
Mobil pun tiba di area depan kampus Adiba pun keluar sebelum itu ia mencium punggung suamiku terlebih dahulu.
" Makasih ya mas uda mau nganter ke kampus" ucap Adiba melangkah ingin keluar dari mobil.
"ya" ucap Ray
Adiba pun keluar mobil menuju halaman kampus.beberapa ia melangkah ada seseorang orang yang memanggil nya dan suara itu sudah tak asing di telinga Adiba,Adiba pun nengok ke arah suara yang memanggilnya . dugaan Adiba pun benar yang memanggilnya tadi adalah Dimas. Dimas adalah teman laki-laki yang menyukai Adiba tetapi Adiba tak mempunyai perasaan apapun untuk nya.walaupun Adiba mengetahui bahwa Dimas menyukai nya ia hanya menganggap Dimas teman biasa.
"ehh Dimas kirain siapa!! " ucap Adiba.
"heheh ,kamu baru masuk kampus lagi ya?" ucap Dimas.
"eh nggak kok aku kemarin masuk tapi nggak ketemu kamu saja" ucap Adiba menjelaskan.
"siapa laki-laki itu? sepertinya akrab sama Adiba" ucap Ray yang sedari tadi belum melanjutkan perjalanan setelah Adiba keluar dari mobilnya.
"yasudah ayok kita masuk" Adiba pun mengajak Dimas masuk ke kelas bersamanya
Siang hari Adiba baru saja keluar dari kelas, ia ingin buru-buru pulang. karena ia sadar bahwa ia sudah nikah dan mempunyai kewajiban untuk menyelesaikan pekerjaan rumah.ia pun menunggu kendaraan umum di sebrang jalan.
"Adiba,kamu mau pulang" ucap Dimas yang memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.
Adiba mengangguk" iya gue mau pulang" jawab Adiba.
"bareng' aja" ucap Dimas memberikan tumpangan.
"nggak usah . makasih,gue naik kendaraan umum aja nih ada taksi .aku duluan ya,dahhh" ucap Adiba seraya memasuki mobil taksi yang ia berhentikan.
Adiba sampai dirumah tepat pukul 12 siang,ia melihat sekitar rumah tidak ada orang hanya ada Art yang sedang bekerja dirumah itu.Adiba masuk kamar dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan juga wudhu untuk melaksanakan shalat.setelah itu Adiba mengganti baju ,ia ingin membeli keperluan pribadi nya seperti lation,sabun cuci muka dll.
Adiba sampai di tempat perbelanjaan cukup besar ia masuk dari lobby utama dan langsung pergi ketempat untuk membeli keperluannya di
lantai 1.
Dan akhirnya Adiba selesai berbelanja keperluan pribadinya yang tak terlalu banyak agar harganya masih terjangkau di kantungnya, ia masih memakai uangnya sendiri hingga sekarang.
"hah.. Akhirnya selesai"
Adiba menggelar nafas .
ia pun keluar dari tempat itu bergegas mencari kendaraan umum untuk pulang.
Rayhan yang baru saja membicarakan tentang kerja sama , di cafe yang terletak di mall tempat Adiba berbelanja . setelah selesai Rayhan hendak ke parkiran untuk kembali ke kantor. mobil Rayhan pun keluar, Rayhan melihat wanita yang tak asing sedang berjalan di pinggir jalan sambil celingak-celinguk . Rayhan melihat sosok Adiba ia pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan membuka kaca mobilnya.
" Adiba"
Adiba menoleh.
"Mas Ray" ucap Adiba melihat Ray membuka kaca mobilnya.
"Kamu ngapain kesini?" ucap Adiba.
"masuk" pinta Ray.
Adiba pun nurut ia masuk ke dalam mobil di sebelah Ray.
Ray pun melakukan laju mobilnya.
"harusnya saya yang nanya kamu ngapain kesini hah!! " ucap Ray.
"hmm..." ucap Adiba mikir-mikir.
"Jawab malah diam saja" kesal Ray.
"a..aku.. belanja keperluan aku ,mas" jawab Adiba sedikit terbata-bata ia takut Ray marah.
"oh" ucap Ray singkat.
"aku minta maaf ya mas" ucap Adiba tiba-tiba.
__ADS_1
"kenapa minta maaf" ucap Ray masih fokus untuk mengemudi.
"hmm..aku tadi lupa minta izin sama kamu untuk keluar rumah"
ucap Adiba sambil mencerutkan bibir yang terlihat menggemaskan.
"iya,lain kali harus minta izin" ucap Ray menatap Adiba sesaat dan langsung fokus kembali mengemudi .
"siap pak suami" ucap Adiba menaruh tangannya di kening seperti memberi hormat saat upacara.
"apa ,kamu bilang saya apa tadi hah!!! " ucap Ray.
"aku tadi bilang 'siap pak suami' " ucap Adiba santai .
"enak saja ,saya itu belum tua tau" ucap Ray kesal karena di bilang pak sama Adiba.
"tapi aku suka manggil kamu kaya gitu kok mas " ucap Adiba.
"hah!!! terserah kamu saja yang penting saya terlihat belum tua" Ray menghela nafasnya ,Ray geleng-geleng melihat kekonyolan istri nya itu.
