
Alexa mengantar Raymon sampai di depan bengkel tempatnya bekerja. Setelah itu Alexa menjalankan mobilnya menuju apartemen Sintia.
Sesampainya Alexa di parkiran apartemen sintia.Alexa keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam gedung apartemen.
Sesampainya Alexa di lobi apartemen, Alexa berpapasan dengan Pria paruh baya yang duduk di kursi roda dan di belakangnya seorang suster yang mendorong kursi roda itu.
Pria paruh baya itu tersenyum menatap Alexa.Alexa pun juga membalas senyumam Pria paruh baya itu.
Alexa melanjutkan langkahnya masuk ke dalam lift.
Sedangkan Pria paruh baya yang duduk di kursi roda dan di dorong oleh Suster, melanjutkan langkahnya keluar dari gedung apartemen.
Alexa memencet tombol lift ke lantai 45 di mana apartemen Sintia berada.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Alexa keluar dari dalam lift dan menuju kamar apartemen Sintia.Alexa memencet bel kamar Sintia.
Cklek.
Sintia membuka pintu apartemennya dan mempersilahkan Alexa untuk masuk ke dalam apartemennya.
''Ale cepat hubungi SuamiMu ,'' suruh Sintia saat Alexa duduk di sofa di dalam apartemen Sintia.
''Untuk apa ,'' tanya Alexa yang tak mengerti kenapa Sintia menyuruhnya untuk menelpon Raymon.
''Is Kau ini , tentu saja untuk belajar dansa ,'' jawab Sintia sambil memutar bola mata malas.
''Dia kan pasti sibuk ,'' sangkal Alexa yang tidak mau mengganggu Raymon.
__ADS_1
''Ist mana ponselMu ,'' pinta Sintia sambil menyodorkan tangannya ke hadapan Alexa.
Alexa pun memberikan ponselnya dan menatap curiga pada Sintia.
Sintia tersenyum saat ponsel Alexa sudah ada di tangannya.
''Selesai...,'' ucap Sintia tersenyum dan mengembalikan ponsel itu ke tangan Alexa.
Alexa menatap penasaran pada Sintia yang tengah tersenyum misterius.
**
**
Sedangkan di bengkel milik Raymon.
Raymon tengah tersenyum setelah mendapat pesan masuk dari nomer istrinya.
''Dari kakak ipar ya ?'' tanya Lexi saat Raymon menoleh ke arahnya.
''Hm ,'' jawab Raymon cuma dengan deheman.
''Kau mau kemana ?'' tanya Lexi saat melihat Raymon menuju di mana motornya berada.
''Mau belajar dansa ,'' jawab Raymon tanpa menoleh ke arah Lexi.
''Eh,apa katanya mau belajar dansa,apa Aku tidak salah dengar .'' gumam Lexi sambil menatap motor yang di naiki Raymon menghilang dari pandangannya.
''Lex,mau kemana dia ?'' tanya Denis saat baru kembali dari kamar mandi.
''Mau belajar dansa katanya ,'' jawab Lexi tanpa mengalihkan pandangannya yang menatap jalanan kosong.
__ADS_1
''Apa Aku tidak salah dengar ?'' tanya Denis yang tidak percaya dengan apa yang Ia dengar.
''Tidak ,'' jawab Lexi.
Meninggalkan Lexi dan Denis yang tidak percaya seorang Raymon belajar dansa.
Raymon melajukan motornya menuju alamat yang di kirim oleh nomer istrinya, yang Ia kira itu pesan dari Istrinya.
Sesampainya Raymon di salah satu apartemen elit,Ia bergegas memarkir motornya.Saat Ia akan memarkir motornya,dari arah yang berlawanan sebuah mobil tepat berhenti di depannya dan menyenggol motor yang sedang di naikinya sehingga Ia terjatuh.
''****,sialan ,'' umpat Raymon kesal sambil berdiri dan ingin melihat siapa yang menyenggolnya.
Pemilik mobil itu bukannya merasa bersalah,Ia keluar dari dalam mobil dengan amarah yang tertahan.
Raymon memutar bola mata malas saat melihat pemilik mobil itu.
Sedangkan pemilik mobil itu terkejut setelah melihat Raymon.Wajahnya langsung berubah,yang awalnya marah kini tersenyum.
''Maafkan Saya Tuan Raymon ,'' ucap Gadis pemilik mobil sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Raymon memutar bola mata malas saat Gadis itu memanggilnya Tuan.
''Jangan panggil Saya Tuan ,'' pinta Raymon dingin.
''Baik-baik,Saya minta maaf ,'' ucap Gadis itu sekali lagi.
''Ya Saya memaafkannya ,'' jawab Raymon.
Gadis itu bernafas lega saat Raymon mau memaafkannya dan tidak marah kepadanya.
Gadis itu menatap punggung Raymon yang masuk ke dalam gedung apartemen.Ia pun masuk ke dalam mobil setelah menyuruh pak satpam untuk memindahkan motor Raymon di tempat parkir.
__ADS_1