
Mobil berwarna silver sedang berlari kencang membelah jalanan,di belakangnya terdapat dua buah mobil dan tiga motor sedang mengejarnya. Di dalam mobil terdapat dua gadis yang wajahnya mirip duduk di kursi depan. Salah satunya sedang mengemudikan mobil dengan tenang. Sedangkan di jok belakang terdapat seorang pria paruh baya yang di tolong nya dari kejaran para penjahat.
''Cepat sedikit Shelli,mereka masih terus mengejar kita .'' Shella sesekali menatap kebelakang di mana mobil dan ke dua motor sedang mengejar mereka.
''Kau tenanglah,Aku akan mengecoh mereka .'' Shelli menatap Shella yang terlihat cemas.
Duar....
''Akh ,'' pekik Shella saat suara tembakan mengenai bodi mobil milik Shelli.
''Sialan ,'' umpat Shelli sambil melihat ke balakang lewat kaca spion yang ada di sampingnya.
''Shella gantikan Aku mengemudi ,'' pinta Shelli sambil menatap Shella yang melihat ke belakang.
''Tapi Shelli Aku takut ,'' tolak Shella.
''Cepat lah tidak ada waktu lagi ,'' desak Shelli sambil berdiri dari duduknya.
Shella dengan ragu menuruti kemauan saudara kembarnya untuk pindah posisi.
Sedangkan Pria paruh baya yang di belakang cuma menatap mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
''Kau mau apa Shelli ?'' tanya Shella saat melihat Shelli mengambil pistol di dasboard mobil.
Shelli tidak menjawab,Ia lalu membuka jendela dan mulai mengeluarkan pistolnya dan mulai membidik pria yang sedang duduk di atas motor.Dan selanjutnya.
__ADS_1
Duar.
Shelli menembak pria yang ada di atas motor dan mengenai lengan pria itu, sehingga membuat pria itu terjatuh dari motor.
''Bravo ,'' gumam Shelli sambil tersenyum saat melihat bidikannya kena sasaran.
Ahmad menggerakkan bibirnya saat gadis yang ada di depannya tersenyum.
''Shella belok ,'' suruh Shelli saat mereka tiba di persimpangan jalan.
Shella pun membelokkan mobilnya dan sesekali menatap ke belakang.
''Kita berhasil Shelli,mereka tidak mengejar lagi .'' Ucap Shella senang saat tidak melihat ada mobil dan 1 motor yang mengikuti mereka.
Shella terkejut saat melihat di depannya sebuah motor yang mengejarnya ke arah mereka.
''Mati Kau sialan ,'' umpat Shelli sambil mulai menarik pelatuk pistol itu.
Duar...
Bunyi tembakan menggema saat Shelli melepas tembakannya dan langsung mengenai Pria yang ada di atas motor. Tepat mengenai kepalanya,dan Pria itu jatuh beserta motor miliknya.
Shella bernafas lega saat dirinya sudah jauh dari kejaran mobil yang sempat membuntuti mereka.
''Shelli kita bawa pria ini kemana ?'' tanya Shella yang tidak tahu harus membawanya kemana.
__ADS_1
Shelli terdiam,mereka tidak mungkin membawa pria itu kembali ke restoran.
''Kita bawa ke rumah nenek saja ,'' putus Shelli akhirnya.
''Apa kau yakin ?'' tanya Shella memastikan.
''Ya ,'' sahut Shelli mantap.
Sedangkan Kaisar dan Willi menyusuri jalanan untuk mencari keberadaan Ahmad dan ke dua gadis itu.
''Kemana perginya mereka ,'' ucap Willi khawatir dengan keselamatan sahabatnya.
Kaisar mengemudikan mobilnya sambil sesekali melirik ke jalan siapa tahu melihat keberadaan Ahmad.
''Kita harus mencari kemana lagi Pa ?'' tanya Kaisar sambil menatap jalanan.
''Coba saja kita cari ke sana ,'' ujar Willi sambil mengarah ke persimpangan jalan.
''Pa lihat ,'' tunjuk Kaisar melihat pria jatuh dari motor sambil memegangi lengannya.
''Berarti mereka lewat sini,itu anak buah jason ,'' ucap Willi.
Kaisar melajukan mobilnya dengan kencang,siapa tahu mereka bisa mengejar mobil ke dua gadis itu yang membawa Ahmad.
Dan lagi-lagi mereka di kejutkan pada anak buah jason yang terkapar di jalanan.
__ADS_1