MENGEJAR CINTA PAK SUAMI

MENGEJAR CINTA PAK SUAMI
Seranjang? mimpi?


__ADS_3

Selesai makan di pinggir jalan ,Adiba dan Ray pun pulang ke rumah.


"Assalamualaikum" ucap Adiba memasuki rumah.


"waalaikumsalam" serentak sekeluarga pun menjawab yang sedang makan malam di meja makan.


"Ray ,kalian dari mana? " tanya Syarifah.


"Makan mah" Jawab Ray.


"Makan di luar" timpal Revan.


"ya" Ray menjawab singkat pada adiknya.


"ohh, tumben ngajak istrik lu bang" Goda Reno.


"apaansih" Ray pun beralih menuju kamar ia tak jadi duduk di meja makan. sedangkan Adiba masih stay di tempat awalnya .


"kak Reno sih" timpal Arum.


"iya ni,bang reno" timpal Revan tak mau kalah.


"apaasi lu berduaan" ucap Reno kesal .


"Adiba tadi makan di luar,makan dimana?" tanya Syarifah.


"hmm,di pinggir jalan mah" ucap Adiba polos.


"Apa!! hahahahah" Reno,Revan,dan Arum serentak tertawa bersama.


"kenapa kalian malah tertawa?" tanya Adiba heran .


"Adiba serius kamu ngajak Ray makan di pinggir jalan?" tanya Syarifah lagi .


"iya mah" jawab Adiba lagi .


"nggak kebayang muka bang Ray makan di pinggir jalan" ucap Reno masih dengan muka menahan tawa.


"iya,hahahah" tawa Revan.


"yaudah ma ,Adiba ke kamar ya " Adiba segera pamit ke kamar,ia masih heran dengan kelakuan Adik suaminya yang tertawa begitu mendengar Ray makan di pinggir jalan.


kenapa sih mereka pada ketawa ,memangnya mas Ray ga pernah makan di pinggir jalan? gumam dalam hati.


Adiba pun masuk kamar .


"Mas..mas..mas.." teriak Adiba mencari keberadaan Rayhan.


Ray pun keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang di lilit kan pinggang, dengan telanjang dada yang melihat kan perut sixpack nya itu.Adiba yang melihat terpesona menatap Ray lama.

__ADS_1


"Kenapa kamu, terpesona?" ucap Ray menatap Adiba yang sedang menatap perut sixpack nya.


"nggak" ucap Adiba,beralih menuju kamar mandi .


hahaha dia sangat menggemaskan.gumam Ray dalam hati .


Adiba keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah.ya,di luar kamar atau di luar rumah ia tak pernah memperlihatkan rambut nya pada orang lain selain suaminya,Ray.


Adiba melihat Ray sedang fokus dengan laptop nya pun tak menggubris ia langsung beralih pada meja rias untuk mengeringkan rambut basahnya.


Adiba memencet tombol on di benda untuk mengeringkan rambut itu dan segera mengaplikasikan di rambutnya .


Rayhan yang sedang fokus dengan pekerjaan di laptopnya itu tak sengaja mencium Aroma wangi, ia mengikuti arah Aroma wangi itu berasal, Ray pun sekarang Aroma wangi itu berasal dari rambut Adiba. Ray pun menghampiri Adiba .Ray berdiri di belakang tubuh Adiba.


"Kenapa kau keramas malam-malam?" tanya Ray yang membuat Adiba sedikit kaget.


"aku gerah ,makanya ke ramas?" ucap Adiba santai.


"lain kali jangan ke ramas malam-malam, Mengerti?" tanya Ray yang tak mengerti.


"iya mas" Jawab Adiba .


Ray pun mengerti maksudnya "ohh" ucap Ray singkat.


"ahh..sudah selesai" Adiba menghela nafas.


" tidurlah sudah malam" Ray pun beralih lagi pada laptopnya.


"Mulai sekarang kau tidur bersama ku" Ray masih fokus dengan laptop nya.


"tenang aku tak akan menyentuh mu" ucapan Ray bikin Adiba sedikit tenang walaupun hati nya masih takut untuk tidur seranjang dengan Ray.


"baiklah" Adiba pun menurut.


2 jam sudah Ray di depan layar laptop, rasanya lelah sekali ia pun beralih menuju tempat tidur.Ray melihat Adiba sedang tidur meringkuk yang membuat Ray tersenyum.


Dilihat-lihat dia ini sangat cantik dan menggemaskan.ucap nya dalam hati .


