
Raymon tidak mempedulikan ucapan Pria itu.Ia menepuk bahu Pria itu dan berlalu pergi dengan menggandeng tangan Alexa.
''Kakak,kenapa Kau biarkan Pria itu pergi?'' tanya Pria berkepala plontos yang tidak mengerti kenapa kakak seperguruannya membiarkan Pria yang sudah menghajarnya pergi.
''Diamlah bodoh ,'' Hardik Pria itu sambil menatap punggung Raymon kian menjauh.
Alexa,Sintia dan Tomi pun bingung. Mereka bernafas lega karna Pria itu membiarkan Mereka pergi.
Alexa mencengkram erat tangan Raymon saat melihat Pria yang pernah mengacau di pestanya berada di lobi.
Raymon tersenyum tipis saat melihat Kuncoro dan Frans berada di lobi. Raymon mengusap punggung tangan Alexa dan tersenyum ke arahnya.
Alexa memandang Raymon yang tersenyum ke arahnya,Ia pun ikut tersenyum dan tenang setelah Raymon mengatakan akan baik-baik saja.
Pria berkepala plontos yang melihat kedatangan Kuncoro dan Frans, tersenyum senang.
''Lihatlah Kakak,Pria itu pasti akan mati di tangan Kuncoro dan Frans.'' Ucap Pria berkepala plontos sambil menunjuk Raymon dengan dagunya.
''Diamlah bodoh,jangan banyak berbicara.'' Ketus Pria itu sambil melihat Raymon dan rombongannya yang semakin mendekat bertemu dengan kuncoro.
Kuncoro menyingkir dan membiarkan Raymon melewatinya begitu saja, Kuncoro menyunggingkan senyum tipis saat Raymon menatapnya sekilas.
Dengan bodohnya malah Frans menghadang Mereka dan menodongkan pistol kearah Raymon dan rombongannya.
Frans melakukan hal nekat karna masih penasaran dengan Raymon.
Alexa gemetar ketakutan sambil mencengkram kuat lengan Raymon.
__ADS_1
Sintia dan Tomi wajahnya sudah berubah pucat saat pistol itu tepat berada di depan Mereka.
''Apa yang Kau lakukan,turunkan senjataMu.'' Hardik Kuncoro menatap sebal Frans.
Frans tidak bergeming dan tidak mendengar hardikkan dari bosnya.
Raymon menatap dingin mata Frans.
Frans reflek memundurkan langkahnya saat melihat tatapan dingin dan mematikan itu.Frans seolah-olah melihat lautan darah di mata Raymon.
''Apakah Dia.....,'' Ucapan Frans menggantung dan menatap Kuncoro yang sedang menatapnya dengan marah.
Frans menurunkan senjatanya,dan kembali melihat Raymon.Mata yang tadinya seperti lautan darah itu kembali seperti normal,dan seperti tidak terjadi perubahan di dalam matanya.
''Maaf atas kelancangan asisten Saya,'' ucap Kuncoro sambil membungkukkan badannya.
''Cepat minta maaf lah bodoh ,'' geram Kuncoro yang melihat Frans diam saja.
Frans yang tersadar langsung buru-buru membungkukkan badannya untuk meminta maaf.
''Maaf,atas kelancangan Saya yang tidak mengenali.'' Ucap Frans menyesal.
''Hem,Aku sudah memaafkan Mu .'' Jawab Raymon sambil menepuk bahu Frans.
''Kau membuat istriKu takut saja ,'' ucap Raymon sambil terkekeh.
''Maaf Nona,membuat Anda takut.'' Ucap Frans.
__ADS_1
Alexa yang masih terkejut dengan perubahan pria yang ada di depannya, hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.
''Maaf mengganggu perjalanan Tuan,silakan lanjutkan lagi .'' Ucap Kuncoro sambil menyingkir memberi Raymon dan rombongannya untuk segera pergi.
Pria berkepala plontos terkejut dan sampai membuka mulutnya lebar-lebar. Ia tidak menyangka dengan apa yang di lihatnya.Seorang Kuncoro sampai tunduk kepada Pria sampah seperti dia.
Tidak jauh berbeda dengan Pria berkepala plontos itu.Albert dan Coki pun terkejut dengan apa yang Mereka lihat.
Sedangkan Harris sendiri makin penasaran dengan identitas Raymon.Dia dengan mudah bisa menghancurkan perusahaan keluarganya.Pasti Raymon bukan orang sembarangan,Ia tidak mau berurusan lagi dengan Raymon. Beruntung perusahaan keluarganya tidak jadi di bangkrutkan oleh Raymon. Harris sudah memperingatkan Coki agar tidak mencari masalah dengan Raymon lagi.Tapi sepertinya Coki tidak akan melepaskan Raymon.
Saat Raymon akan melewati pintu hotel, Ia teringat sesuatu.Ia menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Kuncoro dan Frans.
Alexa menatap bingung Raymon yang menghentikan langkahnya yang akan keluar dari hotel.
''Tunggu Tuan Kuncoro !''
Kuncoro menghentikan langkahnya dan menatap Raymon.Ia tidak bertanya dan menatap Raymon,Ia ingin tahu kenapa Raymon menghentikan langkahnya.apa dirinya membuat kesalahan,pikirnya.
''Kau melupakan sesuatu Tuan kuncoro,'' ucap Raymon yang masih berdiri di depan pintu hotel.
Kuncoro mengerutkan keningnya.
''Apa itu Tuan ?'' tanya Kuncoro yang tidak mengerti apa maksud Raymon.
''Kau belum meminta maaf pada istriKu, atas kekacauan di pesta waktu itu.'' Sahut Raymon dengan wajah yang mengelap.
Kuncoro menelan salivanya susah saat melihat wajah Raymon yang mengelap.
__ADS_1