
Bos preman itu wajahnya memerah menahan kekesalan yang sudah berada di ubun-ubunnya.Dengan seenaknya saja Pria yang ada di depannya mempermainkannya.
''Kurang ajar,sialan Kau berani-beraninya kau mempermainkan Ku .'' Geram Bos preman itu.
Bos preman itu mengangkat tangannya agar para anak buahnya maju melawan Pria yang sok jago di hadapan mereka.
Ke empat anak buahnya langsung berlari maju untuk menyerang Raymon.
Raymon tersenyum tipis saat melihat ke empat Pria yang ingin menghajarnya. Dengan sekali gerakan salah satu pria itu terjungkal ke belakang hingga punggungnya membentur tembok.
Brug.
''Uhuk ,'' Pria itu jatuh terkapar hingga mengeluarkan darah segar dari mulutnya.
Pria itu meringis kesakitan saat punggung nya serasa patah.
Bos preman itu tanpa pikir panjang Ia langsung menerjang Raymon.Raymon langsung menangkis serangan dari preman itu dengan menendang dada pria itu.
Gerakan nya sangat cepat,sehingga bos preman itu tidak bisa menghindari tendangan yang di lakukan oleh Raymon.
Bos preman itu memegang dadanya dan kembali menyerang Raymon.
Dug.
Raymon memukul Wajah Bos preman itu hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.
''Uhuk...,'' Bos preman itu terbatuk dan memegang dadanya yang terasa nyeri.
''Awas kalian,tunggu pembalasan dari Ku .'' Ancam bos preman itu sambil menunjuk Raymon dan Tomi.
__ADS_1
Raymon menatap kepergian Bos preman itu dan beberapa anak buahnya sampai di menghilang di balik belokan.
''Tunggu Tuan ,'' suruh pelayan itu menghentikan Raymon dan Tomi yang akan membuka pintu ruangan.
Raymon menatap Tomi.
''Kau masuklah dulu,Aku masih ada urusan sebentar .'' Suruh Raymon sambil menepuk bahu Tomi.
Tomi pun langsung masuk ke dalam ruangan di mana pacar dan teman nya berada.
Semua yang ada di ruangan itu menatap penasaran Tomi yang masuk sendirian tidak bersama Raymon.
''Tomi di mana Raymon ?'' tanya Alexa yang khawatir tidak melihat Raymon bersama Tomi.
''Dia sedang ada urusan yang harus di selesaikan ,'' sahut Tomi sambil menghampiri Sintia dan Alexa duduk di meja nomer 3.
''Tomi bilang saja kalau Raymon pasti sudah habis di tangan para preman itu tadi ,'' ucap Coki sambil tersenyum menyeringai.
Pintu ruangan terbuka.
Raymon berjalan masuk seperti tidak terjadi apa-apa.
''Raymon kau tidak kenapa-napa ?'' tanya Alexa sambil melangkah mendekati Raymon.
''Hai tak usah khawatir Aku baik-baik saja ,'' jawab Raymon sambil membawa Alexa kembali duduk di bangku nya.
''Sudah-sudah ayo nikmati makanan kalian lagi ,'' ucap Harris saat melihat para temannya berbisik dan menatap remeh Raymon.
''Teman-teman minum dan makan lah sepuasnya,bila perlu pesan lagi makanan sesuka kalian .'' Ucap Albert sambil melirik Coki.
__ADS_1
Coki mengedipkan matanya yang mengerti maksud dari Albert.
Mereka memang sudah berencana akan mengerjai Raymon dan Alexa.Dengan begitu Alexa akan meminta bantuannya agar bisa membayar semua makanan milik teman-temannya.
''Lalu siapa yang akan membayar makanan ini ?'' tanya Coki saat melihat pelayan membawa masuk makanan dan minuman paling mahal di hotel itu.
''Tentu saja teman Kita Alexa dan Suami nya,jarang-jarang lo mereka mentraktir kita .'' Sahut Hana sambil tersenyum licik menatap Albert.
''Iya benar,Waktu itu Aku melihat suami Alexa membelikan tas paling mahal di butik , pasti dia orang kaya kan .'' timpal Albert sambil tersenyum menyeringai menatap Raymon.
''Wah benar kah ?'' tanya Salah satu teman Alexa yang duduk di meja no dua.
''Kenapa Aku tidak melihat tas mahal itu ?'' tanya Hana sambil menatap Alexa.
''Apa jangan-jangan di jual karna tidak mempunyai uang ,'' lanjutnya lagi sambil mengejek.
Semua yang ada di sana tertawa mendengar ejekan dari Hana.
Mereka pun tidak mempercayai kalau Suami Alexa yang cuma berpenampilan seperti itu mampu membeli barang mewah dan mahal.
Raymon tersenyum tipis saat mendengar mereka mengejeknya.
Raymon mengusap bahu Alexa untuk menenangkannya.
Sintia mengepalkan ke dua tangannya menahan amarah saat sahabatnya di hina.
Tomi membisikkan sesuatu ke telinga Sintia.
Sintia terkejut dan tidak percaya apa yang barusan di dengarnya.
__ADS_1
''Benarkah yang kau katakan ?'' tanya Sintia tak percaya.
''Awalnya Aku tak percaya,tapi itu memang kenyataan nya.'' Jawab Tomi sambil menyakinkan Sintia.