
waktu menunjukan pukul setengah empat pagi,airina terjaga dari tidurnya ,ia beringsut pelan dari kasur,pelan pelan turun ke bawah ia bergegas ke kamar mandi,sebenarnya sudah hampir tiga puluh menit ia terbangun,tetapi pelukan dari suaminya membuatnya enggan untuk membangunkan suaminya.
setelah selesai dari kamar mandi,ia kembali naik ke atas tempat tidur,baru saja ia membaringkan tubuhnya,di tatapnya wajah tampan yang kini terlelap di sampingnya.
dengan agak takut,ia membelai pipi sang suami,di tatapnya dengan penuh cinta,baru kali ini ia dapat sedekat ini menikmati pemandangan menyejukkan mata,kalau dulu waktu masih sekolah menengah atas ia sering melihat wajah tampan seperti ini hanya di buku buku tulis atau tabloid ,kini ia dapat melihatnya di depan mata.
rambut kecoklatan, dahi lebar,alis lebat ,rahang kokoh di tumbuhi bulu bulu halus,hidung mancung dan ada belahan di dagunya.
di usapnya bibir seksi kemerahan,ia tersenyum tanpa sadar,rasa kantuknya hilang,
mungkin inilah yang namanya takdir cinta ,di mana pun kau berada ,jika memang dia belahan jiwamu,kalian pasti ketemu.
dengan cara apapun dan di belahan bumi manapun.
pikiran airina berkelana,mengingat semua kenangan awal pertemuan dengan suaminya,
ia sendiri tak menyangka,jodohnya adalah seorang Alexander Ferguson,pengusaha sekaligus dokter tampan yang terkenal di negeri ini,semua wanita memimpikan menjadi istrinya,berharap cinta darinya,dan airina tau betapa beruntungnya dia,menjadi istrinya.
walaupun hanya sekedar kawin kontrak,mungkin itu bagi Alex,tapi tidak bagi airina,jika nanti Alex menceraikan dirinya suatu saat nanti,ia rela,jika Alex menginginkan hal itu,baginya sudah cukup jika cintanya kepada Alex harus di pendam.
bagi gadis desa seperti dirinya,berharap lebih itu hanya menyakitkan hati,lebih baik di pendam sendiri,daripada nanti sakit hati.
tanpa sadar ia bergumam pelan,,,
"aku cinta kamu Lex,walaupun kamu tidak mencintai aku,,,aku berharap suatu saat nanti jangan pernah lupakan aku, walaupun aku bukan lah wanita yang kau cintai,,aku akan setia mendampingi dirimu,hingga saat perpisahan itu tiba..."
__ADS_1
ucap airina pelan,tanpa di sadari olehnya,air mata menetes di pipi gadis itu,ia takut Alex mengetahui isi hati yang sebenarnya,ia tidak mau jika Alex tau bahwa ia mencintai dirinya,maka mungkin yang ia dapatkan hanya sakit hati.
bagi airina ,Alex seperti bintang yang terang bersinar,namun hanya dapat di kagumi dari jauh tanpa harus di genggam.
Alex yang mendengar ungkapan hati istrinya,ia tersenyum,airina kaget, rupanya Alex sudah tau isi hati gadis itu.
di pegang tangan istrinya,di kecup pelan,kemudian mencium dahinya.
ia tersenyum manis,di tatapnya kedua manik wanita yang sudah menjadi istrinya itu.
jujur di dalam hatinya ia tertawa,antara senang dan bangga,punya istri yang lugu,apakah selama ini airina tidak dapat merasakan tanda tanda cinta dari dirinya,ia benar benar tidak habis pikir.
gadis ini berbeda jauh dengan kebanyakan wanita di luar sana yang pernah di temui olehnya,mereka rata rata sangat agresif,apalagi untuk urusan ranjang,mereka lebih dominan.
dan Alex suka itu,ia berharap kali ini airina sadar kalau dirinya mencintai gadis itu,Alex berjanji dalam hati akan tetap setia pada istrinya.
airina yang ketahuan mengagumi dirinya,ia merasa malu,di tutupi wajahnya dengan kedua tangan,ingin rasanya ia menghilang,
"aduh,malunya,ketahuan mengagumi pak bule,,aduh,,gimana ini,,airina ,,malu maluin,,"
ucapnya dengan tangan gemetaran,ia tak sanggup membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya.
beberapa saat kemudian hening,,tak ada suara.
pelan pelan ia membuka tangannya,tapi tenyata,Alex masih menatapnya tak berkedip.
__ADS_1
gadis itu baru mau menutup wajahnya,tapi kedua tangannya di pegang oleh Alex,kini yang ada hanya debaran jantung yang sudah tak menentu.
Alex tersenyum,ia tau airina juga mencintai dirinya,kini tak ada lagi alasan untuk menghindar.
pelan pelan Alex mendekatkan wajahnya ke wajah istrinya,airina dapat mencium aroma mint dari nafas sang suami,belum sempat ia bicara,Alex sudah mencium bibirnya,pelan dan dengan penuh perasaan.
tangan kokohnya sudah menjelajahi dua*****kembar istrinya,airina hanya pasrah pada sentuhan suaminya,satu persatu busana yang keduanya pakai sudah berserakan di lantai,yang ada hanya ******* kenikmatan yang luar biasa,udara dalam ruangan terasa panas,air mata gadis itu menetes saat Alex memasuki pertahanan yang selama ini ia jaga,ada rasa bahagia dapat mempersembahkan hal paling berharga pada orang yang ia cintai.
******* demi ******* terdengar,Alex memimpin istrinya yang masih lugu mencapai puncak ***""".
hingga semuanya selesai sudah,Alex tersenyum puas ,ia mengangkat tubuh mungil itu ke kamar mandi,membantu istrinya membersihkan diri,begitupun dengan dirinya.
setelah selesai ia membaringkan tubuh istrinya di tempat tidur,keduanya kini sudah tidur dalam satu selimut,Alex memeluk istrinya dengan penuh cinta,ia sangat bangga mendapati istri yang masih suci ,seperti airina.
begitu juga dengan airina ia sangat bahagia ,kini dirinya sudah menjadi seorang istri yang seutuhnya,tugasnya sebagai seorang istri sudah ia tunaikan.
keduanya kini telah terlelap,dengan perasaan yang bahagia.
hingga menjelang siang,keduanya terjaga.
Alex menyuruh istrinya agar tidak bergerak,ia segera berpakaian dan memesan makanan,
beberapa saat kemudian,pesanan mereka telah datang ,Alex segera mengambilnya,kemudian menyajikan makanan di atas meja dekat tempat tidur,ia menyiapkan makanan untuk istrinya sarapan bersama dengan dirinya.
setelah selesai sarapan keduanya mandi bersama.
__ADS_1