
Siska paling tidak suka diajak berdebat. karena kalaupun terus berdebat tidak akan menang sampai kapanpun Fendi tidak mau mengalah. Justru semakin dilawan akan semakin tinggi nada bicaranya
Siska langsung mengabaikan, meninggalkan Fendi dan masuk kamar, sengaja pintunya ditutup agak keras pertanda hati Siska yang sedang tidak bersahabat.
Siska berdiam diri dikamar, menangis pun percumah, sudah biasa Siska di gitukan , dan selama ini tidak ada perubahan. kata katanya yang tidak enak dirasa.
Beberapa lama dikamar, temanya menelpon Hallo Siska gmn kabar kangen samaa kamu?.
"Sama sayaang, aku juga kangen sama kamu". Jawab Siska ke telfon temen Siska
"Kapan kamu mudik?" jawab Anisa di adalah teman siska.
Anisa adalah teman masa kecil Siska. dia kerja di Bali
Semenjak Siska, menikah dia tidak pernah ketemu , dan mereka berdua merasa kangen.
"Kapan kita bisa bertemu lagi bisa, aku kangen kmu dan teman teman kita dulu." ucap Siska lagi kepada Anisa
" Kita agendakan", jawab Anisa kepada Siska Mereka merencanakan untuk bertemu. Sebelum lebaran Siska agendakan dia niatnya mau mudik
Mereka merencanakan untuk bertemu ketika Siska mudik nanti.
Bagaimana kamu disitu Siska? tiba tiba Anisa menanyakan keadaan Siska disitu.
Siska bingung mau menjawab apa. tapi tak mungkin juga dia bilng terus terang.
Soalnya sebelumnya Siska cerita kepada seseorang, seseorang tapi dia bukan temen baik Siska. setelah semua diungkapkan tenyata , ternyata malah cerita itu diceritakan ke seseorang. yang membuat ibu Siska mendengar cerita keadaan Siska itu, dan ibu menjadi kwatir, dia bertanya kepada Siska dia diam diam menelfon Siska menangis.
Siska tidak ingin seperti itu, dia tidak ingin membuat ibu bersedih. Siska ingin ibunya bahagia selalu.
Mulai saat itu Siska tidak berani cerita ke sembarang orang.
__ADS_1
Tapi tiba tiba Anisa bilang,
"Ceritakan semua sedih mu padaku, seperti kepada siapaa saja kamu tidak mau cerita." ucap Anisa.
"Hehe iya aku tau kamu adalah teman Baikku." jawab siska.
"Iya, kenapa tak mau cerita ke aku"
"Bukan tak mau cerita tapi AQ tak mau kita semua bersedih."
Krumpyang...
Saat asyik ngobrol ditelfon tiba tiba suara piring jatuh terdengar.
Siska menyudahi telfonnya bersama Anisa.
Siska langsung pamit kapan kapan atau nanti bisa disambung kembali. setelah Siska mendengar itu Siska langsung kebelakang, untuk memastikan suara bunyi itu.
Sambil membereskan dia sambil bertanya,
"Siapa tadi yang lagi telfonan?" Ucap Fendi
Ternyata diam diam Fendi mendengar percakapan Siska dan sahabatnya.
"Siapa, bukan siapa siapa" jawab Siska jujur
"Kenapaa kelihatan Deket banget"
"Deket gmn?"
" Kelihatanya kata katanya sayang sayangan" tanya Fendi semakin memastikan.
__ADS_1
"Apa iya?, tanya Siska balik.
Siska sengaja memastikan ucapan cemburu apa tidak, tapi kenyataanya dia tidak ingin mengakui dia cemburu.walaupun dia cemburu.
"Berarti kalau sayang sayang Ngan tidak boleh ya? "
"Tidak boleh kamu kan punya suami". Jawab Fendi semakin lantang.
"Tapi punya suami terasa tak punya suami" celetuk Siska
up
up
"Sambil Siska menutup mulutnya dengan jarinya"
Celetuk Siska lagi.
Fendi cemburu tapi dia gengsi mengungkapkannya.
"Siapa tadi yang dipanggil sayang?"
"Siapa bukan siapa siapa," jawab Siska
"Koh panggil sayang sayang kalau bukan siapa siapa" Cecar pertanyaan Fendi
"Kenapa siih....kamu cemburu??"
"Hemmmmmzzt...Enggak" jawab Fendi
Jangan lupa selalu ikuti ceritanya...
__ADS_1
Salam sehat selalu dari Author 🥰🥰😘😘