Mencari Jejak Mu Yang Hilang

Mencari Jejak Mu Yang Hilang
Kecelakaan.


__ADS_3

Hari ini adalah hari pemberkatan Markus dengan Hernita. Semua anggota keluarga Gerald telah bersiap-siap menunggu calon pengantin, namun sudah beberapa jam lamanya mereka menunggu, sang calon pengantin dan juga keluarga pengantin wanita belum juga tiba disana membuat mereka gelisah untuk segera menghubungi keluarga tersebut.


"Ayo Markus, hubungi Hernita sekarang juga. Kenapa mereka belum tiba juga disini sedangkan acara pemberkatan kalian sebentar lagi akan dimulai. Lihatlah, jam sekarang sudah menunjukkan pukul 9 lewat 30 menit".


"Iya mah, aku akan menghubungi dia".


Hingga pada akhirnya sambungan itu tersambung, Hernita langsung menjawabnya, namun saat itu juga Markus dibuat gelisah saat Hernita berkata kalau mobil yang ia tumpangi tiba-tiba mogok sehingga membuat ia terhambat menuju kesana. Sedangkan kedua orangnya itu, sudah tiba dikediaman keluarga Gerald.


Kemudian Markus mematikan ponselnya, ia melihat kedua orang tua Hernita tersenyum kepadanya sambil berkata "Selamat ya Markus. Akhirnya kamu dan Hernita menikah juga".


"Akh, maafkan aku Tante. Apa Tante tidak tau kalau mobil Hernita masih dibelakang? Tiba-tiba mobil yang ia tumpangi mogok sehingga ia belum juga ada disini".


"Apa? Bagaimana bisa kamu tau Markus?" ibunya Hernita mencari keberadaan sang suami, ia lalu berkata. "Pah, Hernita dimana pah? Kenapa Markus berkata kalau mobil yang Hernita tumpangi terkena kendala? Bukankah tadi mobil Hernita ada di depan kita? Bagaimana ini pah?".


"Maksud mama?" David bingung apa yang baru saja istrinya itu ucapakan.


"Mobil Hernita pah. Mobil Hernita mogok pah".


"Om sama Tante jangan khawatir" ucap Markus mendatangi keduanya. "Aku akan kesana menjemput Hernita. Kalian tunggu saja disini".


"Kamu yakin bisa sendiri Markus?" tanya David.


"Iya om, kami akan segera kembali".


Begitu Markus mengetahui letak titik keberadaan Hernita sekarang ini. Ia segera mengendarai mobil sport miliknya menuju lokasi sampai ia tiba disana hanya dengan waktu 19 menit saja, itu juga karna ia terjebak macet. Lalu ia keluar dari dalam mobil, dan langsung bertanya kepada sang supir dimana Hernita berada.


"Syukurlah tuan Markus sudah tiba disini. Saya sangat khawatir sekali jika pernikahan ini tertunda hanya karna mobil kami mogok. Masuklah ke dalam mobil tuan, nona Hernita ada di dalam".


Setelah Markus mengetahui Hernita ada di dalam, ia langsung membuka pintu melihat Hernita sedang gelisah beberapa kali mengotak atik ponselnya tanpa ia sadari kalau Markus sekarang berada di hadapannya.

__ADS_1


"Sayang!" panggil Markus. "Sayang, aku disini" panggilnya lagi membuat Hernita akhirnya tersadar mendengar suara itu melihat kepadanya dengan air mata menetes. "Maafkan aku!".


"Markus!".


"Mmmm, ini aku sayang. Sekarang sudah baik-baik saja. Kamu jangan menangis lagi".


Hingga akhirnya Hernita tetap menjatuhkan air matanya, "Aarrkkhhh... Aku pikir kamu tidak akan kemari Markus. Aku sangat takut sekali, aku sangat takut kalau sampai pernikahan kita gagal. Karna itu aku menangis seperti ini. Kenapa kamu lama sekali hiks.. hiks...?".


"Sekali lagi aku minta maaf sayang. Tadi jalanan sedikit macet membuat aku datang terlambat. Sekarang ayo turun lah, sebentar lagi acara pemberkatan pernikahan kita akan segara dimulai".


"Mmmm" angguk Hernita keluar dari dalam mobil memasuki mobil sport Markus. Lalu Markus bertanya, apakah ia sudah siap atau belum langsung di jawab oleh Hernita kalau ia sudah siap.