Mereka pun tidur bersama dengan arah tubuh berlawanan.Ray tak mau mengambil kesempatan walaupun kesempatan itu sudah ada di depan mata,ia sudah berjanji.


Di pagi hari Adiba terbangun ia merasakan ada yang menindih di bagian perut yang cukup berat.Adiba membuka mata lebar-lebar betapa terkejut tangan Ray sedang memeluknya seperti guling.


"Mas..mas..maaaasss!!!" teriak Adiba membangun kan Ray tak kunjung bangun.


"Shakira...shaakiraaa... jangan tinggalkan aku.aku mohon" Ray mengigau sembari memeluk Adiba .


Siapa Shakira,apa itu kekasih mas Ray .aku kira orang seperti mas Ray tidak mencintai seseorang ternyata akau salah .gumam Adiba dalam hati.


Adiba memindahkan tangan Ray dan bangun beralih ke kamar mandi,Adiba mandi dan melaksanakan shalat subuh . selesai shalat ia pergi ke dapur untuk memasak sarapan.

__ADS_1


Di kamar Ray baru tersadar dari mimpi nya.ia mimpi Berpisah dari Shakira. mimpi itu sama seperti dia yang mempertahankan Shakira agar tak pergi keluar negeri itu ber kuliah kedokteran. waktu itu Ray mau Shakira tetap kuliah disini namun permintaan dari orang tua dari Shakira untuk kuliah di luar negeri .Ray tak bisa menahan Shakira, Mereka hingga sekarang belum putus secara resmi .


Ray membuka melihat sekeliling tak melihat Adiba di samping,ia pun bagun beralih menuju kamar mandi.


Setelah memasak untuk sarapan ia pun beralih ke kamar ia tak melihat Ray di kamar,fikirnya Ray sudah di meja makan.Adiba pun mengganti baju dan merias sedikit polesan make up yang tipis diwajahnya.setelah itu ia pun ke meja makan untuk pamit ke kampus karena harus masuk pagi .


"Adiba kamu mau ke kampus?" Syarifah melihat Adiba sudah rapi .


"iya ma,aku hari ini harus datang pagi " jawab Adiba lembut.


Syarifah beralih menatap Rayhan.


"Ray kamu nggak usah sarapan antar Adiba sekarang" pinta Syarifah.


Ray yang baru mau menjawab perkataan di potong oleh sang Adik revan.yang tiba-tiba datang.


"nggak usah ma,sama Revan Aja perginya, gimana Diba mau nggak? " ucap Revan santai sembari melirik menatap Ray.


"hmm...kalo gitu yaudah.." kalimat pun terpotong


"Ayok Adiba kita berangkat" Ray pun berdiri menggandeng Adiba .


"yaudah ma,Adiba berangkat dulu ya, Assalamualaikum" pamit Adiba sembari mencium punggung tangan Syarifah sang mertua.


"waalaikumsalam" jawab syarifah lembut. Adiba dan Ray pun menghilangkan.


"bang Ray ,bang ray.di pancing dulu baru mau ngater" ucap Revan sembari memasuki makanan ke dalam mulut.


"kamu ada-ada aja van" Syarifah menggeleng dengan kelakuan anak keduanya itu.


Di luar halaman rumah. Ray yang masih belum sadar masih menggandeng tangan Adiba pun ia lepaskan .


"ihhh sabar dong pak suami" ucap Adiba mengejar langkah suaminya .


"masuk" ucap Ray dingin sembari membuka pintu mobil untuk Adiba.


Adiba pun nurut ia pun masuk ke dalam mobil.


"kamu kenapa sih mas, tergesa-gesa gitu!!" ucap Adiba kesal.


"uda nggak usah cerewet!! " bentak Ray ,Adiba pun sontak terkaget ia pun nurut ,dia nggak akan mengeluarkan kata-kata lagi.


mobil pun melaju secara cepat, Diperjalanan mereka tak ada yang bersuara, hingga tak sadar mobil pun sudah sampai di depan kampus Adiba.


"Makasih" ucap Adiba berlalu,ia sepertinya lupa bahwa ia belum mencium tangan suaminya.


tumben nggak cium tangan gue apa di marah sama gue gara-gara gue bentak tadi. gumam Ray dalam hati.


sembari melihat kearah Adiba .

__ADS_1


Ray pun melanjutkan gas mobil menuju ke kantor.


Bersambung 🥀


__ADS_2