Mempertahankan Pernikahan

Mempertahankan Pernikahan
Menumpang itu Rasanya Sakit


__ADS_3

Siska merasa serba salah, tidak bekerja salah Kerja juga salah, terus gimana maunya.


Siska tidak bekerja dituntut harus jadi orang mandiri, ibarat kata tidak boleh meminta pada suami.


Memang Siska usahanya tempatnya masih numpang, apa saja tidak boleh, memakai peralatan tempat atau apa aja masih tidak benar menurut dia, jadinya serba salah.


Siska selalu mengingat itu semua,tapi apalah daya Siska, Siska hanya berharap semoga suatu saat nanti Siska bisa bener bener mandiri, tidak ter gantung dengan suami atau orang laki laki.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Bukan apa apa, hanya saja Siska sudah mulai sadar diri, kalau Siska memang di nomer sekian dari beberapa teman atau kakak iparnya.


Ketika Siska memulai usaha , anak Siska merasa terabaikan, rasa kasihan dalam hati Siska.


Siska mempunyai niatan ingin membelikan mainan anak nya.


Siska keluar rumah untuk belanja keperluan usaha dan mampir ke toko mainan untuk anak nya.


Ketika dirumah Fendi melihat anaknya bermain mainan baru, Fendi mulai marah, dia memberikan Asumsi jika anak tidak boleh kebanyakan mainan, membelikan anak harus yang bermanfaat.


"Dari mana aja kamu, ? menghabiskan uang aja mending ditabung bisa buat masa depan," kata kata Fendi saat melihat Siksa pulang dar membelikan mainan anak.

__ADS_1


"Dari mana aja kalian ? tanya Fendi, yang tiba tiba sudah berada di dekatnya di Siska."


"Toko mainan mas," Jawab Siska dengan tegas."


"Kamu itu jangan ajarkan kepada anak anak Boros, Beli mainan itu termasuk pemborosan tau?". kata Fendi dengan nada sedikit emosi


"Tapi, anak anak juga butuh kesenengan mas, bukan hanya orang dewasa saja yang butuh senang." Siska membela anaknya


"Kamu itu, kalau di bilangin bukannya Nurut!' kenapa malah jawab aja."


Hemm,,


Siska diem sambil pergi, sudah laah terserah apa maunya, lagian Siska juga beli kan mainan dengan uang sendiri.


Dia merasa kasihan, ketika ibunya sibuk kerja si anak ada mainan, serasa ada teman.


Lagian seorang anak juga butuh mainan, perlu selain mengasah motorik anak, anak juga ingin seperti teman nya.dibelikan mainan oleh orang tuanya.


Tetapi entah dengan pemikiran Fendi, yang egois inginnya semua kebutuhannya tercukupi, tapi kebutuhan anak dan istri belum tentu dicukupi, dan itu semua tidak terpikirkan.


Siska sudah berusaha sabar, Siska berfikiran mungkin ini ujian baginya.

__ADS_1


"ia yakin setiap rumah tangga ada cobaan atau ujian, yang harus dilalui.


mungkin ini ujianku, ' Batin siska"


Anak Siska sudah mulai balita, disaat Siska mulai agak sibuk, disitu ada yang mengisi kesempatan itu.


Yaa...kakak ipar Fendi.


Dikala Siska mulai sibuk, kakak ipar Fendi berusaha membujuk anak Siska agar mau ikut dengan dia.


Pertama masih kelihatan biasa, walaupun Siska rasanya tidak nyaman. Selama Siska masih kerja dirumah rasanya Siska lebih nyaman, jika anak Siska bersama Siska.


Tetapi kakak ipar Fendi selalu membujuk, agar anak Fendi atau Siska mau bersama kakak iparnya.


Entah ada maksud apa yang ada dalam rencana kakak iparnya. Siska sempat melarang, agar tidak usah karena Siska masih mampu mengurus anaknya walaupun dengan ke sibukannya.


Tetapi Siska disalahkan seolah olah Siska menjauhkan persaudaraan nya. Apabila anaknya tidak boleh dibawa main.


Rasa bimbang ada dalam hati Siska, Saat ini Siska ibaratnya hanya memperjuangkan kebahagian anaknya. Rasanya hanya anaknya yang buat dia semangat. Apabila nanti anaknya dipengaruhi dan jauh dari Siska apa jadinya.


__ADS_1


__ADS_2