
setelah seharian jalan jalan ,plus ngedate romantis di villa milik keluarga Ferguson,membuat airina sangat senang ia merasa bak seorang putri raja dalam dongeng yang sering di bacanya sewaktu masih kecil.
ia sering mengimpikan menjadi seorang princess serta punya kisah hidup mirip dalam dongeng.
dan saat ini ia sedang bersama dengan Alex
menuju ke suatu tempat,tapi Alex tidak mau memberitahukan kemana mereka akan pergi.
apalagi kedua mata gadis itu sengaja di tutupi dengan sapu tangan milik Alex.
katanya sih ada kejutan tapi gadis itu sendiri tidak tau.
wangi maskulin tercium dari sapu tangan milik pria itu,jujur saja airina sudah mulai terbius dengan wangi dari tubuh Alex.
mobil yang membawa mereka melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju ke suatu tempat,lalu kurang lebih satu jam,mobil yang membawa mereka pun berhenti di suatu tempat,Alex kemudian membuka penutup mata gadis itu.
ternyata,mereka sudah ada di depan rumah paman Dani,bukan itu saja,di teras rumah sudah berdiri paman dan bibinya.
rupanya alex sudah merencanakan semua itu.
airina segera bergegas menemui kedua orang yang menyayanginya itu, begitupun dengan Alex ia tak henti-hentinya tersenyum,melihat kebahagiaan gadis yang diam diam mengisi hari harinya yang selama ini sepi.
"assalamualaikum paman bibi,senang sekali dapat bertemu dengan paman dan bibi,"
ucap airina sembari mencium tangan keduanya,
pria paruh baya itu hanya mengangguk,ia tersenyum memandangi keponakannya itu.
"waalaikum salam rin,paman juga senang ketemu kamu di sini,,"
"sama bibi juga sangat senang Rin,kamu mau datang ke rumah ini lagi,nah itu calon suami kamu,,,?
ucap bibi Lulu ,ia turut senang,airina sudah ada yang melamar,,
belum sempat airina menjawab,Alex sudah berdiri di sampingnya menyalami paman dan bibinya.
ia masih bingung dengan semua ini, sebenarnya apa yang di rencanakan tuan Alex,ia juga belum paham,,apalagi mendengar kata calon suami ,tidak mungkin tuan Alex sejauh ini mencintainya,yang hanya seorang gadis kampung.
"nah ,ayo masuk,,kita ngobrol di dalam.."
.ucap paman Dani kepada Alex dan airina.
serempak keduanya menjawab,,
"baik paman,,,"
__ADS_1
Alex memandangi gadis itu,lalu menggenggam tangannya,,seakan meyakinkan airina dengan pilihan hatinya yang sudah ia buat, sebenarnya ia sendiri bingung dengan sikap yang sudah ia ambil
yaitu ingin melamar gadis itu,tapi entah mengapa,ada sesuatu yang membuatnya merasa bersemangat untuk memilikinya,
semakin ia coba melawan kehendak hatinya semakin ia tersiksa,bahkan sudah di cobanya
untuk mencintai gadis yang lain,tapi ia tak bisa bayangan gadis itu seakan mengisi hatinya,,ia semakin tersiksa memikirkan hal ini,meyakinkan dirinya,,yang selama ini belum pernah mencintai siapapun,ia akui dirinya sering gonta-ganti pacar,tapi tak satupun dari gadis gadis itu mampu mengisi relung hatinya,padahal kalau mau di lihat mereka semua sempurna dan berkelas.
entahlah,niat hati ingin mengerjai gadis itu,ia seperti menjilat ludahnya sendiri,menyangkal semua kata yang pernah ia ucapkan
saat ini yang terpenting baginya adalah memiliki gadis ini,ia tidak akan pernah rela jika airina di milik orang lain.
dan sekarang saat memutuskan untuk melamar gadis ini,ia meyakinkan hatinya berulang kali,apakah keputusan yang di ambil sudah benar,,ia sangat yakin dengan pilihan hatinya,
perlahan keduanya,masuk kedalam rumah,
rumah ,paman dan bibi sudah menunggu.
"Rin,ayo duduk sini dekat paman dan bibi,,
ucap paman Dani,ia melihat Alex menggenggam tangan keponakannya itu,,
sedangkan yang di pandang dengan wajah malu,segera melepaskan pegangan tangan nya .