"Kira berangkat sayang" Markus segera menjalankan mobilnya. Namun selama 7 menit dalam perjalanan, tepat di simpang pertigaan. Sebuah mobil struk melaju begitu sangat kencang dari depan sana membuat Hernita dan Markus merasa heran kenapa dengan truk tersebut.


"Markus, ada apa dengan truk itu? Kenapa truk itu melaju kearah kita".


BBBRRRAAKKK....


Sebuah kecelakaan yang begitu sangat tragis pun terjadi kepada keduanya dan orang-orang yang melihat kejadian langsung berlari kearah mereka mencoba untuk menyelamatkan. Tetapi sayangnya, mereka tidak dapat menemukan tanda-tanda kalau pasien mengalami luka ringan sehingga keduanya harus dilarikan kerumah sakit terbesar di kota itu.


"Astaga! Kasihan sekali mereka. Mana mereka mau menikah lagi ckckck. Semoga saja sepasang calon suami istri itu baik-baik saja. Kasihan keluarga mereka jika sesuatu yang tidak diinginkan terjadi".


"Iya yah kasihan sekali. Semoga mereka baik-baik saja. Amin" ucap mereka melihat mobil ambulans membawa keduanya.


.


Dan sesampainya dirumah sakit, tidak lama setelah itu para polisi yang menangani kasus ini tiba disana membawa semua barang-barang bukti milik keduanya. Kemudian salah satu diantara mereka menghubungi anggota keluarga Gerald.


DDDDRRRTTT.... DDDDRRRTTT....

__ADS_1


"Pah, ponsel papa berdering" ucap Jenifer memberitahu Devano.


"Iya mah" jawab Devano melihat layar ponselnya dari nomor yang tidak ia kenal membuat ia belum juga menjawab panggilan tersebut.


"Ada apa pah? Kenapa papa tidak menjawabnya? Ayo di jawab pah, siapa tau itu penting dari Markus. Lihatlah, mereka berdua belum juga tiba disini".


"Iya ma" akhirnya Devano menjawab panggilan tersebut langsung disambut oleh sang polisi.


"Selamat siang pak. Apa benar ini dengan orang tua atas nama Markus Gerald?".


"I-iya. Ini saya Devano ayah dari Markus Gerald".


"Terima kasih. Begini pak, kami dari kepolisian ingin menyampaikan kepada anggota keluarga kalau anak bapak yang bernama Markus Gerald mengalami kecelakaan di jalan xx bersama dengan kekasihnya sehingga keduanya sekarang berada dirumah sakit dan sedang dalam keadaan kritis".


"Apa?" kedua orang tuanya itu tidak percaya kalau anak dan menantu mereka mengalami kecelakaan itu membuat Jenifer sendiri yang berbicara dengan sang polisi. "Tidak mungkin pak, anda ini pasti salah orang. Anak saya tidak mungkin kecelakaan bersama dengan menantu saya. Anda ini pasti salah orang".


"Untuk kepastiannya. Silahkan anggota keluarga datang kerumah sakit xx untuk memastikan kalau korban kecelakaan bukanlah anak dari bapak dan ibu".


Begitu polisi mematikan panggilan telepon. Tidak lama setelah itu Jenifer jatuh pingsan di datangi oleh kedua orang tuan Hernita.


"A-anak kita bagaimana Devano?" ucap ibunya Hernita menjerit menumpahkan air matanya dihadapan mereka semua.


"Sudah mah, tidak ada gunanya kita menangis seperti ini. Kita kerumah sakit saja sekarang juga".


Mereka pun segera berangkat kerumah sakit, dan ibunya Hernita tak henti-hentinya menangis di dalam mobil memeluk sang suami. "Pah, papa percaya kan kalau putri kita Hernita baik-baik saja? Papa percaya itu kan? Ayo jawab mama pah".


"Iya mah, anak kita Hernita baik-baik saja. Mama tidak usah khawatir. Anak kita anak yang kuat, tidak mungkin dia pergi begitu saja meninggalkan kita mah. Apalagi hari ini adalah hari pernikahannya. Hari yang seharusnya ia rasakan kebahagian untuk selama-lamanya" David mengeluarkan air mata membuat keduanya menangis bersama di dalam mobil.


"Aarrkkhhh anak ku.. Tunggu mama sayang, mama mohon jangan tinggalkan mama sayang aaarrrkkkhh hiks.. hiks...".

__ADS_1


__ADS_2