Mencari Jejak Mu Yang Hilang

Mencari Jejak Mu Yang Hilang
Fitting baju pengantin.


__ADS_3

Saat Markus dan Hernita sedang asik membagi-bagikan surat undangan tersebut. Markus mendengar ponselnya berdering mendapatkan panggilan dari toko kemarin mereka memesan gaun pengantin.


"Siapa Markus?" tanya Hernita.


"Toko baju pengantin kita sayang. Katanya kita sudah bisa mengambil baju sekarang juga".


"Aaa.. Benarkah? Kalau begitu ayo kita pergi. Lagian undangannya sudah kita sebarkan".


"Ya sudah ayo. Oh iya untuk kalian semua. Besar harapan kami berdua kalian semua bisa datang tanpa terkecuali ok".


"Baik tuan, dengan senang hati kami semua akan datang ke acara pernikahan tuan Markus".


Lalu keduanya pergi meninggalkan gedung perusahaan menuju toko gaun pengantin dimana keduanya kemarin memesan gaun tersebut. Hingga kini mereka tiba disana langsung disambut oleh beberapa pegawai di toko tersebut.


"Selamat siang tuan nona. Silahkan masuk" ucap mereka dengan sangat ramah membawa Hernita dan Markus masuk ke dalam. Lalu bertanya, apakah mereka orang yang sudah memesan gaun pengantin kemarin.


"Iya, saya sudah memesannya kemarin".


"Baiklah kalau begitu, mari ikut saya nona".


"Ya, Markus kamu tunggu aku disini sebentar yah".


"Iya sayang. Masuklah, aku tidak sabar melihat kamu betapa cantiknya mengenakan gaun itu".


"Mmmmm" angguk Hernita dengan senangnya. Kemudian Hernita melihat gaun pengantin yang kemarin ia pesan begitu sangat mewah di penuhi dengan hiasan.



"OMG! Gaun ini indah sekali. Aku menyukainya".


"Terima kasih nona sudah menyukainya. Mari nona, kami akan membantu nona memakaikan guan ini".


"Iya" jawab Hernita mengizinkan mereka melepaskan pakaian yang ia pakai dan langsung memasangkan guan tersebut ditubuhnya. Namun saat salah satu dari pegawai tersebut terlihat kesusahan mengancing bagian belakang, tanpa sengaja kancing tersebut malah terlepas membuat mereka semua kaget membulatkan mata.


"Ada apa?" tanya Hernita yang tidak tau apa-apa.


Si pegawai itu tidak menjawab pertanyaan Hernita, ia malah bertanya kepada rekannya apa yang harus ia lakukan, "Bagaimana ini?".


"Ada apa? Kenapa kalian tidak menjawab pertanyaan saya?".

__ADS_1


"Maafkan kami nona" jawab si pegawai tersebut menunjukkan kancing yang lepas dari gaun pengantin Hernita.


"Apa?" Hernita kaget membulatkan kedua matanya. "Ini maksudnya apa haahh? Kenapa bisa kancing gaun pengantin saya lepas?".


"Maafkan kami nona. Tapi jika kami bisa memberitahu nona....


"Apa? Apa? Apa haahhh?" Hernita semakin kesal kepada mereka. Dan itu membuat ia ingin sekali memaki mereka karna ia tidak punya waktu lagi untuk fitting gaun pengantin lainnya. Ditambah, Hernita sudah terlanjur cinta kepada gaun tersebut. "Ya Tuhan, jika seperti ini aku harus bagaimana?".


"Maafkan kami nona, gaun ini akan kami perbaiki secepat mungkin. Tolong berikan kami waktu. Sore nanti kami akan mengirimnya, tolong nona beritahu kami dimana alamat rumah nona".


"Aaarrrkkkhh sudahlah. Aku tidak perduli lagi dengan gaun pengantin ini" Hernita keluar dari dalam ruangan tersebut melihat Markus sedang asik membaca koran di kursi tunggu yang mereka sediakan. "Ayo, aku tidak ingin berlama-lama disini".


Markus bingung, tetapi ia tetap mengikuti langkah kaki sang kekasih yang terlihat benar-benar sangat kesal sekali hingga keduanya berada di dalam mobil.


Markus lalu bertanya, "Ada apa sayang? Kenapa wajah mu terlihat murung seperti ini dan juga....


"Aaarrrkkkhh... Aku kesal Markus kepada pegawai toko itu".


"Kesal? Kesal kenapa sayang? Kenapa kamu tiba-tiba kesal kepada mereka? Ayo beritahu aku sayang".


