Mengapa Harus Dia

Mengapa Harus Dia
tidak salah lagi


__ADS_3

dengan tergesa-gesa,Alex menyambar jas putihnya,kemudian mengambil kunci mobil yang tergantung di dinding kamar.


lalu sambil berjalan menuju kearah garasi mobil ia mengeluarkan handphone dari saku celananya,sambil menekan angka-angka di layar handphone.


pintu garasi mobil terbuka secara otomatis


tak berselang lama mobil BMW keluaran terbaru melesat dengan kecepatan sedang melaju di jalanan.


sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Alex masih terbayang bayang mimpi yang semalam.


ia heran,baru pertamakali dalam hidupnya ia bermimpi melihat seorang wanita yang tidak dikenal nya itupun dalam mimpinya ia tidak melihat wajahnya seperti ad kabut yang menyelimuti wajah wanita dalam mimpinya..


"benar-benar aneh,,apakah mungkin karena ia teringat dengan wanita yang sedang di telusuri identitas nya..atau mungkin hanya sekedar mimpi saja,mungkin saja aku kelelahan..


pikirnya dalam hati.


beberapa saat kemudian mobil yang ia kendarai memasuki area rumah sakit tempatnya bekerja.


beberapa orang tampak keluar masuk kedalam ruang UGD, ada beberapa yang duduk di depannya dengan menangis tersedu-sedu,


"hmm,mereka mungkin keluarga pasien yang mengalami kecelakaan,,pikir Alex.


dengan cepat ia berjalan memasuki ruangan ,


kemudian mulai melakukan pemeriksaan terhadap pasien yang mengalami kecelakaan tersebut.


pasien tersebut merupakan seorang gadis, yang karena benturan yang keras ia mengalami pendarahan otak yang cukup parah.


Alex beralih memandangi suster di sebelahnya, kemudian mengambil catatan yang sudah di ambil atas nama pasien tersebut Lalu melihat sekeliling mereka sambil bertanya,


"apakah ada di antara kalian yang bertanggung jawab atas korban kecelakaan ini..?


tiba-tiba ada seorang gadis cantik yang menjawab dari arah belakang Alex.


"saya dok,saya yang bertanggung jawab atas pasien ini,,,dia teman saya dok.

__ADS_1


" di mana keluarganya,apa ada hubungannya dengan mu...?


"tidak dok,dia hanya teman saya, setau saya dia yatim piatu,dan hidupnya sebatang kara.


jadi sayalah yang akan bertanggungjawab atas nya.


seketika Alex terkejut, ketika melihat wajahnya.


"ya..dia,gadis yang sudah mengatainya.


aku harus membalas perbuatan nya,


tapi sebagai seorang dokter yang profesional aku tidak akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan ku.


sesaat Alex dapat melihat matanya yang indah


walaupun masih sembab akibat menangisi temannya yang mengalami kecelakaan tersebut.


kemudian ia mulai menjelaskan tentang keadaan temannya itu,serta penanganan lebih lanjut yang akan di ambil oleh dokter.


tapi uang dari mana ..pikir airina.


adu gimana ini...mau pinjam sama siapa ya..


ia kemudian teringat paman Dani , ingin pinjam uang tapi, takut,,,jangan sampai menyusahkan paman lagi, sudah bersyukur karena di beri tempat tinggal dan pekerjaan,,


aduuh,,gimana ya...ayo,,ayo mikir lagi...


ayo,,Rin, kasian teman kamu..


airina berbicara sendiri sambil berjalan mondar mandir di depan ruang UGD.


tangannya memijit pelipisnya...


tiba-tiba...

__ADS_1


ia didatangi oleh seorang suster,yang memberi tahukan kepadanya perihal temannya yang harus segera di operasi.


"nona airina, bagaimana ,apa anda sudah melunasi biaya operasi teman anda .. karena kalau tidak,maka nyawanya bisa terancam.


kata suster tersebut dengan wajah datar,,


"kira-kira,, biayanya berapa ya sus..?


"oh saya pikir nona sudah mengeceknya..


"belum sus,,


ya sudah,mari nona saya antar sampai ke bagian registrasi.


"makasih sus,baiklah..


setibanya di bagian registrasi,airina di perlihatkan nominalnya.


di situ tertulis angka sebesar 20 juta rupiah.


angka yang kalau menurut airina cukup besar,,


"aduh gimana ya sus,, saya tidak punya uang sebanyak itu.


"gimana ya...


"nona,kami tidak tau dengan semua itu,yang jelas pasien harus segera di operasi.


dari balik sebuah pintu ruangan,ada sepasang mata yang sedang memperhatikannya.


dia sangat kegirangan dalam hati,


"biar saja kau ,, seperti itu dengan sendirinya kau akan selalu kesulitan.


dan saat itulah aku akan datang menolong mu

__ADS_1


kata Alex dengan penuh percaya diri. .


__ADS_2