
Alex kini sudah tiba di apartemen milik Sheila,hanya butuh waktu tiga puluh menit ,ia kini sudah sampai.
Dengan tergesa-gesa ia menuruni mobilnya dan secepatnya masuk melalui lift yang kebetulan sedang kosong .
sesampainya di depan pintu apartemen,Alex segera membuka pintu dengan kata sandi lama ,walau ia ragu apakah apartemen yang ia hadiahkan kepada mantan pacarnya itu masih menggunakan kata sandi ulang tahun Sheila.
ternyata benar,pintu terbuka , dan secepatnya Alex masuk, pandangannya di edarkan ke dalam apartemen,ia bergegas ke dapur, kemudian ia menuju kamar milik Sheila,
ternyata gadis itu tak ada.
Alex semakin bingung,tapi baru saja ia hendak memanggil Sheila,dia mendengar bunyi air di kamar mandi sepertinya ada seseorang yang tengah mandi .
Alex tidak jadi memanggil namanya,ia akan menunggu Sheila keluar barulah dirinya sendiri yang akan berbicara dengan gadis itu.
sambil menunggu Sheila selesai mandi,Alex berjalan jalan di seluruh ruangan,ia melihat dengan jelas Sheila masih menyimpan semua kenangan indah dulu bersama dengan dirinya.
Alex tak menyangka ,Sheila masih menyimpan semua kenangan terindah tentang mereka berdua,foto serta semua pemberian Alex masih tersimpan .
ruangan yang di dekorasi oleh keduanya masih sama,tidak ada yang berubah.
saat Alex tengah merenungi semua kejadian dulu ,tiba tiba saja,ada yang memeluknya dari belakang,ia kaget,sontak Alex melepaskan tangan itu, tercium wangi parfum yang sering di pakai Sheila saat keduanya masih bersama,melewati hari penuh cinta,Alex dapat mencium aroma tubuhnya yang menggoda.
"Sheila,,,a,a,apa yang kau lakukan?
ucap Alex gelagapan.ia tidak ingin menyakiti hati istrinya airina,tapi ia juga tak bisa melukai perasaan Sheila.
__ADS_1
sementara Sheila seperti mendapat lampu hijau,ia semakin berani,tangannya kini sudah bergerak ke bagian bagian sensitif Alex.
Sheila tau dimana letak kelemahan pemuda itu,semua tentang Alex ia kenali dengan baik.
mereka juga sering melewati malam yang panas,bagi Alex saat itu Sheila adalah segala galanya.
.ia kemudian membalikan badannya,dan memeluk Sheila,dan gadis itu berpura pura menangis.
"apa aku sudah terlihat jelek di matamu,Lex,aku bersedia untuk mati demi kamu aku juga bersedia menjadi yang kedua dari istrimu...,hiks,hiks,hiks.."
ucap Sheila dengan tangisan yang di buat buat,gadis itu sengaja menangis di pelukan Alex,karena ia tau Alex paling tidak bisa melihatnya menangis,biasanya pemuda itu akan luluh hatinya dalam sekejap
kini tinggal menyusun rencana berikutnya kembali berada dalam dekapan cinta pemuda itu kembali.
Alex mengangkat wajahnya,ia menatap wajah Sheila,dengan raut wajah yang sulit di gambarkan.
aku bukan lagi Alex yang dulu,menjadi milikmu,aku sudah punya istri,dan aku harap kau hargai itu...
ucap Alex,ia tak lagi mempermasalahkan tangan Sheila yang terluka,ia dapat melihat saat ini ,tangan gadis itu hanya terluka sedikit dan tidak parah
"Shell,sepertinya kau tidak tidak apa apa,aku,,,sebaiknya aku harus pergi dari sini,aku pikir tidak baik jika aku berlama lama disini,istriku mengkhawatirkan aku...,"
ucap Alex pelan takut menyakiti Sheila.
wajah gadis itu nampak kesal ,
__ADS_1
"ya sudah ,terserah kau saja,tapi ingat aku akan terus mencintai sampai kapanpun,aku tidak akan pernah menyerah begitu saja,Lex jangan kau lupakan itu,,,"
ucap shella sambil melepaskan pelukannya dari Alex,namun di dalam hatinya ia bersorak gembira,satu poin telah ia menangkan,hanya perlu sedikit bersabar dan dengan usaha,tentu saja hati Alex akan kembali menjadi miliknya seutuhnya.
Alex kemudian mohon pamit dan pergi, tapi tanpa di sadari olehnya, Sheila sengaja menempatkan bekas lipstik di bahunya,dan itu terlihat dengan jelas.
saat Alex pergi, Sheila tersenyum penuh kemenangan,
"lihat saja nanti,aku pasti akan merebut kembali apa yang menjadi milikku,,"
ucap Sheila dengan raut wajah yang sulit di jelaskan.
Sheila kemudian masuk ke dalam kamarnya,ia kini sudah berbaring di tempat tidur,sambil tersenyum,ia mengambil handphone miliknya lalu menekan angka angka yang tertera di layar,kemudian tersambung dengan satu nomor telepon, terdengar dari seberang sana,seorang pria dengan bahasa asing,ia juga demikian ,setelah selesai menelepon, Sheila kemudian bangkit dari tempat tidur,dan menuju lemari pakaian ia mengambil lingerie seksi miliknya dan memakainya,kemudian ia menggunakan riasan tipis di wajahnya.
setelah selesai,ia berbaring kembali ke atas tempat tidur,setelah menunggu ,Sheila tertidur,dan selang beberapa waktu kemudian,seorang pemuda tampan bermata biru,sudah tiba di depan apartemen miliknya,tanpa menunggu waktu lama pemuda tersebut kemudian menekan angka angka di depan pintu,setelah pintu terbuka,ia kemudian langsung masuk ke dalam kamarnya,saat di lihatnya Sheila sedang tertidur dengan pakaian seksi ,pemuda tersebut langsung menghujaninya dengan ciuman dan pelukan ,menyadari hal itu, Sheila tak kalah dengan nya,ia kemudian membalas dengan penuh gairah dan napsu yang menggebu-gebu,keduanya bergumul dengan penuh gairah yang membara.
terdengar erangan kenikmatan,dan ******* napas yang memburu,keduanya menuntaskan gairah yang membara.
Sheila sangat lihai di tempat tidur,ia yang selama ini tinggal di eropa,dan berpacaran dengan Mark,tanpa di ketahui oleh Alex,diam diam Sheila sudah punya kekasih baru.
sementara itu,Alex sudah sampai di hotel tempat ia dan istrinya menginap.
saat masuk ke dalam kamar hotel,Alex melihat airina sudah tertidur di tempat tidur sambil memeluk koper miliknya.
perasaan Alex menjadi tidak enak,ia sangat merasa bersalah,telah meninggalkan istrinya,kini ia harus meminta maaf pada airina.
__ADS_1
Alex kemudian naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya .