Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba

Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba
Mencari Keberadaannya


__ADS_3

Hampir setahun telah berlalu. Ayya dan Aldi juga sudah sah bercerai setelah kedua orang tua dan juga kakak-kakak dari Ayya mengetahui tentang kejahatan Aldi padanya.


Sedangkan Tiya kembali pada kehidupan sebelumnya ia di angkat menjadi anak Adam dan juga Dara setelah membohongi keluarga kaya itu.


Adam dan Dara sangat menyayangi putri mereka berdua. Frey dan Arkan juga sudah akrab dan begitu menjaga Ayya dengan baik. Gadis cantik itu sangat bahagia setelah menemukan keluarga kandungnya. Tak ada yang kurang dari gadis itu, kasih sayang dan sebagainya, semua tercukupi.


Tapi tetap saja membuat gadis itu merasa ada yang kurang pada hatinya. Karena sudah hampir 1 tahun ia tak pernah bertemu lagi dengan Delmond. Karena laki-laki itu tak pernah lagi menunjukkan diri di hadapannya, membuat Ayya kesepian dan merasa kehilangan sosok seorang laki-laki yang sangat ia cintai.


Ayya juga sering mencari keberadaan Delmond. Tapi nihil, laki-laki itu seperti menghilang di telan bumi, membuat gadis itu sering melamun sendiri.


Sebenarnya Delmond berada di sekelilingnya. Hanya saja laki-laki 27 tahun itu sengaja menghindarinya. Ia tak ingin membuat perasaan Ayya padanya semangkin dalam dan berakhir akan membuat gadis itu terluka dan juga bisa membahayakan nyawa Ayya.


"Hay" sapa seorang laki-laki tampan yang sering mencoba untuk mendekati Ayya di kampus ia belajar.


Ayya juga sudah beberapa bulan melanjutkan studinya di salah satu universitas yang tak begitu jauh dari Villa Papa Adam.

__ADS_1


"Hay" jawab Ayya tersenyum tipis.


Temannya yang berada di sebelahnya menyiku lengan Ayya seolah mengatakan pada gadis itu untuk tersenyum lebih baik. Karena Zaza tahu jika Agus menyukai teman Ayya.


"Kalian sudah makan?" Tanya Agus tersenyum simpul.


"Belum," jawab Zaza cepat. Ayya hanya diam seperti biasa dan hanya mengeluarkan perkataan jika perlu.


Gadis itu juga sudah tidak memakai cadar lagi seperti sebelumnya. Karena sejatinya Ayya bukanlah gadis yang bercadar, ia memakai cadar dulu karena bersembunyi dari Aldi mantan suaminya. Tapi setelah mereka resmi bercerai hampir setahun yang lalu, Ayya kembali menjadi dirinya sendiri tanpa harus bersembunyi lagi.


"Kalian pergi saja dulu, aku mau ke toilet sebentar," bohong Ayya. Gadis itu sebenarnya tahu jika Agus menyukainya, hanya saja ia tak ingin memberi harapan pada laki-laki itu yang kelak akan melukai perasaan Agus.


"Baiklah, kita tunggu di kantin ya,"


"Ok." jawab Ayya membalik badan dan melangkah keluar dari kampus. Agus dan Zaza tak melihat jika Ayya sebenarnya berjalan keluar.

__ADS_1


Di mana lagi aku ingin mencari keberadaannya? Aku sudah mencarinya kemana-mana. Tapi tetap saja aku tidak bisa menemukannya. Apa dia sengaja bersembunyi dariku? Tapi kenapa? Apa aku ada melakukan kesalahan? Aku sengat merinduinya. Batin Ayya mendudukkan diri di sebuah halte yang berada di depan.


Tak sengaja bola mata Ayya seperti melihat mobil Delmond dari kejauhan.


Gadis itu berdiri dengan bola mata yang mengikuti mobil mewah yang berada di barisan beberapa mobil lainnya.


"Bukannya itu mobil Bos Delmond?" Tak ingin kehilangan jejak.


Ayya berdiri dan berlari mendekat pada mobil di depannya. Beruntung sedikit macet yang membuat mobil tersebut tak bisa berjalan laju.


Saat tiba di depan mobil itu, Ayya langsung merentangkan tangan tepat di depan mobil Delmond, yang membuat laki-laki itu mengerem mendadak.


"Gila! Apa kau mau mati!" Murka Delmond berdecak saat Ayya langsung membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


Bruk!

__ADS_1


Delmond kaget saat Ayya memeluknya erat. Wanita itu sedang melepaskan rasa rindu yang menggebu padanya, jika di katakan dia gila, ia, dia memang sudah gila, karena tergila-gila pada pria dewasa yang tak sengaja masuk ke dalam hidupnya.


__ADS_2