
Di salah satu restoran mewah.
Kaisar masuk ke dalam salah satu ruangan dengan mendorong kursi roda milik pasiennya,di belakang mereka suster Meri mengikutinya di belakang.
Kaisar menghentikan langkahnya di sebuah ruangan VIP di restoran itu.Ia pun lalu berdiri di depan pria yang duduk di kursi roda.Dan Ia pun berjongkok di hadapan pria paruh baya itu.
''Ada yang ingin bertemu dengan paman ,'' ujar Kaisar memberi tahu sambil mengusap punggung tangan pria paruh baya itu.
Pria paruh baya mengedipkan matanya, Pria paruh baya itu ingin membuka mulutnya,tapi sulit untuk melakukannya.
Kaisar tersenyum saat mendapat respon dari pria paruh baya yang di anggap nya paman itu.
''Jangan di paksakan paman ,'' ucap Kaisar lembut.
Kaisar pun berdiri dan mulai membuka pintu ruangan VIP yang sudah di pesannya dua hari yang lalu.Kaisar tersenyum saat melihat Pria yang seumuran dengan pria yang duduk di kursi roda sedang duduk sambil meminum kopi.
Kaisar melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruangan,di ikuti oleh suster Meri yang mendorong kursi roda Tuannya.
''Papa ,'' panggil Kaisar pada pria paruh baya yang sedang duduk sambil meminum kopi.
Pria yang di panggil Papa itu menoleh dan tersenyum melihat Putranya yang berdiri di depan pintu.Pria itu lalu meletakkan cangkir kopi di atas meja.
''Kau sudah datang,Nak ?'' Ucap Pria paruh baya itu.
__ADS_1
''Ada yang ingin bertemu dengan Papa ,'' ucap Kaisar.
Pria paruh baya itu mengerutkan keningnya dan menatap penasaran pada Putranya.
Kaisar yang mengerti raut penasaran di wajah tua Papanya.Kaisar menggeser tubuhnya ke samping kiri supaya pria yang duduk di kursi roda terlihat.
Papa Kaisar atau yang bernama Willi terkejut saat melihat Pria yang duduk di kursi roda yang tak lain Ahmad.Willi tidak menyangka kalau Ahmad bersama putranya yang seorang dokter.
''Ahmad ,'' panggil Willi sambil melangkah kan kakinya menuju di mana Ahmad berada.
Sedangkan Ahmad diam saja,Ia cuma menatap Willi dengan mata berkaca-kaca.
''Kaisar,ada apa dengan dia ? kenapa dia tidak meresponnya?'' tanya Willi sambil menatap putranya meminta penjelasan.
Suster Meri pun mendorong Ahmad yang duduk di kursi roda,membawanya mendekati Tuan Willi dan Kaisar.
Setelah mereka duduk Kaisar menceritakan keadaan Ahmad secara mendetail.
Willi pun menatap sendu keadaan Ahmad.
''Tega sekali Sanjaya melakukan itu pada kakak iparnya sendiri ,'' ucap Willi sambil menatap sendu Ahmad.
''Iya pa,Sanjaya memang biadap .'' Kaisar mengepalkan tangannya saat teringat perlakuannya yang tega memperlakukan itu pada Ahmad.
__ADS_1
''Apa Dia akan pulih lagi Kai ?'' tanya Willi sambil menatap Ahmad.
''Ya,bisa pa .'' Jawab Kaisar sambil menatap Ahmad yang mulai menggerakkan jarinya.
Suster Meri pamit untuk ke toilet.Setelah mendapat izin dari Kaisar,suster Meri keluar dari ruangan VIP untuk pergi ke toilet.
Samar-samar suster Meri mendengar suara orang berbicara di luar toilet. Suster Meri menempelkan telinganya di daun pintu untuk mendengar percakapan mereka.
''Apa kau yakin tadi melihat Ahmad di sini ?'' tanya suara seorang pria.
''Iya Aku yakin,Aku melihat Ahmad di dorong oleh seorang suster masuk ke dalam salah satu ruangan VIP .'' Jawab suara seorang wanita.
''Pasti bos akan senang mendengarnya, dan kau akan mendapat bayaran yang lebih mahal .'' Sahut suara pria satunya lagi.
''Ayo kita segera beri tahu bos ,'' ajak suara pria yang pertama.
Setelah itu Meri tidak mendengar lagi suara orang yang sedang berbicara,dan Ia pun mendengar langkah kaki yang menjauhi toilet.
Meri pun buru-buru keluar dari toilet dan berlari ingin segera memberitahu Kaisar kalau mereka dalam bahaya.
Brak.
Kaisar dan Willi menatap terkejut saat pintu di buka dengan secara kasar.
__ADS_1
Siapa yang sudah membuka pintu itu.