
Keduanya lalu membawa Markus masuk ke dalam kamarnya, kemudian Jenifer memberitahu kalau kamar ini begitu sangat Markus sukai sampai-sampai ia banyak mengoleksi foto-foto masa kecilnya.
"Bagaimana sayang? Apa kamu masih menyukai tempat ini seperti dulunya?".
Markus tidak menjawab, ia malah bertanya.
"Kenapa kamar ini bernuansa hitam? Apa aku menyukai hitam?".
Jenifer tertawa, "Benar, karna dari kecil kamu itu sangat menyukai warna hitam. Lalu bagaimana dengan sekarang? Kamu tidak menyukai warna hitam lagi sayang?".
"Aku tidak menyukainya".
"Tidak apa-apa. Nanti mama akan menyuruh mereka mengganti bedcover ya dengan warna yang lebih terang".
"Mmmm, terima kasih".
"Sama-sama sayang. Kalau begitu mama sama papa akan meninggalkan kamu di dalam kamar ini. Kamu baik-baik saja?".
"Ya, aku baik-baik saja".
"Baiklah kalau begitu. Ayo pah, biarkan Markus istirahat sebentar".
"Ayo mah".
Begitu sepasang suami istri itu keluar, Markus lalu menarik nafas panjang, ia melihat kamar tersebut begitu sangat luas dan juga ia sangat menyukai interior kamarnya. Kemudian ia melihat kearah balkon, dengan rasa penasaran ingin menikmati udara segar disana, Markus membuka pintu balkon dan langsung melihat pemandangan kebagian taman dan juga kolam berenang.
"Apa aku benar-benar sekaya ini? Hhhmmsss.. Dan jika seperti ini, apa penyebab aku bisa hilang ingatan? Kenapa aku tidak bertanya kepada mereka?".
.
__ADS_1
Hari demi hari keadaan Markus semakin membaik, dan mereka sedang makan bersama di meja makan. Lalu Devano berkata, "Karna keadaan kamu semakin hari sudah semakin membaik. Minggu depan, apa kamu sudah berencana kembali ke perusahaan Markus? Kantor kamu sekarang ini tampak....
"Jangan dulu deh pah. Sepertinya Markus masih butuh istirahat lebih banyak seperti apa kata dokter kemarin. Jadi biarkan saja dulu Markus seperti ini. Iya kan sayang? Mama akan selalu dukung kamu kok".
Markus menatap Devano, "Baiklah, aku akan kembali ke perusahaan pah".
Mendengar jawaban Markus, keduanya langsung berpikir kalau keadaan Markus saat ini benar-benar sudah semakin membaik dan itu membuat mereka sangat bahagia sekali akhirnya putra mereka kembali beraktivitas seperti biasanya.
"Ya Tuhan, mama senang sekali sayang mendengarnya. Itu artinya kamu tidak akan kesepian lagi terus menerus di dalam rumah dan kamar. Dan nanti di kantor, kamu akan memiliki teman yang banyak. Iya kan pah? Markus kan sangat dekat sama para karyawannya".
"Iya Markus. Mereka sangat merindukan mu dan mereka tidak pernah lupa mendoakan kamu supaya kamu segara pulih dan segera bersama dengan mereka lagi".
Markus hanya diam saja, tetapi ia tidak lupa tersenyum tipis agar ia tidak menyinggung perasaan kedua orang tuanya. Dan sekarang Markus sedang asik melahap sarapan paginya sambil menikmati setiap kunyahan yang berada di dalam mulutnya.
"Pah" Jenifer memanggil sang suami. "Jika mama pikir-pikir. Markus yang dulunya sangat ramah, sekarang mama melihat Markus yang sekarang telah berubah menjadi Markus yang datar. Menurut papa, apa ini semua hanya perasaan mama saja?" Jenifer menatapnya.
"Papa juga berpikir seperti mah. Markus yang sekarang tidak jauh seperti Gabriel. Mereka berdua jadi memiliki sifat yang sama, dan lihatlah Markus sedari tadi hanya tersenyum tipis Mah dan wajahnya.. Mereka berdua sama persis sekali".
"Tapi ya sudahlah mah, mau bagaimana lagi? Yang penting anak kita sekarang ini sudah baik-baik saja. Itu jauh lebih baik".