Hernita melihatnya, "Ck, masa saat aku mencoba gaun pengantin itu tiba-tiba kancing belakangnya terlepas".


"Itu dia yang aku herankan. Bisa-bisanya kancing gaun terlepas. Mana si pegawai toko itu hampir mau mengatakan kalau itu sesuatu pertanda buruk lagi. Menurut kamu, siapa sih yang tidak marah dikatain seperti itu? Kan aku kesal Markus.


"Benar! Aku mengerti apa yang kamu rasakan sayang. Tapi semua itu tidak ada yang benar, ini sudah tahun 2023 bukan lagi pada jaman dahulu. Mereka itu ada-ada saja".


"Ck, menyebalkan sekali akh".


"Sudahlah sayang, kamu tidak usah memikirkan apa yang mereka katakan. Percaya kepada ku mmmm, semua akan baik-baik saja".


"Tapi....


"Sudahlah sayang, jangan dipikirkan lagi. Sekarang kita makan yok, ini sudah sangat siang sekali. Aku ingin meredakan rasa amarah kamu".


"Benar juga. Ayo".


"Ok sayang".


.

__ADS_1


Dan keduanya sekarang telah berada di dalam restoran. Markus lalu memanggil si pegawai restoran untuk melayani mereka, dan bertanya kepada Hernita apa yang ingin calon istrinya itu makan.


"Mmmm, aku mau eskrim saja Markus".


"Kamu yakin sayang hanya eskrim saja? Kamu tidak mau yang lainnya? Steak atau ini masih banyak sayang".


"Tidak, aku hanya ingin eskrim saja. Untuk saat ini aku butuh yang segar-segar".


"Ya sudah kalau begitu. Saya pesan satu steak yang mbak dan juga cemilan ini dan juga minuman ini dan juga eskrim rasa vanilla".


"Baiklah kalau begitu, mohon ditunggu sebentar ya tuan".


Si pegawai restoran pergi membawa daftar menu mereka. Kemudian Hernita mengeluarkan ponselnya, ia mencoba mencari-cari gaun pengantin lagi meskipun ia tidak punya waktu untuk mencari-cari yang benar-benar sesuai dengan seleranya.


"Kamu sedang apa sayang?" tanya Markus penasaran melihat Hernita sangat sibuk sampai ia tidak mendengarkan Markus sedari tadi memanggil namanya.


"Aku sedang" Hernita langsung menunjukkan layar ponselnya di hadapan Markus. "Aku sedang mencari gaun pengantin yang akan aku pakai untuk besok".


"Apa? Kenapa sayang? Mereka baru saja mengirim pesan kepada ku kalau nanti sore gaun itu akan selesai dan mereka akan mengantarnya kerumah".


"Aku tidak mau Aku tidak mau memakai gaun itu lagi. Mereka sudah membuat ku kesal".


Markus tertawa kecil, "Hey! Ayolah sayang ku. Kamu tidak bisa seperti itu kepada mereka. Kalau mereka sudah minta maaf, kamu juga harus memaafkan mereka. Setiap manusia biasa melakukan kesalahan".


"Tapi ini bukan kesalahan biasa Markus. Mereka itu sudah keterlaluan dan aku tidak bisa memaafkan mereka. Pokoknya aku tidak mau lagi memakai gaun pengantin itu".


Markus menggeleng kepala, kalau soal keras kepala Hernita tidak ada tandingannya. Apalagi mereka sudah benar-benar membuat ia sakit hati. Dan pada akhirnya berujung seperti ini.


Setelah itu, tidak lama kemudian pesanan mereka tiba. Hernita menyambar miliknya dan langsung memakannya dengan sangat lahap sambil melihat Markus memakan steak yang tadi ia pesan seketika membuat ia tergoda.


"Enak?" tanyanya. Dan pertanyaan itu membuat Markus ingin tertawa jika Hernita sudah bertanya seperti ini. "Ikh, kenapa kamu tidak menjawab ku Markus. Apa rasanya enak? Aku hanya menanyakan itu saja tidak untuk memintanya".


"Iya, rasanya sangat enak" jawab Markus membuat Hernita jadi ingin mencobanya.


"Benarkah? Kalau begitu boleh aku mencobanya? Sedikit saja. Aku tidak akan memakan banyak".


"Mmmm, dan kamu juga boleh menghabiskan sampai habis, yang penting kamu senang".


"Hehehehe... Terima kasih calon suami ku".

__ADS_1


__ADS_2