MENGEJAR CINTA PAK SUAMI

MENGEJAR CINTA PAK SUAMI
minta izin


__ADS_3

Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 7 malam.mereka berkumpul untuk makan malam yang sudah di masak Art dan juga Adiba, Mereka sudah berkumpul hanya tinggal Ray yang belum datang ,Ray masih belum pulang dari kantor.


"Ayok makan" Syarifah.


"kak Ray mana mah" Reno bertanya kepada mama nya karena dari tadi belum melihat Ray .


"belum pulang kali" timpal Revan


"kalian kaya gak tau aja Ray gimana orang nya ,kan di jarang makan dirumah" Syarifah .


"ya seenggak nya di pulang lah kan dia uda nikah ,uda punya istri pula" Reno heran sama perilaku kakaknya tak berubah padahal sudah menikah.


"sudahlah makan saja ,tidak usah menunggu kakak kalian itu nanti juga pulang dia" Syarifah.


"Ayo Diba, makan sayang, jangan nunggu suami kamu. Ray memang gitu anaknya jarang makan di rumah" Syarifah mengajak Adiba makan terlebih dahulu,karena dari tadi Adiba hanya diam di meja makan sambil celingak-celinguk melihat arah pintu masuk .


"iya mah" menjawab sambil tersenyum menatap sang mertua.


Adiba tak menyangka akan mempunyai mertua sebaik Syarifah walaupun pernikahan nya Dia awali dengan terpaksa ,ia jadi kangen dengan sosok sang ibu yang lama sudah meninggal.


Syarifah dan ketiga anaknya sudah selesai makan dan juga Adiba sudah selesai makan.Reno ,Reva dan juga Arum sudah pergi ke kamar terlebih dahulu, sementara Syarifa masih di meja makan untuk membereskan sisa-sisa makanan di meja sama halnya dengan Adiba ,Adiba ikut membersihkan meja . sementara Ray yang baru pulang langsung masuk ia melihat Adiba yang sedang membersihkan meja bersama mamanya.


"Mas kamu sudah pulang,kamu pasti belum makan aku ambilin ya" ucap Adiba


"saya sudah makan "


"yaudah kalau gitu aku tinggal ke dapur ya mas" Adiba menatap suaminya sambil melangkah ke arah dapur.


"Ray mama mau bicara sebentar" ucap Syarifah


Ray yang hendak ke kamar meninggalkan meja makan pun langsung menoleh ke arah mamanya.


"Mama mau ngomong apa?" ucap Ray lembut.


"kita ke kamar mama ya"


ucap Syarifah melangkah ke kamarnya di ikuti oleh Ray belakang nya.


"Mama mau ngomong apasih sampai harus ke kamar mama dulu" ucap Ray.


"Mama mau kamu resmikan pernikahan kamu sama Adiba secara hukum ,mama mau kamu juga harus bersikap baik sama Adiba bagaimana pun Adiba sekarang istri kamu dan itu sudah kewajiban kamu untuk menjaga nya Ray. meskipun pernikahan kalian tidak di landasi oleh cinta ,bukannya Ayah dari Adiba , beliau ingin kamu nikahi putrinya untuk di jaga karena Adiba sudah tidak punya keluarga lagi dan amanah dari Ayahnya bukan" ucap Syarifah panjang lebar, Ray hanya diam mendengarkan ucapan sang mama.


"iya mah Ray ngerti kok ,Ray akan usahakan bersikap baik sama Adiba" ucap Ray.


"Bagus kamu harus lakukan apa yang mama barusan bilang , umur kamu tidak muda lagi jadi kamu harus bersikap baik pada nya ,Ya sudah kamu sekarang ke kamar" ucap syarifa menyuruh Ray segera ke kamar.


Ray masuk ke dalam kamar ia melihat Adiba sedang menutup jendela.ia bergegas ke kamar mandi untuk menyejukkan diri setelah beraktivitas sepanjang hari .Setelah beberapa menit Ray pun keluar dari kamar mandi.


"Mas aku boleh minta izin gak? "


Adiba memberanikan diri untuk bicara duluan.


Ray yang sedang menatap kaca sambil mengelus rambut nya yang basah kini terdiam mendengar suara Adiba berbicara dan langsung menjawab perkataan Adiba.

__ADS_1


"minta izin apa?" Jawab singkat


"hmm ..besok aku sudah mulai kuliah , boleh kan aku kuliah besok"


"kamu kuliah? kuliah dimana"


ucap Ray.


"iya mas aku kuliah kemarin itu aku izin gak kuliah dulu dan besok aku harus kuliah banyak materi yang tertinggal,aku satu kampus loh sama adik kamu Revan di universitas Gunadarma" ucap Adiba menjelaskan.


"jadi kamu satu kampus sama Revan" Ray.


"iya mas jadi boleh kan" ucap Adiba meminta persetujuan dari suaminya.


"hmm ,ya boleh" jawab Ray singkat


"Makasih ya mas" ucap Adiba sambil jingkrak-jingkrak,ia senang sekali ternyata Ray tidak melarang nya untuk kuliah kembali.


