Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba

Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba
Mana Ayahmu?


__ADS_3

Ayya masih tercengang tak percaya, gadis itu berpikir. Apa saat ini dia sedang bermimpi melihat pria yang dia cari sedari siang tadi. Dan kini pria itu sedang duduk di sebelahnya dengan wajah yang tampak santai.


Tapi kembali lagi, dia kan lagi tidak tidur, jadi mana mungkin dia bermimpi?. Pikir Ayya.


Karena tak yakin dengan apa yang dia lihat. Ayya menyentuh wajah Delmond dengan tangannya. Terasa nyata, jika pria itu memang laki-laki yang membuat dia berada di sana sendirian.


"B-benar kah ini, kau?" Tanya gadis itu menatap seksama wajah tampan Delmond.


"Mungkin saja." Jawab Delmond seperti biasa tetap terlihat cool.


Bruk!


Ayya menubruk dada bidang Delmond, memeluk laki-laki itu. Entah mengapa wanita itu tidak tahu batasan jika sedang bersama dengan Delmond. Berbeda dengan laki-laki lain, ia sangat menjaga batasannya. Bahkan sampai berbicara dengan pria lain saja, ia juga membatasi dan hanya berbicara jika perlu. Tak pernah membahas yang menurut gadis itu tidak penting.


Delmond membiarkan Ayya memeluknya, laki-laki itu juga tak membalas maupun menolak.


"Kau dari mana? Aku mencari mu seharian penuh, tapi aku sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan mu," kata Ayya menatap wajah pria yang ia peluk.


Delmond ingin mendorong Ayya dari pelukannya. Tapi melihat air mata di pipi gadis itu, dia tidak tega melakukannya.


Sebenarnya laki-laki itu terluka, dan sedang menahan luka pada lengannya yang tersentuh oleh Ayya yang sedang memeluknya.

__ADS_1


"Untuk apa kau mencari ku?" Tanya Delmond seolah tak tahu dengan kekhawatiran Ayya.


"Tentu saja aku mencari mu, karena aku mencemaskan keadaanmu," jawab Ayya masih memeluknya.


"Kau tidak akan bisa menemukan ku, kau pasti tahu. Kalau sekarang polisi sedang mencari keberadaan ku, jadi mana mungkin aku berkeliaran di luaran sana," jawab Delmond.


Ayya melepas pelukannya pada Delmond, "lalu, kenapa kau tidak melarikan diri saja? Kau bisa keluar negeri, dan tinggalkan negara ini," ucap Ayya. Gadis itu tak ingin jika sampai Delmond tertangkap. Ia berpikir jika pria itu di luar negeri, sekurang-kurangnya dia masih bisa menemui pria itu.


Delmond melihat ke arah wajah gadis di sebelahnya. Kemudian ia menggeleng.


"Ibu dan adikku berada di sini. Aku tidak mungkin akan meninggalkan negara ini," jawab Delmond mengeluarkan rokok, dan berniat ingin merokok.


Ayya mengambil rokok dari tangan pria itu sebelum sempat Delmond membakarnya.


Delmond mengalih pandangan dan melihat lampu-lampu yang menyinari kota di malam hari. Terlihat sangat indah dan menyenangkan bagi yang melihat.


"Mereka sudah kembali ke tempat peristirahatan terakhir," jawab Delmond. Ini pertama kali pria itu menceritakan pada seseorang tentang keluarganya yang tak ada siapapun yang mengetahui selain dirinya sendiri dan pemilik takdir.


Ayya merasa iba, "Maaf, aku tidak tahu,"


"Tidak apa."

__ADS_1


"Lalu? Mana Ayahmu?" Ayya kembali bertanya.


Menoleh sekilas ke arah wajah Ayya, "Dia berada di Jerman," jawab Delmond jujur.


"Jerman? Ayahmu asli dari Jerman?"


Delmond mengangguk. Laki-laki itu tampak tidak terlalu senang jika membahas tantang Ayahnya.


Entah ada konflik apa di antara Ayah dan anak itu. Sehingga Delmond tidak menyukai Ayahnya, dan bahkan dia sangat membenci pria paruh baya yang dulu sempat ia panggil 'Ayah' itu.


Ayah Delmond bahkan sudah berkali-kali datang ke negara tempat tinggal Delmond dan mengajak putranya ke Jerman dan meninggalkan pekerjaan gelapnya. Tapi Delmond menolak mentah-mentah dan berkata pada Ayahnya, jika dia tidak mempunyai Ayah, Ayahnya sudah lama mati. Yang membuat pria paruh baya itu bersedih setiap kali menemui putranya dan mendengar perkataan pedas Delmond.


Delmond dan Ayahnya berlainan keyakinan. Delmond mengikuti keyakinan ibunya yang sama seperti Ayya. Sedangkan Ayahnya juga berkeyakinan lain yang berbeda darinya.


(Maaf🙏 author tidak ingin terlalu membahas dan menyebut nama agama tentang keyakinan masing-masing ya guys. Karena soal agama itu terlalu sensitif. Takut nanti ada yang tersinggung, karena keyakinan kita berbeda-beda tentunya 🙏☺️)


Ini juga pertama kali Delmond memberitahukan pada seseorang jika dia masih mempunyai seorang Ayah. Tentu saja semua itu hanya berlaku pada Ayya, gadis yang perlahan mengubah hidupnya.


Delmond sebenarnya masih mempunyai banyak cara untuk melindungi markasnya. Tapi entah mengapa, semenjak bertemu dengan gadis di sebelahnya. Semua berubah, ia seolah sengaja membiarkan semua terkuak dan di ketahui oleh polisi, sehingga markasnya di hancurkan. Bagi Delmond menghadapi tikus kecil seperti Red, bukanlah hal yang sulit. Tapi dia memang sengaja ingin meninggalkan dunia gelapnya.


Dan pria itu sudah siap untuk menghadapi konsekuensi yang akan dia hadapi nantinya. Alasan Delmond melarikan diri dari polisi, itu karena ia ingin bisa melihat gadis yang dia cintai sebelum ia di ceploskan ke dalam jeruji besi. Karena jika dia sudah tertangkap, bisa jadi dia akan terkena hukuman mati, atau penjara seumur hidup.

__ADS_1


Sekarang Ayya sudah mengerti. Kenapa wajah Delmond terlihat seperti blasteran, dan cenderung ke wajah bule, dengan bola mata yang kebiru-biruan. Ternyata laki-laki itu memang bukan asli dari negaranya, melainkan darah campuran.


"Kau berdarah," khawatir Ayya memegang lengan Delmond yang mengeluarkan darah dari balik bajunya.


__ADS_2