
Siska memang tidak sama dengan istri istri yang lain pada umumnya, yang dimana harta suami adalah harta istri juga.
Tapi, kalau suami Siska, harta suami seolah olah istri tidak ikut punya.
Maka dari itu Siska sudah pasrah, berserah, terserah, tidak peduli, Fendi mau bagaimana, yang penting Siska bisa membahagiakan anak dan membahagiakan dirinya sendiri.
Siska sebenernya tidak ingin begitu, tapi Siska sudah sering kali dibuat sakit hati dengan ucapan - ucapan Fendi kepada Siska.
Hari sebelumya, Siska tiba tiba dikatakan menghabiskan harta yang dia punya.
"Dek, Semenjak ada kamu sekarang pengeluaran tambah boros, kamu itu menghabiskan hartaku ya?" ucap Fendi kepada Siska
"Yang biasanya jual hasil panen bisa buat beli apa aja sekarang koh tidak bisa"
Siska hanya diam, ingin sebenernya Siska melawan tapi semua itu. Tetapi tidak ada manfaatnya.
Karena bagaimanapun Siska akan tetap kalah dengan Fendi.
Apalagi posisi Siska sekarang dirumah Fendi, dulu masih dirumah Siska aja Fendi berani, apalagi dirumah sendiri,dia lebih berkuasa.
__ADS_1
Siska hanya berfikir, dahulu waktu Fendi masih dirumah Siska, keluarga Siska memperlakukan baik, tetapi kenapa begini balasannya.
mungkin ini adalah sifat Fendi yang tidak bisa dirubah, bukan lagi kebiasaan, tetapi sifat yang mungkin sulit untuk dirubah.
Menangis pun tidak ada manfaatnya, hanya menghabiskan waktu dan tenaga.
mungkin semua ini adalah cambukan untuk Siska ujian agar dia kuat, tabah, menjadi wanita mandiri.
Keesokan harinya adalah hari libur,Fendi dirumah tidak berangkat kerja kesekolah.tiba tiba kakak iparnya datang mengunakan motornya.
Entah mereka jadi belajar bareng apa tidak, Siska tidak tau. yang pasti kakak iparnya sekarang sudah bisa walaupun katanya masih belajar.
Entah mereka ngobrol apa?, sambil tertawa tertawa.
Bukannya Siska tak mau keluar, atau tak mau ikut gabung dengan mereka, tapi rasa sakit Siska masih terasa. Siska sudah mengatakan pada Fendi kalau Siska cemburu, Siska sakit kalau Fendi terlalu dekat dengan kakak iparnya, tapi Fendi tidak mempedulikan.
Fendi hanya berkata, kalau Siska tidak boleh cemburu, Siska harus biasa dengan kakak iparnya.
Kakak ipar Fendi masuk ke Dapur dan melihat Siska dikamar, kakak iparnya hanya menyapa dengan sinis
__ADS_1
" Hay, Siska lagi ngapain?" tanya kakak ipar Fendi dengan nada sinis.
"Tidak ngapain kak, ini si adek mau tidur" Jawab Siska dengan nada pelan.
Siska tak tau, kakak iparnya ke dapur ngapain?
Apa mungkin hanya ingin mengintip, Siska lagi ngapain dikamar atau bagaimana? entah lah hanya dia yang tahu.
Yang pasti dia hanya sebentar, kemungkinan malah hanya muterr saja.
Selang tak berapa lama, Kakak ipar merengek minta dibawakan motornya sampai keatas, karena dia mau pulang.
karena jalanya yang menanjak katanya takut, maka dari itu Fendi disuruh membawakan dulu sampai keatas.
Kelihatan aneh juga sebenernya, Pas berngkat menuju rumah Siska dan Fendi kan manjat dan turun, berangkatnya bisa ko tiba tiba pulangnya minta diantarkan hingga keatas, padahal jalanya yang sudah dilewati tadi dan jalan menuju rumah Fendi lebih tajam yang tadi pas berangkat dilewati.
"Kalau sudah seperti itu, istri mana yang tak cemburu, istri mana yang tak sakit hati," Batin Siska
Tapi Siska harus menerima kenyataan, kalau Siska tidak boleh cemburu.
__ADS_1