minta dianter?"


Tapi, Siska tetep masih dengan perasaan yang sama, Siska tidak boleh cemburu, dikala Fendi seperti itu, Karena perasaan Fendi, perbuatan yang dilakukan Fendi adalah hal yang wajar.


Siska, tidak melarang siapapun mendekati Fendi, tetapi satu yang terpenting, Fendi harus memikirkan, mencukupi, dan satu lagi jangan sampai menyakiti hatinya menjaga kepercayaan Siska.


Kelihatanya itu semua memang sepele, tetapi harus dijaga.


Bukan satu atau dua kali, Fendi mengabaikan perasaan.


Waktu sore berganti malam, Fendi seperti biasa menonton Televisi, tak ketinggalan Hp yang selalu ada disampingnya, yang beberpaa menit sekali dipegangnya.


Saat itu Fendi entah kebelakang atau dimana, tiba tiba HP nya berbunyi, bukan hanya satu kali entah berapa kali panggilan telfon berbunyi, yang ahirnya Siska mempunyai niatan akan mengangkatnya.


Ketika diangkat tiba tiba mati, dan tak sengaja memang sudah ada wa masuk, Siska yang tidak biasa membuka hp Fendi, tiba tiba kepo dan reflek Karena hp sudah dipegangnya.

__ADS_1


Siska yang sedikit penasaran dibuka lah hp itu, bukan niat lancang, toh di luaran sana hp istri hp suami bersamaan, dan saling terbuka. belum sempat dibuka tiba tiba ada wa lagi masuk lagi.


Siska yang semakin penasaran, tiba tiba ingin membuka yang wa di hp Fendi.


Setelah dibuka hati Siska terasa panas, tak tahan rasanya meluap luap.


Memang percakapannya hanya biasa, tanya kabar, lagi ngapain, tetapi yang tanya itu siapa dulu?


Yaa, Kantor seorang perempuan yang Deket dengannya. Tak mau menyelesaikan membacanya, Siska langsung menutup hp itu.


Walaupun rasa sakit hati, Siska harus menahan itu. Siska menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan hal itu.


Tak ingin membuka dulu masalah itu.


Malam pun berlalu, setelah semua hening, si kecil sudah tidur, tetapi Fendi masih menonton televisi , Siska memberanikan diri menanyakan percakapan yang ada di hp.

__ADS_1


Percakapan Fendi bersama teman perempuanya, Tetapi Fendi masih dengan jawaban yang sama. menganggapnya hal yang biasa, padahal sudah terlihat jelas. bukti wa itu.


Rasa yang semakin Sakit dirasakan, bukan hanya pedas dirasa, tetapi asam, kecut, Asin semua ada pada perasan itu, rasanya entah seperti apa. Tercampur sudah dalam hati Siska.


Setiap kejadian selalu di tuliss oleh Siska dibuku diary yg khusus, tetapi suatu ketika kejadian setelan menulis dibuku yg sudah biasannya untuk menulis diary, tiba tiba bukunya tidak ada.entah dimna buku itu berada, padahal waktu itu masih sempat buat Nulis cerita.


Siska langsung mencari dimana buku itu biasa ditaruh, tetapi tetap aja tidak ada.


Buku itu mungkin dibawa Fendi dan dibuangnya, atau di buang tanpa jejak, yang menghilangkan cerita cerita disitu.


Karena didalam bukunya terdapat memory memory perjalanan yang suatu saat bisa di jadikan bukti.


Rasa capek dengan perasaan ini kurasa, hari hari yang kulalaui dengan air mata dan rasa sakit hati.


Sampai sampai buku yang hilang pun Aku enggan menanyakannya.

__ADS_1


Walaupun kutanyakan padanya, aku tak akan menemukan jawaban yang bisa menjadi solusi, justru bisa membuat perdebatan, yang justru membuatku akan membuat sakit hati.



__ADS_2