"nggak usah lebay" ucap Ray melihat Adiba jingkrak-jingkrak.


Adiba yang mendengar pun menghentikan hal konyol yang barusan ia lakukan di depan suaminya.


pagi pun tiba hari ini tak seperti hari kemarin Adiba dari pagi buta sudah bagun untuk melaksanakan shalat subuh dan juga memasak untuk suami dan keluarga suaminya yang sekarang menjadi keluarganya juga.


"ehh..non Adiba lagi masak ternyata.masak apa non?" ucap salah satu Art yang melihat Adiba sedang memasak .


"ehh..ada bibi. ini loh aku masak nasi goreng,hari ini aku kuliah makanya harus masak lebih awal " ucap Adiba.


"ohwalah..non kuliah to"


"yaudah kalau gitu,nanti bibi aja yang menyiapkan makanan di meja makan.kan non Adiba harus siap-siap harus ke kampus"


"iya Bi, makasih ya"


selesai memasak Adiba kembali ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap ke kampus.


Adiba yang baru masuk ke dalam kamar di kagetkan oleh suami nya yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk yang di lilit kan di pinggang dengan telanjang dada.


"mm..mas kamu ngagetin aja" ucap Adiba sambil hembusan nafas panjang.


"kamu itu yang ngagetin saya"


"tapi kan kamu mas yang keluar kamar mandi tiba-tiba gimana akau gak kaget"ucap Adiba


"udah.. ahh aku mau mandi " Adiba yang buru-buru" ucap Adiba meninggalkan Ray ke dalam kamar mandi.


setelah mandi Adiba pun ganti baju di dalam kamar mandi , setelah ganti baju lalu Adiba pun keluar,ia melihat Ray sedang memakai dasi .


"sini masa aku bantuin"


Ray tak menjawab ia diam saja saat Adiba memakai kan dasi .


"mas aku berangkat ke kampus dulu ya mas" ucap Adiba pamit kepada Ray.

__ADS_1


"masih terlalu pagi, kenapa kamu berangkat terlalu pagi?" ucap Ray


"aku ada kelas pagi dan aku harus mempersiapkan materi terlebih dahulu mas nggak apa-apa kan mas aku pergi pagi " ucap Adiba.


"yaudah terserah " ucap Ray lalu meninggalkan kamar.


Setelah Adiba merias diri dengan sedikit make up dan jam tangan warna hitam di pergelangan Adiba pun keluar kamar ia bertemu sang mertua di ruang tamu.


"Adiba kamu mau ke kampus ?" tanya Syarifah.


"ehh ...iya ma aku ada kelas pagi makanya harus datang pagi " ucap Adiba.


"Ohh gitu,yaudah sana pergi nanti terlambat lagi ke kampus nya" ucap Syarifah .


"yaudah aku berangkat ya ma , Assalamualaikum" ucap Adiba .


"ehh tunggu Diba kamu naik apa"


"hmm aku naik ojek ma , kenapa memang nya ma?"


"kenapa naik ojek bareng Revan aja , tadi mama lihat dia juga lagi sip -siap mau ke kampus seperti nya dia ada kelas pagi juga"


"nggak. usah ma aku naik ojek aja " tolak Adiba karena takut merepotkan apalagi dia belum terlalu dekat sama adik ipar walaupun mereka satu kampus .


"udah nggak papa ,nah itu dia anak nya" ucap syarifa tak kala melihat Revan turun tangga .


"Revan sini" pinta Syarifah pada Revan.


"iya ma ,kenapa?" ucap Revan menghampiri sang mama.


"gini kakak ipar kamu ini kan satu kampus sama kamu ,kalau kamu bareng dia boleh nggak nak?" ucap syarifa.


"jadi dia satu kampus sama aku? kok aku gak pernah lihat" Revan.


"kalian kan beda jurusan revan , gimana mau nggak bareng .kamu kan naik mobil" ucap syarifa.


"iya ma,ayok Adiba" pinta Revan di susul Adiba.


"ma aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum" ucap Adiba mengejar Revan.


"waalaikumsalam" ucap Syarifah.


Dimobil mereka sangat canggung sehingga Revan yang berbicara terlebih dahulu mengusir ke canggung ngan.


"Kamu kok mau menikah sama kak Ray?"


"hmm aku menikah sama mas Ray, karena amanah dari Ayah ku yang baru meninggal beberapa waktu lalu"ucap Adiba.


"kenapa kamu mau sama kak Ray?" tanya Revan.


"kalau ditanya kenapa aku mau sih nikah sama mas Ray itu semua karena Amanah ayah ku aku nggak bisa jawab apa-apa lagi karena aku juga baru kenal mas Ray saat ayah ada dirumah sakit" ucap Adiba.


"oh jadi kamu mau nikah sama kak Ray karena amanah dari Ayah kamu bukan karena kamu suka atau naksir sama kak ray" ucap Revan.

__ADS_1


"ya bisa di bilang seperti itu" jawab Adiba singkatan karena memang belum ada perasaan apa-apa ke Ray tapi nggak nanti .


Bersambung 🥀


__ADS_2