"sekarang kamu mau kemana lagi? " tanya Ray.
Dret... dret .. dret..
ponsel Adiba berdering tiba-tiba
Adiba melihat Dimas yang meneleponnya.Adiba masih mikir-mikir untuk mengangkat telfon dari Dimas, karena ia masih di samping Ray suaminya.
"siapa" tanya Ray.
"hmm...teman aku , sebentar aku angkat dulu" Adiba pun mengangkat telfon dari Dimas.
"Hallo "
"Adiba kamu dimana,kita pergi ke toko buku yuk.tadi katamu di kampus sama shindy mau ke toko buku sore ini sama aku aja gimana! . ucap orang di sebrang sana.
"oh yasudah kalo gitu sampai jumpa besok pagi ya Diba" Dimas pun memutuskan telfonnya.
"Siapa,pacar mu?" ucap Ray.
"bukan ,dia Dimas temanku." jawab Adiba santai.
"siapa laki-laki itu? " tanya Ray.
"teman kampus ku mas" ucap Adiba menatap Ray.
"buka pacar mu" ucap Ray.
"ihhh bukan mas dia itu teman ku" ucap Adiba kesal.
"terut kamu mau kemana , pulang ke rumah?" tanya Ray .
"nggak"
"terus kemana?"ucap Ray.
"aku mau ke toko buku Gram*dia,kamu antar aku kesana aja trus kamu balik ke kantor nanti aku pulang sendiri" ucap Adiba.
"kenapa?" ucap Ray.
"kenapa apanya?" tanya Adiba.
"kamu nggak mau saya masuk karena kamu sudah janjian sama Teman kamu yang tadi telfon hah!!! " ucap Ray penekanan .
"ihhh apaaan si mas,aku nggak mau kamu masuk karena kamu kan sibuk di kantor" ucap Adiba tak mau kalah.
"saya bisa kok, lagian saya nggak ada jadwal sore ini sampai malam" jawab Ray,
entah kenapa ia tak mau meninggalkan Adiba sendiri untuk membeli buku sendiri. Apakah ia cemburu?
__ADS_1
ia buru -buru menangkis pikiran itu ia tak mungkin cemburu.
****
selesai membeli buku ia langsung kembali ke mobil,ia. membeli buku bersama Ray. Ray hanya mengikuti arah langkah Adiba yang dari tadi bolak -balik kesana kemari mencari buku yang dicari .
"hah...Akhirnya dapet juga buku ini ." Adiba lega sudah mendapatkan buku yang selama ini ia cari.
"kamu cari buku kaya gitu lama banget sih " Ray protes.
Adiba menatap Ray.
"emang siapa yang suruh kamu ikut .tadi kan aku uda bilang kalo kamu nggak usah ikut" kesal Adiba.
"saya kira beli buku itu cepat ternyata lama dan membosankan"ucap Ray.
"lain kali aku nggak mau ngajak kamu beli buku,kamu nyebelin" Adiba kesal padahal ia tak pernah menyuruh Ray ikut .
Pasti dia mau ngajak pacar nya itu kesini .batin Ray
"ya sudah pulang,ini sudah gelap" ucap Ray.
Adiba tak bergeming, padahal dia laper sekali tadi siang ia tak memakan apapun ia langsung pergi berbelanja.
"kenapa diam!!" Ray menatap Adiba yang dia saja.
"iya ,ayok pulang" ucap Adiba tersadar dari bengong nya.
Ray pun melaju kan mobil nya.
kruk..krukk ..krukkk..
perut Adiba tak bisa di ajak kerjasama sama, Adiba masih malu untuk mengatakan kalau sebenarnya ia laper sekali.
"kamu laper??" tanya Ray.
"hmm,i..ya mas heheeh" Adiba cengengesan melihatkan gigi rapi nya .
Dia sangat menggemaskan .gumam Ray.
"ya sudah ayok kita makan di restoran di sebelah sana" ucap Ray.
"nggak mau!!" tolak Adiba.
"kenapa?" tanya Ray.
"aku nggak mau makan di restoran!!"
"terus makan dimana,hah!!" kesal Ray.
"hmm ,di pinggir jalan aja mas" ucap Adiba santai.
"tidak,saya tidak mau!!" Ray menolak karena ia tak terbiasa makan dingin jalan.
"ihh ..yaudah kamu turunkan aku disitu dan kamu pulang aja .aku mau makan disitu" kesal Adiba.
"jangan aneh-aneh,makan saja di restoran kenapa harus makan di situ "Ray tak mau kalah.
"kamu beda banget sama Revan mas ,aku kemarin makan ketoprak dipinggir jalan sama Revan .Revan nggak kaya kamu sok jijik " ucap Adiba santai.
"kapan kalian makan berdua?" tanya Ray seperti nya Ray tak menyukai Adiba makan bersama Revan.
"kemarin,di kampus" jawab Adiba santai .
"ya sudahlah kita makan disitu"Ray tak mau kalah sama Revan ia pun menyetujui makan di pinggir jalan.
"Asyikkk" Adiba senang karena akhirnya Ray mau makan bersama nya di pinggir jalan .
Bersambung 🥀
__ADS_1