"Iya pah, semoga Markus semakin hari semakin baik-baik saja".
.
Dan sekarang adalah hari pertama Markus kembali ke kantor, ia sedang bersiap-siap dan saat ini ia sedang memakai jam tangan rolex keluar tahun kemarin. Kemudian Jenifer masuk ke dalam kamarnya, ia melihat putranya itu begitu sangat tampan memakai semua barang-barang tersebut.
"Wah, putra mama sangat tampan sekali" Jenifer mencoba memperbaiki pakaian Markus. "Akh iya sayang, nanti kalau kamu sudah tiba di kantor. Jika seandainya kamu mendengar sesuatu bisikan-bisikan aneh, kamu abaikan saja yah. Semuanya itu tidak benar".
Markus mengernyitkan dahi, "Maksud mama? Kenapa aku tidak usah mendengar mereka? Harusnya mereka diberikan pelajaran sudah membuat gosip selama di kantor".
Jenifer langsung tersenyum lebar, "Iya sayang, mama mendukung mu. Sekarang ayo kita keluar, papa sudah menunggu mu".
__ADS_1
Keduanya keluar dari dalam kamar, dan Devano sedang menunggu di depan mobil hingga ia melihat keduanya berjalan kearahnya.
"Maaf yah pah sudah membuat papa lama menunggu. Sekarang Markus berangkat sama papa yah".
"Iya ma, kalau begitu kami berangkat dulu" sang supir membukakan pintu untuk Markus, dan keduanya langsung masuk ke dalam mobil. Setelah itu mereka pergi meninggalkan Jenifer yang masih berdiri disana dengan tangan melambai-lambai diatas kepala.
"Semoga saja tidak terjadi apa-apa" ucap Jenifer dalam hati.
.
Dan sekarang mereka sudah tiba di depan gedung perusahaan, semua karyawan yang bekerja dilantai bawah langsung menyambut kedatangan keduanya dan langsung menundukkan kepala memberikan tanda hormat.
"Selamat pagi tuan Markus dan selama kembali lagi perusahaan ini. Semoga tuan Markus sehat selalu dan panjang umur".
Mereka lalu tertawa bersama, sedangkan Markus hanya melemparkan senyuman tipis di wajahnya dengan datar.
"Terima kasih. Terima kasih banyak sudah memberikan dukungan kepadanya. Kalian juga semoga sehat selalu" ucap Devano.
"Sama-sama tuan".
Devano lalu membawa Markus masuk ke dalam ruangannya, dan disana Linda langsung menunggu bersama dengan rekan-rekannya lain bahkan Haura juga berada disana.
"Selamat datang kembali tuan Markus duuaaarrr... duuaaarrr" suara balon meletus membuat lantai tersebut terdengar sangat bising dan itu membuat Markus tidak menyukainya. Kemudian Devano menghentikan mereka dan mengucapkan beberapa kata sebelum mereka masuk ke dalam. Dan itu membuat semua anggota karyawan maklum dan membiarkan mereka masuk ke dalam ruangan Markus.
Lalu Haura mendekati Linda, "Jadi benar dia lupa ingatan? Aku pikir kemarin itu kamu bercanda Linda".
"Kamu sih enggak percaya kalau aku mengatakan yang sebenarnya. Tapi tuan Markus kasihan sekali, bagaimana kalau sampai beliau tau kalau calon istrinya sudah meninggal dunia? Aku yakin tuan Markus pasti sangat frustasi sekali".
"Iya yah, kasihan sekali tuan Markus. Dan semoga saja tuan Markus segera mendapatkan kekasih baru sebelum tuan Markus mengingat siapa dirinya dan juga calon istrinya itu supaya beliau siap menerima kenyataan".
"Mmmm, semoga saja. Tapi ada sesuatu yang sangat berbeda Ra. Tuan Markus yang dulunya begitu sangat ramah baik dan juga humoris. Sekarang tidak seperti itu lagi, tuan Markus terlihat begitu datar dan tatapannya yang begitu sangat dingin. Kamu melihatnya tadi enggak? Apa hanya aku saja yang memperhatikan itu?".
__ADS_1