
setelah melewati drama pertunangan bersama Alex,airina kembali bekerja di toko kelontong milik paman Dani.
sambil bekerja airina masih teringat dengan semua peristiwa yang terjadi,tentang Alex,restoran mewah,dan hebohnya drama pertunangan bersama dengan Alex, beberapa kali ia menghela nafasnya,
semua ini seperti mimpi yang sempurna untuk gadis desa seperti dirinya,ia akui ada getaran aneh yang ia rasakan tatkala kedua matanya bertatapan dengan Alex,entahlah ada cinta dan keraguan yang menyelimuti hatinya,
wanita manapun di dunia ini,pasti akan senang jika di cintai,wanita mana yang tidak senang di cintai seseorang sekelas dengan Alex.
seorang pengusaha sukses yang tampan dan di gilai kaum hawa.
tapi apakah ini yang namanya cinta?apakah Alex mencintai aku,,
apakah aku tidak berhak berharap atau bahagia bersama orang yang ku cintai ,ataukah ini hanya cinta sesaat yang setelah ini akan pergi dari ku dan hanya meninggalkan perihnya luka..
airina terus melamun hingga ia tak sadar ,Tanti sudah berdiri di sampingnya menepuk pelan pundaknya,
airina yang tengah melamun kontan saja terkejut ,,,
"nah,lagi mikirin apa...hayooo,,
ucap Tanti tersenyum menggoda,
"apaan sih,aku tidak mikirin siapa siapa..
ucapnya mencoba mengelak ,wajahnya tampak memerah merona malu.
airina kaget dengan sahabatnya yang sudah masuk kerja,padahal paman Dani juga sudah mengingatkan untuk tidak lekas masuk kerja
sebelum kondisinya benar benar sembuh.
" nah loh,sudah masuk kerja ,emangnya kamu sudah baikan?
ucap airina dengan lembut,menatap wajah semua itu.
"sudah dong,lagian bosan kalau di rumah terus,
tidak bisa ngapa-ngapain,mending di sini saja kerja, daripada sendirinya.
"hmm,tapi jangan terlalu banyak bergerak,
kamu kerjakan yang ringan-ringan saja,nanti aku sama yang lainnya bantuin kamu,ok?
"iya deh,tuan putri calon istrinya tuan Alex..
ucapnya menggoda,,
"mulai deh ,emang kamu tau dari mana?
"ih,gimana sih kamu,,semua orang sudah tahu
secara nih,di berita stasiun televisi swasta jadi trending topik,,,nama kamu,,,sama tuan Alex
aduh, kok bisa sih, ganteng banget,,,
kebangetan malah,,kamu dapet dari mana tuh ,
si bule itu,,orang kaya lagi,,
ucap Tanti tersenyum memegang kedua pipinya..
__ADS_1
"biasa aja dong,,gak usah lebay,,tuh ada pelanggan yang melihat lihat barang,aku layani dulu,,.
ucap airina sembari bergegas menuju kearah depan melayani pembeli yang datang .
dengan senyum ramah ia melayani pembeli yang merupakan beberapa orang ibu ibu.
tanpa ia sadari di seberang jalan dekat sebuah kafe, ada yang merekam dan sesekali mengambil gambarnya,
tak lama kemudian, beberapa orang yang berpakaian hitam hitam,datang mengusir mereka,terlihat seperti nya mereka sedang adu mulut,tak lama kemudian orang yang membawa kamera itu pergi..
airina yang sempat melihat itu ,ia merasa mereka sepertinya sedang adu mulut tapi tidak terdengar suara apa apa..
ia yang sembari melayani pembeli,hanya menatap bingung ke arah kafe seberang jalan.
beberapa pria berbadan tegap itu mengusir beberapa orang yang memegang kamera,
beberapa saat kemudian,mereka sibuk menelpon seseorang,,dan tampak menganggukkan kepalanya,
sekitar tiga puluh menit kemudian,,,sebuah mobil sedan mewah tiba di depan toko kelontong,airina yang saat itu sedang membantu Tanti mengemas terigu dalam kertas plastik dari karung ,ia tak sadar di hidungnya ada tepung yang menempel,
saat itu pintu mobil terbuka, sang supir keluar dari mobil lalu,menghampiri airina..
"permisi nona airina,tuan Alex meminta nona segera masuk kedalam mobil, beliau sedang menunggu nona,
ucapnya sambil menundukkan kepalanya.
airina kaget, tiba-tiba ada seorang yang sudah berdiri di belakangnya,
"maaf ,kalau boleh saya tahu,anda siapa,,,?
