Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba

Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba
Kau Tidak Perlu Mengkhawatirkan


__ADS_3

Ayya balas memeluk Mama Dara, ia juga sudah sangat lama merindukan sosok seorang ibu.


Adam dengan bola mata yang sudah di banjiri air mata mendekati isteri dan putrinya. Ia juga memeluk gadis itu kemudian mencium pucuk kepala putri satu-satunya.


Pemandangan yang sangat mengharukan. Frey dan Arkan ikut meneteskan air mata haru melihat Mama Papa dan adik mereka kini bisa bersatu setelah sekian lama.


Melihat semua sudah baik-baik saja, Delmond yang berdiri diam di sana mulai melangkah kakinya keluar dari Mension Adam.


Arkan yang melihat Delmond keluar, mengekor di punggung laki-laki itu.


"Apa kau mencintai adikku?" Tanya Arkan tiba-tiba. Ternyata sedari tadi Arkan terus memperhatikan tatapan mata Delmond pada adik perempuannya. Ia bisa melihat dari tatapan Delmond jika laki-laki itu menyimpan rasa istimewa untuk adiknya.


Pertanyaan Arkan membuat laki-laki itu menghentikan langkah kakinya. Delmond hanya terdiam sejenak, kemudian kembali melanjutkan langkah kaki tanpa ingin menjawab pertanyaan Arkan.


"Sekali lagi aku bertanya padamu, apa kau mencintai adikku?" Arkan masih kekeh ingin bertanya meski laki-laki itu mengabaikan.


"Iya, aku mencintai adikmu, tapi kau tidak perlu mengkhawatir akan hal itu. Karena cintaku tidak akan membuat adikmu dalam bahaya, aku sadar diri di mana posisiku." Jawab Delmond tanpa membalik badan.

__ADS_1


Arkan terdiam sejenak mendengar kejujuran seorang laki-laki yang dia kenali sebagai Bos Delmond.


"Terima kasih karena kau ingin menjaga adikku, dan mengembalikan adikku dengan utuh ke rumah kami," ucap Arkan.


Delmond hanya mengangguk pelan dan kembali melanjutkan langkah kaki menuju mobil.


"Kenapa kakak bertanya seperti itu pada Bos Delmond?" Tanya Frey yang ternyata juga menyusul.


"Aku hanya ingin memastikan apa yang aku lihat,"


"Dia tidak baik untuk adik kita, kak. Ayya bisa dalam bahaya jika terus bersamanya," Frey.


Kakak sepupunya itu sangat dewasa meski masih di usia 22 tahun. Tapi pemikirannya jauh lebih dewasa di banding usia. Dan selalu tenang dalam menghadapi masalah yang berada di hadapannya, tidak seperti dirinya yang mudah terpancing emosi.


Ah, dia bahkan berpikir apa kakaknya itu pernah pacaran? Oh, tentu saja tidak. Karena mereka selama ini selalu bersama. Dan kedua kakak adik itu sudah berjanji, jika mereka tidak ingin terlibat dengan seorang wanita jika belum menemukan adiknya.


Dara melerai pelukan pada putrinya kemudian mengusap air mata gadis itu.

__ADS_1


"Mama sangat merindukan mu, nak. Sudah 17 tahun Mama tidak pernah berhenti mencari keberadaan mu. Mama sangat menyayangi mu..." Kata Dara mencium dahi dan kedua pipi putrinya.


Ayya sangat bahagia bisa bertemu dengan kedua orang tuanya. Yang tadinya dia sangat takut, sekarang semua ketakutan itu seolah sirna karena ternyata kedua orang tuanya sangat menyayanginya.


"Nggak mau peluk Papa ni? Mama saja?" Canda Adam dengan bola mata berkaca saat melihat putrinya sudah tumbuh dewasa.


Dara tersenyum masih dengan sisa air mata. "Ini Papa, sayang. Papa Adam," ujar Dara memegangi lengan putrinya seolah tak ingin melepaskan gadis itu.


Ayya melihat ke arah Papa Adam, gadis itu tampak sedikit canggung. Karena ini pertama kali ia melihat sosok seorang Ayah. Selama ini ia hanya mempunyai seorang nenek yang dia anggap seperti ibu juga.


"Pa, Papa..." Lirih gadis itu sedikit menunduk.


Adam tahu jika gadis itu tidak terbiasa dengan sosok seorang Ayah karena dia hanya di besarkan oleh seorang Nenek.


"Jangan malu maupun canggung sama Papa... Papa ini, Papa kandungan kamu sayang. Papa juga sangat merindukan mu, nak." ucap pria paruh baya itu memeluk putrinya erat.


Serasa asing. Karena ini pertama kali ia mempunyai seorang putri, apa lagi sudah tumbuh dewasa dan bahkan sudah menikah.

__ADS_1


Menikah? Adam tiba-tiba teringat ucapan Aldi yang mengatakan putrinya lari bersama laki-laki lain. Dan tadi laki-laki yang membawa putrinya datang padanya itu, hanya Delmond yang dia ketahui seorang buronan.


__ADS_2