
Raymon berjalan sambil bersiul masuk ke dalam gedung apartemen.Ia sudah tidak sabar belajar berdansa dengan istrinya.Ia langsung menuju di mana lift berada.Saat Ia tiba di belokan yang akan mengarah ke pintu lift,dari arah berlawan tidak sengaja ada seorang Pria yang menyenggol bahunya.
''Maaf ,'' ujar Pria itu dan menatap Raymon yang di senggol bahunya.
Pria itu terkejut dan menatap tidak percaya pada apa yang di lihatnya.
''Kamu Raymon kan ?'' tanya Pria itu memastikan.
Raymon menganggukkan kepalanya dan menatap Pria yang ada di hadapannya. Dan coba mengingat siapa Pria itu. Namun Raymon lupa siapa Pria yang ada di hadapannya.
''Maaf,apa Saya mengenal Anda ?'' tanya Raymon yang lupa siapa Pria itu.
''Aku Kaisar teman SMA Kamu dulu ,'' jawab Kaisar memberi tahu Raymon.
''Oh ya ampun Aku sampai lupa ,'' ucap Raymon menyesal.
Setelah Raymon dan Kaisar saling bertukar nomer telpon.Mereka pun berjanji akan bertemu kembali.
''Aku duluan ya,lain kali kita ketemu lagi ,'' pamit Raymon sambil menepuk bahu Kaisar.
''Ya..ya...,telpon saja kalau Kau ingin bertemu .'' ucap Kaisar sambil menganggukkan kepalanya.
Raymon melanjutkan langkahnya kembali menuju di mana lift berada. Kaisar menatap punggung Raymon yang berdiri di depan pintu lift menunggu pintu lift itu terbuka.Raymon masuk ke dalam lift tepat di sebelahnya pintu lift terbuka dan keluarlah seorang suster mendorong seorang Pria yang duduk di kursi roda.
__ADS_1
Sebelum pintu lift tertutup Raymon melihat punggung Pria yang duduk di kursi roda dan tersenyum menatap Kaisar yang menghampiri Pria dan suster itu.
Pria yang duduk di kursi roda melirik sekilas pada pintu lift yang hampir tertutup sepenuhnya dan menatap sekilas Raymon yang ada di dalamnya.
Pria yang duduk di kursi roda ingin membuka mulutnya dan ingin mengatakan sesuatu,tapi Pria itu tidak bisa membuka mulutnya dan mengeluarkan suaranya.
Kaisar dan suster Meri menatap penasaran apa yang ingin di katakan Pria paruh baya yang duduk di kursi roda.
''Ada apa Tuan?apa ada yang ingin anda katakan ?'' tanya Meri sambil berjongkok di hadapan Pria paruh baya yang duduk di kursi roda.
Suster Meri menatap Kaisar saat tidak ada jawaban dari Tuannya.
Ting.
Raymon langsung menuju di mana kamar apartemen yang di kirim Alexa ke ponselnya.Raymon berdiri di depan pintu apartemen yang ada di alamat ponselnya.
Raymon memencet bel yang ada di samping pintu.
Alexa menatap Sintia saat ada yang memencet bel pintu apartemen Sintia.
''Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga ,'' ucap Sintia sambil tersenyum menatap Alexa.
''Siapa Sin ?'' tanya Alexa menatap Sintia yang tersenyum penuh arti ke arahnya.
__ADS_1
Sintia tidak menjawab pertanyaan dari Alexa.Ia bergegas menuju pintu dan membuka pintu apartemen miliknya.
Sintia tersenyum dan membuka lebar pintu apartemennya dan mempersilahkan Raymon masuk ke dalam apartemennya.
Alexa terkejut melihat Raymon yang masuk ke dalam apartemen Sintia. Sintia tersenyum menatap penuh arti ke arah Alexa.
Alexa berdiri dari duduknya dan menghampiri Raymon yang menatapnya.
''Kamu tidak sibuk ?'' tanya Alexa sambil mengajak Raymon duduk di sofa.
''Aku tidak sibuk ,'' jawab Raymon.
''Mau minum apa ?'' tanya Sintia.
''Terserah ,'' jawab Raymon tidak mengalihkan perhatiannya yang menatap istrinya.
Sintia menganggukkan kepalanya dan masuk ke dapur untuk mengambil minuman.
''Ayo kapan mengajariKu dansa ,''
Alexa terkejut mendengar perkataan Raymon.Kapan dirinya mengatakan akan mengajari Raymon dansa.Pasti ini semua kerjaan sintia.
''Awas Kau Sintia ,'' geram Alexa dalam hati.
__ADS_1