MENANTU YANG DIHINA

MENANTU YANG DIHINA
bab 7. pertemuan tak terduga.


__ADS_3

Brak.


Kaisar dan Willi menoleh ke arah pintu masuk,dan terkejut melihat suster Meri yang sudah membuka pintu itu dengan secara kasar.


''Kau.....,''


''Tuan gawat,kita harus segera pergi dari sini .'' Potong Meri cepat sambil menghampiri mereka.


''Memangnya ada apa Mer ?'' tanya Kaisar dengan dahi berkerut.


Willi melihat raut khawatir wajah Meri, pasti tidak ada yang beres,pikirnya.


''Di luar ada anak buah Jason,dan mereka ingin menangkap Tuan Ahmad.'' Jawab Meri sambil memberitahu apa yang Ia dengar.


Kaisar dan Willi saling menatap.


''Ayo Kaisar,keselamatan Ahmad lebih penting dari segalanya .'' Ajak Willi sambil berdiri dari duduknya.


Kaisar pun mengganggukkan kepalanya, Ia pun berdiri dari duduknya dan mengikuti Papanya yang keluar dengan mendorong Ahmad yang duduk di kursi roda.


''Itu Mereka !'' teriak salah satu pria saat melihat Kaisar dan yang lainnya keluar dari ruangan VIP.


Kaisar dan Willi menoleh dan melihat para anak buah Jason berlari ke arah mereka.


''Meri bawa Tuan Ahmad kembali ke apartemen ,'' suruh Kaisar sambil menyerahkan Kursi roda ke tangan Meri ''Aku dan Papa akan mengecoh mereka ,'' lanjutnya lagi.


Meri menganggukkan kepalanya dan segera membawa keluar Ahmad dari restoran itu.


''Kejar perempuan itu,dan habisi dia bila perlu .'' Suruh salah satu anak buah Jason kepada rekannya.


Kaisar dan Willi saling menatap dan menganggukkan kepala mereka. Kaisar menghalangi langkah pria yang ingin mengejar Meri dan berhadapan langsung dengan pria di dagunya di tumbuh dengan brewok.


''Bedebah sialan mati kau ,'' umpat pria brewokan dan langsung menyerang Kaisar.

__ADS_1


Walaupun Kaisar seorang dokter,tapi keahlian beladirinya jangan di ragukan lagi.


Dengan sekali tendang Kaisar berhasil membuat pria brewokan itu terjungkal ke belakang.


Sedangkan di usianya yang sudah tidak lagi muda,Willi berhasil mengalahkan dua lawannya dengan nafas terengah-engah.


''Papa payah,melawan mereka saja Papa lama .'' sindir Kaisar dan langsung membantu Papanya melawan salah satu penjahat.


''Papa tidak payah Nak,Papa sudah tua dan kekuatan Papa tidak seperti dulu lagi .'' Elak Willi yang tidak terima di katakan payah oleh putranya.


Kaisar menggelengkan kepalanya saat melihat Papanya mengambil minuman milik pelanggan lain.


''Dalam keadaan genting seperti ini masih sempat-sempatnya minum .'' Kaisar menggelengkan kepalanya.


Satu pria berhasil di buat terkapar oleh Kaisar.


Sedangkan Meri berlari kecil dengan mendorong kursi roda menuju parkiran. Sesekali Meri menoleh ke arah belakang Ia takut para anak buah Jason mengejarnya.


Meri menghentikan langkahnya saat tiga orang pria menghadang langkahnya. Meri menatap sengit pria yang berdiri di depannya.


''Minggir kalian ,'' usir Meri.


''Serahkan dulu Ahmad pada kami baru kau boleh pergi ,'' ucap salah satu pria yang rambutnya di ikat.


''Aku tidak akan membiarkan kalian membawa Tuanku ,'' ucap Meri.


''Baiklah,kalau itu keinginanmu dengan cara kekerasan kami akan ladeni .'' Ucap pria satunya sambil membenarkan letak topinya.


Di tempat parkiran,dua orang gadis yang ada di dalam mobil.


''Kak lihat ,'' tunjuk gadis yang rambutnya pendek.


Gadis berambut panjang menatap arah tunjuk adiknya,dan melihat seorang suster melawan tiga orang pria.

__ADS_1


''Beraninya keroyokan ,'' ucap gadis berambut panjang sambil ingin membuka pintu.


''Mau kemana kak ?'' tanya gadis berambut pendek.


Gadis berambut panjang itu tidak menjawab melainkan tersenyum penuh arti kepada adiknya.


Sedangkan di dalam restoran.


Kaisar berhasil mengalahkan mereka.


''Ayo Pa kita kembali ke apartemen ,'' ajak Kaisar Sambil menghampiri Papanya.


''Ayo ,'' sahut Willi.


Kaisar dan Willi buru-buru keluar dari dalam restoran.Kaisar terkejut saat melihat keadaan di luar lestoran.Kaisar berlari dan kembali di buat terkejut saat melihat Meri terluka dan memegang lengannya yang tertembak.


''Meri ,'' panggil Kaisar saat sudah ada di depannya.


Meri yang menahan sakit di lengannya dan bersandar duduk di samping mobil, menoleh dan melihat Kaisar berdiri di depannya.


''Dimana Ahmad ?'' tanya Willi yang tidak melihat keberadaan Ahmad.


''Maaf Tuan ,'' jawab Meri sambil menundukkan kepalanya.


''Apa anak buah Jason membawanya ?'' tanya Kaisar sambil berjongkok.


''Tidak Tuan , ke dua gadis itu yang membawanya ,'' jawab Meri.


Kaisar dan Willi saling menatap.


''Kemana sekarang mereka pergi ?'' tanya Willi.


''Ke arah sana Tuan ,'' jawab Meri sambil menunjuk kemana ke dua gadis itu pergi.

__ADS_1


__ADS_2