"ini,iya,,,paman,,,bibi,,.
dan Alex segera paham,ia akhirnya. duduk berhadapan dengan airina dan paman Dani.
tanpa menunggu lama,paman Dani mulai membuka percakapan yang beliau anggap penting mewakili kedua orang tua gadis itu.
tentu saja sebagai seorang paman ,adik dari ibu airina,ia sangat senang,
"baiklah,saya sangat senang atas kedatangan tuan Alex ke rumah kami,,saya harap tuan Sudi mampir ke sini..kami sebagai perwakilan dari kedua orang tua airina sangat senang ,,,".
ucap paman Dani,,,
sedangkan Alex yang semula biasa saja,mendadak jadi salah tingkah,hatinya berdebar,,baru kali ini ia seserius ini,melamar.
"maaf paman,bibi,tolong jangan panggil saya tuan,saya datang ke sini sebagai kekasih dari airina,saya,,ingin melamarnya..".
sesaat tatapan Alex menghujam,relung hati gadis itu,ia tak menyangka,rupanya ia di bawa ke sini oleh tuan Alex karena mau di lamar.
"oh ya,,,kami , sejujurnya sangat senang dengan hal ini nak Alex,tapi semua keputusan ini ,tergantung dari airina sendiri,kami hanya mendukungnya saja apapun keputusan yang di ambilnya,kami terima dengan senang hati,
bagaimana Bu,,?
__ADS_1
"saya juga sama pak,selama ini airina sudah saya anggap sebagai anak sendiri,saya juga sama seperti bapak,semua keputusan kita serahkan kepada airina,karena ini mengenai hidupnya ,masa depannya kelak.. bagaimana nduk?
airina menghela napasnya beberapa kali,ia tampak berdebar-debar,jujur saja ,rasanya ingin berteriak kegirangan,ia sangat senang,
tapi sekaligus masih ragu,belum pernah di lamar seseorang,kalau dulu ia yang mencintai seseorang,apakah kali ini benar,,,tuan Alex mencintai dirinya,yang hanya seorang gadis kampung,tanpa latar belakang ijasah dan harta .
"baiklah,,saya....
sampai di situ, ucapannya terhenti...
sementara itu,paman Dani,bibi Lulu,dan Alex memandanginya,menantikan kata yang akan di ucapnya, keputusan apakah yang akan di ambilnya,,menerima atau menolak.
"saya,,,terima ... lamarannya tuan Alex,saya juga bersedia menjadi istrinya,,"
ucap airina terbata,ia juga seperti tidak yakin dengan ucapannya itu,.
"oke nak Alex,kita sudah mendengar apa yang di ucapkan airina, keputusan keponakan kami kami dukung,nah tinggal kalian berdua menentukan,kapan hari pernikahan kalian".
Alex tak menyangka jawaban gadis itu sungguh di luar dugaannya,menerima lamaran dari dirinya,,
"secepatnya paman,bibi,saya berencana bulan depan,soalnya saya harus memberitahukan ini kepada kedua orang tua saya,,"
."baiklah kami tunggu kabar selanjutnya dari nak Alex,,"
ucap paman Dani,,,
"kalau begitu,saya mohon pamit,saya minta maaf,belum bisa berlama lama di sini ,soalnya ada yang harus saya kerjakan."
"ayo ,sayang,,
airina merasa tidak enak dengan paman dan bibinya jika harus pergi dengan Alex saat ini,rasanya kurang sopan, tapi mau bagaimana lagi,ia harus ikut.
"paman,bibi,maaf ya saya tidak bisa lama,saya harus pergi,entar kalau ada waktu saya mampir,,"
"tidak apa apa nak,kami paham,kau dan calon suamimu ini harus menyiapkan segala sesuatunya dengan baik menjelang hari pernikahan kalian,waktu sebulan itu menurut bibi sangat singkat,"
"bagaimana dengan paman,,?
"paman sama juga dengan bibi mu,,tidak masalah nak,".
Alex dan airina lalu pamit dan sebelum pergi Alex memerintahkan supirnya mengantarkan sesuatu dari dalam mobil,rupanya ia sudah menyiapkan hadiah buat paman dan bibi airina,entah apa itu airina pun tak tahu.
paman dan bibi Lulu yakin, Alex benar mencintai ponakan mereka itu.
mereka juga pernah muda jadi bisa melihat semua itu.
__ADS_1
beberapa saat kemudian keduanya sudah berada di dalam mobil yang membawa mereka kembali ke villa milik Alex.
mulai saat ini Alex ingin,airina tidak jauh darinya,,,gadis itu harus tinggal dengannya,Alex tidak ingin jauh dari gadis yang di cintainya itu.