Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba

Mencintai Pria Buronan Bandar Narkoba
Tak sanggup menolak


__ADS_3

Arkan dan Frey saling melempar pandang saat melihat Papa dan Mama mereka saling menyiku antara satu sama lain di meja makan. Saat ini keluarga Adam sedang berkumpul makan malam bersama.


Hanya Ayya yang tak menyadari kelakuan kedua orang tuanya. Bagaimana tidak, gadis itu sedang sibuk dengan pikirannya sendiri sambil sesekali tersenyum membayangkan wajah sang pujaan hati yang baru saja dia temui siang tadi selama hampir setahun mencari keberadaan laki-laki itu.


"Ehem!" Adam berdeham agar bisa menarik perhatian putrinya.


Arkan dan Frey semakin merasa aneh. Ternyata siang tadi Adam sudah membahas tentang perjodohan anak laki-laki Nabhan dan juga putri mereka.


Dara juga setuju jika Ayya ingin di jodohkan dengan anak laki-laki Nabhan sahabat Adam.


"Papa, mau minum?" Ayya langsung mengisi gelas dengan air putih kemudian memberikan pada Papa Adam saat mendengar tadi Papanya berdehem yang dia kira tenggorokan Papanya gatal.


Adam mengambil air dari tangan putrinya kemudian tersenyum simpul, "Ayya, apa Papa bisa berbicara sesuatu pada mu, nak?" Tanya Papa Adam memulai pembicaraan.


Tersenyum, "Tentu saja, Pa. Ada apa?"

__ADS_1


Adam melirik istrinya karena kembali merasa ragu untuk mengutarakan niatnya ingin menyampaikan perjodohan yang sudah ia bicarakan pada sang istri siang tadi.


"Ayya, sebenarnya Papa Adam berniat ingin menjodohkan Ayya dengan sahabat Papa," akhirnya Dara juga yang mengangkat bicara karena melihat Papa Adam di selimuti keraguan.


Sendok yang berada di tangan gadis itu langsung terhenti saat mendengar ia ingin di jodohkan.


Begitu juga dengan Arkan yang peka akan perasan sang adik, ia tahu jika Ayya sebenarnya mencintai Delmond. Sama seperti laki-laki itu, tapi dalam masa yang sama Arkan juga tidak terlalu merestui jika Delmond yang menjadi suami adiknya.


Bukan berniat ingin bersikap egois. Tapi Arkan lebih mengutamakan keselamatan adiknya. Dia tahu seberapa bahayanya jika Ayya di sandingkan dengan Delmond, jika laki-laki itu belum meninggalkan dunia gelapnya, ia yakin akan sangat berbahaya bagi sang adik.


"M-maksud, Mama apa?" Tanya Ayya.


"Papa berniat ingin menjodohkan kamu dengan anak sahabatnya, sayang. Laki-laki itu adalah laki-laki yang baik, dia juga rajin beribadah. InsyaAllah pasti cocok untuk kamu, nak. Mama juga setuju dengan usulan, Papa," ucap Dara tampak antusias dari wajah wanita paruh baya itu.


Tak bisa di nafikan, jika pria bernama Aidil, putra dari Nabhan. Memang menantu idaman, jadi wajar saja jika Adam dan Dara memilih Aidil untuk putri tercinta mereka.

__ADS_1


Berbanding terbalik dengan Delmond yang seorang buronan dan juga bandar narkoba. Hidup dalam dunia gelap, juga menyandang nama 'pembunuh bayaran'.


Tentu saja setiap orang tua ingin yang terbaik buat anak-anak mereka. Apa lagi jika untuk putri tercinta, tentu saja mereka akan memilih laki-laki soleh yang bisa menjaga dan mencintai putrinya.


Sama seperti Adam dan juga Dara. Mereka berdua hanya ingin laki-laki yang soleh tentunya yang akan mendampingi putri kecil mereka kelak.


Ayya ingin langsung menolak keinginan kedua orang tuanya. Tapi melihat wajah penuh harap dari Papa Adam dan Mama Dara. Ayya ragu langsung menolak keinginan mereka yang akan membuat mereka kecewa.


Berusaha tersenyum meski hatinya gelisah, "Ayya pikir-pikirkan dulu ya, Ma, Pa," kata gadis itu.


"Iya, tidak apa-apa kok. Tapi Papa berharap kamu tidak mengecewakan Papa, Ayya. Nak Aidil itu orangnya baik dan soleh. Jujur saja, Papa ingin sekali jika Aidil bisa menjadi menantu laki-laki Papa," ucap Adam tersenyum penuh harap.


"insyaAllah, Pa." Jawab Ayya kembali menunduk melihat makanannya dengan bola mata yang sudah membendung.


Arkan bisa melihat bola mata adiknya yang berkaca-kaca.

__ADS_1


Kakak tidak bisa membelamu, dek. Bos Delmond bukan laki-laki yang baik buat kamu, dia berbahaya. Tentu saja kakak akan lebih mengutamakan keselamatan kamu, dari pada perasaan kamu, dek. Cukup kamu sudah pernah meninggalkan kami semua selama 17 tahun lamanya. Kami semua tidak ingin jika sampai itu terjadi lagi jika laki-laki seperti Bos Delmond yang akan menjadi suamimu. Batin Arkan menatap sendu Ayya yang menunduk menahan tangis.


__ADS_2