"maaf kalau nona airina agak terkejut,tapi tuan Alex tidak bisa menunggu lama,,,
"oh,bapak ini supirnya tuan Alex,,baiklah,,,
Tan,aku pergi dulu ya sebentar saja,entar aku kembali,,,oh ya,kalau ada pekerjaan yang agak berat minta bantuan ke yang lain...
ucap airina cepat sambil berjalan ke luar..
Tanti yang masih bingung dengan semua ini ,hanya menganggukkan kepalanya..
setelah pintu di bukakan,airina pun masuk ke dalam mobil,ia terkejut di dalam mobil,Alex sudah menunggunya dan memandangnya dengan tatapan mata yang siap menerkam..
ketika mata mereka bertemu,airina merasa jantungnya seakan mau melompat ke luar,
tubuhnya terasa gemetar, tiba-tiba saja kedua tangan dan kakinya terasa gemetar,,ia hanya menunduk,tanpa sepatah katapun yang keluar dari bibirnya,kedua tangannya saling meremas.
Alex mengusap wajah tampan nya beberapa saat kemudian keheningan di antara keduanya..
"airina,,apa yang sudah kau lakukan,,,?
ucapnya dengan nada agak lembut,,
"aku sedang bekerja, tuan ,,,memangnya kenapa?..
ucapnya agak takut..ia tidak berani menatap kearah Alex.
"mulai sekarang,, berhenti bekerja ,aku tidak mau melihat kamu kerja di toko kelontong itu lagi,,kau,,sudah menjadi tunangan ku,jadi jangan bikin malu aku,,nanti semua orang mengira kalau aku tidak mampu membiayai kebutuhan kamu...
ucap Alex dengan nada datar,,
__ADS_1
"tapi,,tuan,,saya,,,.....masih memerlukan pekerjaan itu,,,saya,,,....
"apa kau tidak mendengarkan aku...
kau jangan membantah aku airina ,aku tidak suka di bantah,,kau itu milikku hanya untukku
dan aku tak suka kau tersenyum kepada orang lain selain aku,,,ingat itu!
kali ini nada bicaranya terdengar tegas dan ia tampak membentak airina .
airina kaget, seketika ia memandang Alex dengan tatapan mata kebingungan..
air matanya tampak sudah memenuhi kedua pelupuk matanya,,perlahan menetes di kedua pipi indahnya,,,ia terdiam tanpa sepatah kata,,
hening,tidak ada jawaban,,,laku terdengar Isak tangis pelan dari airina,
Alex yang saat itu masih memandang ke arah depan ,memalingkan wajahnya,ke arah airina,ia terkejut melihat gadis itu tengah menangis.
seketika keangkuhannya sirna berganti perasaan bersalah,sudah bersikap seperti tadi pada gadis yang diam diam sudah mengisi relung hatinya.
"apa,kata kataku tadi,, menyakitimu?
aku minta maaf,,
ucapnya sambil meraih tubuh gadis itu di pelukan nya,
airina masih terisak,seumur hidupnya ia sangat di sayangi kedua orang tuanya,dan selalu di sayangi,di beri kasih sayang yang berlimpah karena ia anak tunggal.
Alex mengusap air mata yang mengalir di pipinya,ia mencium puncak kepalanya.
ia merasa bersalah ,sudah bertindak bodoh hanya karena rasa cinta pada gadis itu.
ia sendiri bingung dengan semua sikapnya
baru kali ini ia bersikap tidak wajar pada seorang gadis.
"maafkan aku,,aku bersalah sudah bersikap seperti tadi terhadapmu,hmm..
airina seketika mengangkat kepalanya memandang wajah tampan di depannya itu.
wajah mereka sangat dekat hanya berjaraj beberapa senti...
hembusan napasnya aroma mint tercium oleh airina,ia seakan terhipnotis,,,semakin dekat Alex seperti terhipnotis ia memandang bibir pink menggemaskan itu, membuatnya seakan tak sadar,,,
perlahan mendekat,keduanya sama-sama seperti tidak sadar kalau di depannya ada supir yang secara refleks menundukkan kepalanya.
Alex kemudian ******* bibir pink menggemaskan itu,pelan,takut menyakiti airina
keduanya tenggelam dalam ciuman yang penuh kehangatan,,seakan tak mau dilepas,Alex yang sudah Ahli dalam hal seperti ini,menuntun airina,mencium dengan penuh gairah,tanpa sadar airina memegang rambut Alex ,keduanya berciuman cukup lama, sampai airina sulit bernapas,,ia melepaskan pelukannya dari Alex,dengan terengah-engah,berusaha menghirup udara segar berulang ulang,,begitupun dengan Alex
ia membetulkan kemejanya,
"ehmm,ayo jalan pak,kita ke villa ..
ucapnya,,sambil tersenyum hangat ke arah airina.
yang di pandang hanya tersenyum malu-malu
jantungnya masih berdegup kencang..
__ADS_1